Maret15 , 2026

    Yayasan AHM Tanam 16.000 Mangrove dan Lepas Tukik di Sumatera Barat

    Related

    Astra Motor Kaltim 2 Pererat Silaturahmi Media Lewat Bukber di Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi...

    Seno Aji Sebut Wartawan Ujung Tombak Informasi Pembangunan di Kaltim

    UNDAS.ID, Samarinda – Wartawan Kaltim berkumpul dalam kegiatan silaturahmi...

    Sahur On The Road Samarinda Bagikan 3.800 Paket Sahur untuk Warga

    UNDAS.ID, Samarinda – Semangat berbagi mewarnai kegiatan Sahur On...

    Rolling City hingga Hijab Class Warnai Hijabers Serenity Ride

    UNDAS.ID, Samarinda – Astra Motor Kalimantan Timur 2 kembali...

    Share

    UNDAS.ID, Padang – Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) memperkuat komitmen mitigasi perubahan iklim dan pelestarian satwa laut dengan menanam 16.000 mangrove serta melepas tukik di Pantai Pasir Jambak dan Desa Wisata Teluk Buo, Sumatera Barat, Jumat (22/8). Aksi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

    Mengusung tema “Satu Hati Hijaukan Bumi”, kegiatan ini dilakukan di area konservasi yang telah dipetakan. Acara dihadiri Walikota Padang Fadly Amran, B.B.A, Dato Paduko Malano, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Padang, serta masyarakat setempat. Yayasan AHM juga membangun papan edukasi mangrove untuk meningkatkan literasi lingkungan bagi pengunjung dan warga.

    Selain penanaman mangrove, Yayasan AHM juga melepas tukik ke habitat alaminya di Pantai Pasir Jambak. Pelepasan tukik ini diharapkan mampu meningkatkan peluang hidup dan menjaga keberlangsungan populasi penyu yang dilindungi secara nasional maupun internasional.

    Sejak 2016, Yayasan AHM telah menanam 27.319 pohon mangrove di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir. Program ini dilengkapi dengan aksi bersih pantai melalui Beach Buddy Challenge, melibatkan puluhan pelajar, masyarakat, komunitas lokal Sea Turtle Camp Jambak, dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Teluk Buo untuk mengurangi ancaman sampah plastik di laut.

    Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan ekosistem mangrove yang sehat dapat menjadi benteng alami dari abrasi pantai dan mendukung kehidupan satwa laut.

    “Kami terus berkolaborasi menghadirkan pencapaian SDGs di Indonesia guna keberlanjutan, memberikan manfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan generasi mendatang. Ini adalah investasi jangka panjang untuk bumi yang lebih baik,” ujarnya.

    Bibit mangrove yang ditanam diharapkan mampu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjadi habitat satwa, sekaligus melindungi pesisir dari gelombang laut. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img