Oktober15 , 2026

    IKN dan Komunitas Sepaku Hidupkan Lagi Kopi Liberika

    Related

    Stylo Sound Ride Satukan Musik, Komunitas, dan Edukasi Berkendara

    UNDAS.ID – Stylo Sound Ride menjadi cara komunitas Borneo...

    Dua Podium untuk Indonesia! Bintang dan Resky Bersinar di Mandalika

    UNDAS.ID - Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 menghadirkan...

    Bintang Pranata Raih Podium Kedua Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026 di Mandalika

    UNDAS.ID - Bintang Pranata berhasil mengamankan podium kedua pada...

    Siswa Samarinda Raih Juara 2 Nasional Cari Aman Academy 2026

    UNDAS.ID - Cari Aman Academy 2026 mengantarkan Geraldo Tristan...

    6 Pebalap Indonesia Siap Gaspol di IM4AC Mandalika 2026

    UNDAS.ID - Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 seri...

    Share

    UNDAS.ID, Sepaku, IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku menggelar Gerakan Tanam Kopi Liberika di Pendopo Kopi, Desa Tengin Baru, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal mengembalikan jenis kopi ini sebagai produk unggulan daerah.

    Puluhan peserta terlibat menanam 23 bibit yang menjadi simbol dimulainya upaya pelestarian varietas kopi istimewa ini. Mengusung tema “Melestarikan kopi Liberika sebagai produk unggulan daerah”, program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaannya di Sepaku.

    Ketua Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Sugiman, menyebutkan kopi jenis ini memiliki keunggulan tersendiri.

    “Kopi ini tahan banting, tahan penyakit, bahkan bisa tumbuh di lahan gambut. Dulu pernah menjadi primadona dan tulang punggung keluarga kami,” ujarnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

    “Kami membawa enam pendamping untuk mendukung komunitas ini. Harapannya, tahun depan komunitas ini bisa menjadi supplier pertama oleh-oleh kopi khas Nusantara,” ucapnya.

    Myrna juga menjelaskan bahwa tiga spesies kopi Liberika yang ditanam meliputi coffee liberica, coffee dewevrei (excelsa), dan coffee klainei.

    Dalam kegiatan tersebut, Myrna melakukan survei singkat terkait konsumsi kopi peserta. Hasilnya, hanya satu orang yang mengonsumsi kopi dari kebun sendiri, sedangkan sebagian besar masih mengandalkan kopi pabrikan.

    Salah satu warga, Radyo, mengapresiasi langkah ini.

    “Sekarang produk kopi peminatnya banyak dan pemasarannya jelas. Dulu sulit memasarkan, jadi melalui program ini semoga ada penampungan dan arahan yang lebih baik,” tuturnya.

    Gerakan ini menjadi bukti komitmen Otorita IKN untuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal. Harapannya, kopi Liberika dapat menjadi oleh-oleh khas Nusantara pertama dari wilayah Sepaku pada tahun mendatang. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img