Agustus11 , 2026

    Ekowisata Kalitalang Naik Level, Desa Balerante Siapkan DSA

    Related

    Ekowisata Kalitalang Naik Level, Desa Balerante Siapkan DSA

    UNDAS.ID – Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang,...

    ARRC 2026 Mandalika: Irfan Juara, Herjun Naik Podium

    UNDAS.ID – ARRC 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit,...

    Astra Motor Kaltim 2 Kembali Berjaya, Raih 2 Podium AHSRIC 2026

    UNDAS.ID – Astra Motor Kaltim 2 kembali mencatatkan prestasi...

    Double Winner! Abimanyu Bintang Kuasai IHTTC 2026, Pimpin Klasemen

    UNDAS.ID, Buriram – Abimanyu Bintang Fermadi kembali mengharumkan nama...

    Share

    UNDAS.ID – Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memasuki babak baru setelah Gerbang Ekowisata Kalitalang resmi diresmikan. Pengembangan kawasan ini diarahkan tidak hanya untuk memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

    Pengembangan tersebut dilakukan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pemerintah setempat. Kolaborasi ini sebelumnya dimulai melalui program KKN Tematik Satu Hati pada November 2025.

    Peresmian Gerbang Ekowisata Kalitalang turut dihadiri Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. dan Bupati Klaten Hemanang Wajar Ismoyo, S.I.Kom.

    Kehadiran gerbang tersebut menjadi identitas baru bagi destinasi wisata di Balerante. Selain memperbaiki pelayanan wisata, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan yang menawarkan panorama lereng tenggara Gunung Merapi.

    Kepala Desa Balerante Sukono mengatakan keterlibatan Yayasan AHM dan UGM telah memberikan dampak terhadap perkembangan wisata sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

    “Terima kasih saya ucapkan, hadirnya Yayasan AHM dan UGM dalam membersamai masyarakat lokal sangat memberikan value terbukti kunjungan wisatawan ke Ekowisata Kalitalang terus meningkat sehingga ekonomi lokal terus tumbuh di wilayah kami”, ujar Sukono seusai peresmian Gerbang Ekowisata Kalitalang, pada Minggu (02/08).

    Desa Balerante memiliki sekitar 2.000 penduduk dengan potensi wisata yang cukup beragam. Bentang alam kawasan lereng Gunung Merapi berpadu dengan kekayaan budaya lokal menjadi modal bagi masyarakat untuk mengembangkan destinasi berbasis ekowisata.

    Konsep tersebut diarahkan agar aktivitas pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi kepada warga tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan. Pengelolaan kawasan juga didorong melibatkan masyarakat secara aktif.

    Melalui KKN Tematik Satu Hati, Yayasan AHM mendukung mahasiswa dan perguruan tinggi dalam menjalankan berbagai inisiatif pengembangan desa. Fokusnya mencakup penguatan ekowisata, peningkatan kapasitas UMKM hingga pengembangan ekonomi kreatif.

    Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

    “Program KKN mahasiswa kami di Desa Balerante merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyrakat. Kolaborasi yang sudah dilakukan bersama Yayasan AHM dan seluruh stakeholder perlu terus ditingkatkan serta dapat menjadi inspirasi di wilayah lain, kami berupaya membuat program sesuai dengan kebutuhan masyrakat serta menjembatani ide kreatif anak muda”, ungkap Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

    Balerante Disiapkan Jadi Desa Sejahtera Astra

    Pengembangan Balerante tidak berhenti pada program KKN Tematik Satu Hati. Yayasan AHM selanjutnya menyiapkan program Desa Sejahtera Astra (DSA) untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

    Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan pengembangan desa perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus kompetensi masyarakat agar semakin mandiri.

    Karena itu, program DSA Balerante akan diarahkan pada sejumlah bidang, mulai dari lingkungan, pendidikan hingga ekonomi.

    “Membangun desa berarti membuka lebih banyak peluang agar setiap generasi dapat tumbuh dan berkarya di tanah kelahirannya. Melalui DSA Balerante, kami meyakini ketika potensi lokal diberdayakan, masyarakatnya akan terlibat aktif mewujudkan perubahan positif bagi kemajuan desanya”, ujar Muhib.

    Program DSA Balerante nantinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangannya mencakup sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi.

    Yayasan AHM berharap pendekatan tersebut dapat memperkuat potensi lokal sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

    Selain itu, kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan warga juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem desa yang produktif dan tangguh.

    (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img