September17 , 2026

    Fenomena Merantau di Indonesia, Ini 5 Daerah Tujuan Favorit Para Perantau

    Related

    Bukan Cuma Skill Teknis, Siswa SMKN 16 Samarinda Dibekali Soft Skill

    UNDAS.ID - Siswa SMK Negeri 16 Samarinda mendapat pembekalan...

    Pendidikan Vokasi Makin Luas, AHM Resmikan SMK Binaan di Sorong

    UNDAS.ID - PT Astra Honda Motor (AHM) memperluas program...

    Ramadhipa Makin Ganas, Tembus 5 Besar Klasemen Moto3 Junior

    UNDAS.ID - Ramadhipa kembali menunjukkan daya juang dalam persaingan...

    Tanpa Hibah, LMP Samarinda Gas Terus

    UNDAS.ID - Laskar Merah Putih Markas Cabang Kota Samarinda...

    Honda Etam Peduli Karhutla, 11.200 Masker dan 560 Oksigen Disalurkan

    UNDAS.ID - Honda Etam Peduli Karhutla kembali digelar Astra...

    Share

    UNDAS.ID, Jakarta – Mobilitas penduduk antarprovinsi atau yang dikenal sebagai migrasi internal menjadi cerminan nyata dinamika sosial dan ekonomi Indonesia. Fenomena merantau—yakni perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain—terus berkembang seiring meningkatnya urbanisasi, pembangunan infrastruktur, serta harapan akan kualitas hidup yang lebih baik di tempat tujuan.

    Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan “Statistik Migrasi Indonesia” edisi Juli 2023 mencatat lonjakan migrasi risen—yakni penduduk yang dalam lima tahun terakhir berpindah tempat tinggal ke provinsi lain. Fenomena ini menunjukkan bagaimana berbagai provinsi di Indonesia menjadi magnet baru bagi para pencari peluang.

    Berikut lima daerah tujuan rantau paling populer di Indonesia berdasarkan data terbaru:

    1. Jawa Tengah

    Menempati urutan pertama, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah migran risen terbanyak, yaitu sebanyak 778.524 jiwa dalam lima tahun terakhir. Biaya hidup yang relatif terjangkau, kemajuan infrastruktur, serta peluang kerja dan pendidikan di kota-kota seperti Semarang dan Solo menjadikan provinsi ini sangat menarik bagi para perantau. Urbanisasi dari desa ke kota juga menjadi pendorong utama tren ini.

    2. Jawa Barat

    Dengan 716.469 jiwa migran risen, Jawa Barat menjadi tujuan kedua paling diminati. Kedekatannya dengan DKI Jakarta, serta dominasi sektor industri di kota-kota seperti Bekasi, Karawang, dan Bandung menjadikan provinsi ini sebagai alternatif tempat tinggal yang lebih ekonomis namun tetap dekat dengan pusat aktivitas ekonomi nasional.

    3. DKI Jakarta

    Sebagai ibu kota negara, Jakarta tetap menjadi magnet kuat meskipun dihadapkan pada tantangan seperti kemacetan dan biaya hidup tinggi. Pada 2022, tercatat sekitar 200 ribu jiwa merupakan migran risen, sementara jumlah migran seumur hidup mencapai 3,3 juta jiwa. Beragam peluang di sektor jasa, teknologi, dan pemerintahan menjadikan Jakarta tetap menjadi primadona.

    4. Sumatra Utara

    Dengan jumlah migran risen mencapai 182.153 jiwa, Sumatra Utara, khususnya Kota Medan, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Indonesia. Peluang kerja di sektor perdagangan, perkebunan kelapa sawit, serta kuatnya ikatan kekerabatan dan budaya Batak menjadikan provinsi ini salah satu tujuan utama merantau.

    5. Sulawesi Selatan

    Provinsi ini mencatat 155.301 jiwa migran risen, dengan Makassar sebagai poros utama migrasi. Pertumbuhan pesat sektor maritim dan logistik, termasuk pengembangan Makassar New Port, menjadikan provinsi ini sebagai titik distribusi penting di Indonesia timur. Peluang kerja yang meningkat turut mendorong arus masuk para pendatang.

    Cerminan Mobilitas dan Harapan

    Migrasi internal tidak hanya soal berpindah tempat tinggal, tetapi juga menggambarkan semangat masyarakat Indonesia dalam mencari kehidupan yang lebih baik. Setiap provinsi menawarkan potensi dan peluang yang berbeda, mencerminkan betapa beragamnya dinamika sosial dan ekonomi di Nusantara. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img