Oktober29 , 2026

    Sosialisasi ke Sekolah, Dispora Kaltim Kenalkan Olahraga Tradisional

    Related

    Imbauan 5 Rajab Sekumpul, Mobil Wajib Tunggu 2 Jam Saat Pulang

    UNDAS.ID – Imbauan 5 Rajab Sekumpul mengatur sejumlah ketentuan...

    Honda Genio Tampil Makin Kalcer, Warna Baru Bikin Gaya Retro Makin Kece

    UNDAS.ID – Honda Genio mendapat penyegaran tampilan melalui pilihan...

    Modifikator Kaltim Juara Nasional HMC 2026, Scoopy dan Vario 125 Jadi Andalan

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi...

    Final Battle HMC 2026: Ini Para Jawara Modifikasi Honda

    UNDAS.ID – Honda Modif Contest (HMC) 2026 menetapkan tiga...

    Honda Bikers Day 2026 Kumpulkan 32.214 Bikers, Donasi Rp50 Juta

    UNDAS.ID – Honda Bikers Day (HBD) 2026 berhasil menyatukan...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, AA Bagus Surya Saputra, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi olahraga tradisional ke pelbagai SD. Olahraga tradisional yang dikenalkan seperti balogo, engrang, gasing, hingga sumpit.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Selain sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bidang Pembudayaan Olahraga, hal ini juga dilakukan untuk memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda. Katanya, meski belum masuk kurikulum di sekolah-sekolah, sosialisasi ini diharapkan mampu mengajak generasi muda untuk menjaga warisan bangsa.

    Terutama olahraga tradisional dari Kaltim. “Setidaknya, siswa-siswa SD itu mengetahui dan mengenal lebih dulu olahraga tradisional ini,” katanya.

    AA Bagus Surya Saputra mengakui, upaya pelestarian olahraga tradisional membutuhkan waktu. Salah satunya karena kebanyakan siswa SD banyak yang belum mengetahui. “Anak-anak belum banyak yang tahu. Makanya kami turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan itu,” jelasnya.

    Dia memahami, saat ini, banyak siswa SD yang lebih menggemari bermain gawai. Majunya zaman sangat berdampak kepada atensi siswa SD yang lebih banyak ingin mengetahui teknologi via gawai. Makanya, sosialisasi ini dilakukan agar olahraga tradisional tersebut tidak terlupakan. “Olahraga tradisional ini kebanyakan hanya diketahui para orangtua,” paparnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img