Oktober29 , 2026

    Ini Tujuan Pelatihan Bagi Para Pelatih

    Related

    Imbauan 5 Rajab Sekumpul, Mobil Wajib Tunggu 2 Jam Saat Pulang

    UNDAS.ID – Imbauan 5 Rajab Sekumpul mengatur sejumlah ketentuan...

    Honda Genio Tampil Makin Kalcer, Warna Baru Bikin Gaya Retro Makin Kece

    UNDAS.ID – Honda Genio mendapat penyegaran tampilan melalui pilihan...

    Modifikator Kaltim Juara Nasional HMC 2026, Scoopy dan Vario 125 Jadi Andalan

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi...

    Final Battle HMC 2026: Ini Para Jawara Modifikasi Honda

    UNDAS.ID – Honda Modif Contest (HMC) 2026 menetapkan tiga...

    Honda Bikers Day 2026 Kumpulkan 32.214 Bikers, Donasi Rp50 Juta

    UNDAS.ID – Honda Bikers Day (HBD) 2026 berhasil menyatukan...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Pelatihan bagi para pelatih cabor menjadi salah satu program unggulan Dispora Kaltim. Selain meningkatkan kualitas, pelatihan ini juga mengajarkan kepada para pelatih bagaimana merancang program pelatihan bagi atlet. “Output dari pelatihhan ini tentu saja prestasi. Baik bagi atlet, pelatih, dan cabornya,” kata Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Lewat pelatihan seperti ini, kata Rasman, para pelatih juga membantu KONI Kaltim secara tidak langsung. Sebab, mereka bisa melakukan validasi terhadap program Latihan yang akan dilaksanakan atlet. “Pelatih punya pengetahuan lebih kuat terhadap cabor yang ditanganinya. Pengetahuan inilah yang menjadi sistem yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

    Rasman menyatakan, pasca pelatihan, para pelatih diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang profesional. Pun, mampu menciptakan industri olahraga yang bisa dikomersilkan. “Kalau sudah begitu, PAD juga akan ikut naik, dan mereka punya kontribusi besar terhadap itu,” ucapnya.

    Di lain sisi, lanjut Rasman, jika prestasi berhasil dicapai, kebanggan tak hanya dirasakan Kaltim. Tetapi juga bangsa dan negara jika berlaga di level internasional. Tugas pelatih itu berat, selain harus dapat mengibarkan bendera Ruhui Rahayu, juga mengibarkan bendera Merah Putih,” papar Rasman.

    Dia berpesan agar seluruh pelatih di masing-masing cabor tidak tunduk terhadap tekanan dari pihak mana pun saat melatih. Sebab, mereka juga harus memilih secara objektif kualitas atlet yang akan diterjunkan dalam sebuah kejuaraan tanpa pilih kasih.

    “Pelatih jangan sampai diintervensi. Lebih baik mundur dari pada mendapat intervensi dari pemimpin atau ketua cabor. Dan jangan ada sistem kasih sayang atau anak emas karena akan berbahaya untuk tim,” tukas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img