September10 , 2026

    Ada 4 Dimensi Penilaian di Pemilihan WMP Berprestasi Kaltim 2024

    Related

    Kabut Asap Makin Pekat? Ini Tips Aman Berkendara dari Honda

    UNDAS.ID - Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan...

    Honda Kasih Diskon 20 Persen untuk Service Motor di AHASS

    UNDAS.ID - Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) tidak hanya dirayakan...

    Hari Pelanggan Nasional: Honda Libatkan 1.600 Dealer untuk Manjakan Konsumen

    UNDAS.ID – Hari Pelanggan Nasional alias Harpelnas tahun ini...

    Salat Istisqa PWI Kaltim di Tengah Kemarau dan Ancaman Karhutla

    UNDAS.ID – Kemarau di Kalimantan Timur belum menunjukkan tanda-tanda...

    ARRC Sepang 2026: Rheza Danica Kejar 26 Pebalap hingga Podium

    UNDAS.ID – Asia Road Racing Championship (ARRC) Sepang menghadirkan...

    Share

    Banner Dispora Kaltim (1)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, menjelaskan ada 4 dimensi penilaian dewan juri di Pemilihan Wirausaha Muda Pemula (WMP) Berprestasi Kaltim 2024. Diantaranya motivasi,karakter, keterampilan, dan profil wirausaha.

     

    Untuk dimensi motivasi, bobot penilaiannya 10 persen. Karkter 50 persen. Keterampilan 30 persen. Sementara profil wirausaha 20 persen. “Masing-masing dimensi juga punya indikator yang menjadi dasar penilaian,” katanya.

    Dari 4 dimensi itu, profil wirausaha menjadi indikator yang paling menarik. Pasalnya, di dimensi itu peserta yang merupakan WMP akan ditelisik lebih auh mengenaik produk-produk baru yang dikembangkan ecara inovatif. Selain itu, berkembangnya volume produksi dan pemasaran juga menjadi penilaian tersendiri.

    “Kami juga melihat bagaimana berkembangnya keuntungan bersih yang mereka terima dan meningkatnya kekayaan bersih (aset, Red.) yang mereka miliki,” ujar Mardareta.

    Meski begitu, 3 dimensi lain juga tak kalah menarik. Sebab, Dispora Kaltim juga menelisik lebih jauh keterampilan peserta sebagai WMP. Misalnya, keterampilan memilih enis usaha, mengelola produksi, mengembangkan pemasaran, pengelolaan keuangan dan permodalan, hingga mengelola kelompok usaha dan jalinan kemitraan.

    “Semua itu menjadi penilaian penting, selain indikator lain yang terdapat di dimensi motivasi dan karakter,” ungkap Mardareta. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img