
UNDAS.ID – Safety Riding Short Movie Contest (SMC) tahun ini menunjukkan bahwa pesan keselamatan berkendara bisa dikemas dengan cara yang dekat dengan generasi muda. Sebanyak 340 karya video cerita keselamatan berkendara yang diproduksi peserta berhasil menjangkau lebih dari 1,7 juta penonton melalui berbagai platform media sosial.
Ajang yang digelar Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan edukasi keselamatan berkendara melalui film pendek, visual, dan kreativitas digital.
Tahun ini, SMC diikuti 985 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan total 340 karya. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, yakni 72,5 persen dari sisi peserta dan 69 persen dari jumlah karya.
Mengusung tema “Stay Alive for the Next Chapter”, peserta ditantang mengemas pesan keselamatan berkendara dalam film berdurasi maksimal tiga menit. Karya kemudian dipublikasikan melalui Instagram, TikTok, maupun YouTube.
Dari ratusan karya yang masuk, dewan juri melakukan proses seleksi hingga menetapkan sembilan film pendek terbaik dari kategori pelajar SMA/sederajat, mahasiswa, dan umum.
Kisah Keselamatan dari Anak Muda
Pada kategori pelajar, film berjudul “Ini Atau Ini?” karya SMK Kristen Immanuel II Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, berhasil menjadi juara pertama.
Film tersebut mengajak penonton memahami bahwa keselamatan berkendara bukan hanya persoalan mengikuti aturan. Keputusan-keputusan sederhana yang dibuat sebelum dan selama perjalanan juga dapat menentukan keselamatan pengendara.
Sementara itu, kategori mahasiswa dimenangkan Iqbal Bahi dari Universitas Siber Asia, DKI Jakarta, melalui film pendek berjudul “Pulang dengan Selamat”.
Film tersebut membawa pesan bahwa keselamatan di jalan tidak sekadar tentang kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Lebih dari itu, keselamatan berkendara berkaitan dengan bagaimana seseorang menghargai kehidupan dan orang-orang yang menunggunya pulang.
“Bagi saya, kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti, bukan hanya karena berhasil meraih juara, tetapi karena melalui karya ini saya bisa menyampaikan pesan keselamatan berkendara dengan cara yang dekat dengan kehidupan anak muda.” Ucap salah satu pemenang, Iqbal Bahi.
Selain kompetisi film pendek, SMC 2026 juga menghadirkan Social Media Challenge. Sebanyak tiga konten terbaik mendapatkan apresiasi dari Yayasan AHM melalui karya video berdurasi 60 detik.
Kehadiran kategori tersebut memperluas pendekatan kampanye keselamatan berkendara dengan memanfaatkan karakter media sosial yang cepat, singkat, dan dekat dengan kebiasaan konsumsi konten generasi muda.
SMC 2026 Jadi Ruang Belajar Kreatif
Puncak rangkaian SMC 2026 digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 9 September 2026. Tidak hanya menjadi momentum pemberian penghargaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai agenda edukatif dan pengembangan kreativitas.
Rangkaian acara diawali talkshow mengenai keselamatan berkendara yang menghadirkan Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin, Dekan FMIPA UNJ Dr. Hadi Nasbey, S.Pd., M.Si., serta Kasie Pendidikan Masyarakat Subdit Keamanan dan Keselamatan Berkendara Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Sri Indira Purnamawati, S.Sos., M.M., M.Si.
Peserta kemudian mendapatkan pengalaman mengembangkan kemampuan kreatif melalui sesi pembuatan film pendek yang berdampak dan menginspirasi bersama konten kreator sekaligus praktisi sinematografi Anggun Adi (Goenrock).
Pada kesempatan tersebut, Yayasan AHM juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah berkontribusi menyebarkan edukasi keselamatan berkendara. Total hadiah sebesar Rp50 juta diberikan kepada para pemenang SMC 2026.
Ketua Yayasan Astra Honda Motor Ahmad Muhibbuddin mengatakan kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan untuk menyampaikan pesan keselamatan dengan pendekatan yang lebih relevan.
“Generasi muda memiliki kreativitas dan perspektif yang dapat menjadi kekuatan dalam menyampaikan pesan keselamatan berkendara. Melalui SMC, kami memberikan ruang dan pengalaman bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat,” ujar Muhib.
Melalui SMC 2026, Yayasan AHM berupaya memperluas keterlibatan generasi muda dalam kampanye keselamatan berkendara. Film pendek dan konten digital tidak hanya menjadi karya kreatif, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.