Agustus24 , 2026

    Sineas Kaltim Bersiap Berlaga di Jogja-Netpac Asian Film Festival

    Related

    AHASS Setya Tama Motor Resmi Dibuka, Layanan Honda Bengalon Makin Dekat

    UNDAS.ID – Astra Honda Authorized Service Station atau AHASS...

    Honda Independence 2026: DP Mulai Rp900 Ribu, Hemat hingga Rp8 Juta

    UNDAS.ID – Promo Honda Agustus 2026 bertajuk Honda Independence...

    Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Pengendara Motor Wajib Tahu 9 Tips Ini

    UNDAS.ID – Kabut asap di Kalimantan Timur (Kaltim) akibat...

    Convoy Merdeka 2026: 40 Riders Keliling Samarinda Rayakan HUT RI

    UNDAS.ID – Convoy Merdeka 2026 menjadi cara lebih dari...

    86 Riders Komunitas Honda Ramaikan New Honda Vario Evo 160 di Samarinda

    UNDAS.ID – Komunitas Honda Samarinda ikut meramaikan Regional Public...

    Share

    UNDAS.ID, Samarinda – Sineas Kalimantan Timur (Kaltim) siap mencatatkan prestasi di bidang perfilman. Empat karya sineas dari Kutai Kartanegara, Berau, dan Samarinda siap berkompetisi di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2024. Kabar ini disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Awang Khalik, dalam acara Sarasehan Screening Film dan Diskusi Bersama Pelaku Ekonomi Kreatif di Taman Budaya, Jalan Kemakmuran, Samarinda pada Kamis (28/11).

    “Saya ucapkan selamat kepada sineas kita. Semoga perwakilan dari Kaltim bisa bersuara lebih lantang di Indonesia,” ujarnya.

    Pada acara ini juga diputarkan dua film, yakni Mahakam Love Story dan Lamak: Karamat di Kampung Tuha. Menurut Awang, kegiatan seperti ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas produksi film lokal. “Screening ini bukanlah hasil final. Masih ada perbaikan yang diperlukan, baik pada audio maupun gambar. Kami mohon masukan untuk penyempurnaannya,” tambahnya.

    Awang Khalik menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan ruang bagi komunitas untuk berkarya. Tahun 2024, Kaltim telah memproduksi tiga film dengan melibatkan sineas lokal. “Pemerintah tidak bertugas membuat acara, tapi memberi ruang bagi komunitas untuk berkreativitas. Semua dilakukan melalui diskusi dan penganggaran yang jelas,” katanya.

    Gedung Temindung Kreatif Park, eks Bandara Temindung yang kini tengah direnovasi, disiapkan sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif. “Harapan kami, gedung ini menjadi tempat berbagai event seperti pemutaran film, workshop, dan pameran,” ujar Awang.

    Adapun penggiat komunitas, Endry Sulistyo, menyebutkan bahwa acara ini menjadi ajang berkumpulnya berbagai komunitas lintas genre. “Hari ini saya melihat komunitas yang hadir sangat variatif, dari literasi hingga film. Bahkan ada guru yang ikut berpartisipasi,” katanya.

    Sementara itu, produser lokal, Achmad Junaidi, juga menyampaikan cita-citanya untuk memperluas kolaborasi antar subsektor ekonomi kreatif. Acara ini bukan hanya sekadar pemutaran film, tetapi juga momen refleksi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Timur untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas jaringan.

    “Film adalah awal. Kami ingin subsektor lain seperti musik dan teater turut berkembang bersama. Kuncinya adalah kolaborasi dan pengembangan sumber daya manusia,” tandasnya. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img