April19 , 2026

    Musda ISMAPI Kaltim 2026 Tetapkan Kepemimpinan Baru Pendidikan Berbasis Kolaborasi

    Related

    Akhir Pekan Seru! Honda Premium Matic Day Hadir di Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Honda Premium Matic Day (HPMD) Samarinda...

    Jangan Asal Duduk! 5 Posisi Berkendara Ini Bikin Kamu Lebih Aman dan Nyaman

    UNDAS.ID, Samarinda - Sering dianggap sepele, kelelahan saat berkendara...

    Rheza dan Herjun Bersinar! AHRT Sabet Podium di ARRC 2026

    UNDAS.ID, Sepang – Astra Honda Racing Team (AHRT) mencatatkan...

    Debut Adenanta di ASB1000, Indonesia Siap Dominasi ARRC

    UNDAS.ID, Sepang – Astra Honda Racing Team (AHRT) siap...

    Share

    UNDAS.ID, Samarinda – Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMAPI) Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ISMAPI Kaltim sebagai upaya konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan baru. Forum ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan posisi ISMAPI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan pendidikan daerah.

    Musda ISMAPI Kaltim diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari anggota, alumni, serta calon alumni program magister dan doktor manajemen pendidikan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

    Ketua Panitia Musda ISMAPI Kaltim, Prof. Dr. Laili Komariyah, M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda merupakan mandat langsung dari Ketua Pusat ISMAPI. Agenda utama kegiatan tersebut adalah pemilihan dan penetapan Ketua ISMAPI Wilayah Kalimantan Timur periode 2026–2030.

    Tahun ini, Musda ISMAPI Kaltim mengusung tema “Penguatan Peran ISMAPI Melalui Transformasi Kepemimpinan Baru yang Kolaboratif dan Berdampak bagi Pendidikan Berkualitas.” Tema tersebut dinilai selaras dengan kebijakan pendidikan nasional yang menekankan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif.

    Dalam forum tersebut, Laili Komariyah menegaskan bahwa ISMAPI tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam pembangunan pendidikan, khususnya pada aspek manajemen dan administrasi pendidikan yang profesional dan berkelanjutan.

    Usai kegiatan, ia menyampaikan bahwa Musda ISMAPI Kaltim berjalan dengan tertib dan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat.

    “Kegiatan musyawarah daerah ISMAPI Wilayah Kalimantan Timur ini berjalan dengan lancar, sukses dan musyawarah mufakat,” ujar Laili Komariyah, di Gedung Masjaya Universitas Mulawarman, Sabtu (17/1/2026).

    Ia menambahkan, peran ISMAPI ke depan diharapkan semakin kuat sebagai mitra strategis pembangunan pendidikan di Kalimantan Timur, dengan fokus pada penguatan tata kelola pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ISMAPI juga berfokus membantu satuan pendidikan dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen secara sistematis. Menurutnya, pemahaman manajemen tidak hanya penting bagi pemimpin satuan pendidikan, tetapi juga perlu dimiliki oleh para guru.

    Ia menilai, berbagai persoalan pendidikan sering kali berakar dari lemahnya pemahaman terhadap fungsi manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan.

    Untuk itu, ISMAPI terus berkontribusi melalui berbagai program pelatihan, penyuluhan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang manajemen dan administrasi pendidikan.

    “Peran kami itu memberikan pelatihan-pelatihan, memberikan penyegaran terkait apa sih sebenarnya manajemen, apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin satuan pendidikan,” jelasnya.

    Dalam Musda tersebut, ISMAPI Kaltim juga menetapkan Dr. Rozak Fahruddin, M.Pd. sebagai Ketua ISMAPI Kalimantan Timur periode 2026–2030. Ketua terpilih disebut berkomitmen melanjutkan estafet kepemimpinan sebelumnya dengan menitikberatkan penerapan ilmu manajemen secara nyata di satuan pendidikan.

    Ia berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa ISMAPI semakin responsif terhadap kebutuhan di lapangan, baik bagi guru, kepala sekolah, masyarakat, maupun pemerintah daerah.

    “Harapannya, tata kelola pendidikan itu semakin meningkat, baik dari segi pelayanan, relevansi, maupun kualitasnya,” tandasnya. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img