November6 , 2026

    Ini Duduk Perkara Wacana Retribusi di Kompleks Gelora Kadrie Oening

    Related

    Bintang Pranata Bidik Gelar Juara Moto4 Asia Cup 2026 di Qatar

    UNDAS.ID – Empat pebalap muda Indonesia binaan PT Astra...

    6 Cara Merawat Motor yang Lama Terparkir agar Tetap Prima

    UNDAS.ID – Sepeda motor yang jarang digunakan bukan berarti...

    Lima Guru Kaltim Melaju ke Penjurian Regional Guru Inspiratif Astra Honda 2026

    UNDAS.ID – Lima tenaga pendidik dari Kalimantan Timur berhasil...

    AHM Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan Lewat Green Act Fest 2026

    UNDAS.ID – PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak generasi...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Retribusi masuk ke Kompleks Gelora Kadrie Oening, Kota Samarinda, sempat menuai polemik di masyarakat. Kebijakan itu akhirnya urung dilaksanakan meski telah mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kaltim Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Junaedi, Kepala UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO), Dispora Kaltim, mengatakan perda tersebut diterbitkan tidak untuk memberatkan masyarakat. Tetapi untuk menunjang kepentingan masyarakat. Khususnya yang datang ke Kompleks Gelora Kadrie Oening.

    “Biaya yang dikeluarkan itu dikembalikan lagi ke masyarakat, tentu dalam bentuk pemeliharaan semua fasilitas yang tersedia di sini,” ujarnya. “Seperti halnya pemeliharaan, kami ambil dari kas daerah. Karena sebagian dari kas daerah itu juga bersumber dari retribusi di sini jika kebijakan itu dilaksanakan,” ulas Junaedi.

    Dia menjelaskan, sebenarnya jika kebijakan ini dilaksanakan, seluruh hasil retribusi yang terhimpun dalam satu bulan tersebut juga tidak sebanding dengan biaya pemeliharaan Kompleks Gelora Kadrie Oening. Meski tak mengungkap data, Junaedi menyebut anggaran untuk pemeliharaan yang ada sangat tidak mencukupi. “Ini contoh saja. Untuk bayar listrik Hotel Atlet selama 10 hari saja, itu mencapai Rp 48 juta. Jadi sebenarnya tidak sebanding. Apalagi dengan pelayanan kebersihannya di sana,” ungkap Junaedi.

    Soal wacana retribusi masuk ke Kompleks Gelora Kadrie Oening yang dikritik keras masyarakat, dia mengaku menerima dengan lapang dada. Apalagi masyarakat juga punya alasan kuat, lantaran pembangunan di sana menggunakan APBD Kaltim.

    “Masyarakat kritis, kami menerima. Tidak masalah. Namun masyarakat juga harus tahu bahwa ada regulasi yang harus dijalankan,” ucap Junaedi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img