Oktober29 , 2026

    Cara Dispora Kaltim Budayakan Olahraga dan Menghadapi Perkembangan Teknologi (1)

    Related

    Imbauan 5 Rajab Sekumpul, Mobil Wajib Tunggu 2 Jam Saat Pulang

    UNDAS.ID – Imbauan 5 Rajab Sekumpul mengatur sejumlah ketentuan...

    Honda Genio Tampil Makin Kalcer, Warna Baru Bikin Gaya Retro Makin Kece

    UNDAS.ID – Honda Genio mendapat penyegaran tampilan melalui pilihan...

    Modifikator Kaltim Juara Nasional HMC 2026, Scoopy dan Vario 125 Jadi Andalan

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi...

    Final Battle HMC 2026: Ini Para Jawara Modifikasi Honda

    UNDAS.ID – Honda Modif Contest (HMC) 2026 menetapkan tiga...

    Honda Bikers Day 2026 Kumpulkan 32.214 Bikers, Donasi Rp50 Juta

    UNDAS.ID – Honda Bikers Day (HBD) 2026 berhasil menyatukan...

    Share

    Perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus dihadapi. Persoalannya, bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi secara
    konstruktif?

    SURIANI, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, menyatakan, lingkup olahraga pendidikan memiliki persoalan dalam penyiapan sumber belajar dalam bentuk instruksi, modul, sintak, panduan audio visual, dan lain-lain yang lebih melengkapi fungsi guru, bukan menggantikannya di cloud.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Pola pembelajaran yang bersifat blended learning plus menjadi tuntutan agar interaksi pedagogis keolahragaan tidak terbatas pada tatap muka formal konvensional. Ekstrakurikuler olahraga kemudian menjadi materi andalan menarik bagi generasi z dan generasi alpha yang alokasi waktu dan tempatnya lebih leluasa. Tantangan utamanya
    adalah instruksional keolahragaan berbasis e-learning dan i-learning.

    Konsep bermain secara digital tidak untuk menggantikan permainan di dunia nyata. Logika seperti itu yang digunakan untuk menyikapi hadirnya e-sport dalam kurikulum. “Bisa diterima secara bersyarat, bisa pula ditolak karena alasan substansi yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional,” ucapnya, mengutip laporan SDI 2023 Kemenpora.

    Di lingkup olahraga prestasi, tantangannya lebih bersifat pada inovasi pengembangan instrumentasi detail performansi atlet sebelum, selama, dan setelah latihan. Ilmu-ilmu fisiologi dan biomekanika sudah lebih maju dibandingkan cabang ilmu lain dalam hal pengembangan software maupun hardware-nya.

    Penyelenggaraan kompetisi dan event olahraga prestasi akan dihadapkan pada tantangan yang lebih bervariasi berhubungan dengan pernik sarana dan prasarana, serta jasa tuntutanera disrupsi teknologi generasi 4.0. “Juga terkait dengan sport information, bahkan untuk spionase keolahragaan,” ujarnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img