Oktober28 , 2026

    Imbauan 5 Rajab Sekumpul, Mobil Wajib Tunggu 2 Jam Saat Pulang

    Related

    Imbauan 5 Rajab Sekumpul, Mobil Wajib Tunggu 2 Jam Saat Pulang

    UNDAS.ID – Imbauan 5 Rajab Sekumpul mengatur sejumlah ketentuan...

    Honda Genio Tampil Makin Kalcer, Warna Baru Bikin Gaya Retro Makin Kece

    UNDAS.ID – Honda Genio mendapat penyegaran tampilan melalui pilihan...

    Modifikator Kaltim Juara Nasional HMC 2026, Scoopy dan Vario 125 Jadi Andalan

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi...

    Final Battle HMC 2026: Ini Para Jawara Modifikasi Honda

    UNDAS.ID – Honda Modif Contest (HMC) 2026 menetapkan tiga...

    Honda Bikers Day 2026 Kumpulkan 32.214 Bikers, Donasi Rp50 Juta

    UNDAS.ID – Honda Bikers Day (HBD) 2026 berhasil menyatukan...

    Share

    UNDAS.ID – Imbauan 5 Rajab Sekumpul mengatur sejumlah ketentuan bagi jemaah, relawan, warga, hingga pengguna jalan umum menjelang kegiatan rutin di Musholla Arraudhah, Sekumpul, yang berkaitan dengan 5 Rajab 1448 Hijriah atau 2026 Masehi. Salah satu aturan yang menjadi perhatian ialah pembatasan kepulangan kendaraan roda empat (R4) dari lokasi parkir untuk mengutamakan kelancaran pergerakan jemaah.

    Dalam dokumen imbauan yang dibagi, koordinator relawan menetapkan bahwa kendaraan roda empat tidak diperbolehkan meninggalkan area parkir setidaknya dua jam setelah pengaturan kepulangan diberlakukan. Ketentuan ini dimaksudkan agar jemaah yang berjalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua (R2) mendapat prioritas lebih dahulu.

    Secara tegas, imbauan itu menyebut, “R4 tidak boleh keluar dari parkiran minimal 2 jam”. Setelah periode tersebut, pengeluaran kendaraan tetap mengikuti arahan relawan di lokasi parkir.

    Pengaturan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban arus kepulangan jemaah sekaligus mengurangi potensi kepadatan di sekitar kawasan Sekumpul. Jemaah pun diminta memperhatikan petunjuk petugas sejak tiba hingga meninggalkan lokasi kegiatan.

    Stiker Kendaraan Menentukan Jalur Kepulangan

    Selain pembatasan waktu keluar parkir, jemaah yang membawa kendaraan diminta memasang stiker sesuai warna yang ditentukan berdasarkan daerah asal. Stiker harus ditempatkan di bagian depan kendaraan agar mudah terlihat dan membantu relawan mengarahkan kendaraan ke lokasi parkir maupun jalur kepulangan.

    Imbauan tertulis tersebut mengingatkan bahwa “Lokasi parkir menentukan arah jalur kepulangan Anda.”

    Karena itu, jemaah diminta memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan dan tidak meninggalkan area parkir sebelum diperbolehkan. Pengendara juga diimbau meminta tanda atau kartu parkir, tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan, serta memeriksa kembali penumpang dan barang bawaan sebelum berangkat pulang.

    Jemaah yang ingin mendapatkan lokasi lebih dekat dengan pusat kegiatan dianjurkan datang lebih awal. Namun, mereka yang merasa lelah atau mengantuk selama perjalanan diminta beristirahat di posko singgah atau tempat istirahat terdekat.

    Jalan Ahmad Yani Disiapkan untuk Arus Kepulangan

    Rekayasa lalu lintas juga menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Berdasarkan imbauan Tim Induk Sekumpul, seluruh lajur Jalan Ahmad Yani akan digunakan untuk arus kepulangan jemaah, terutama yang bergerak dari Martapura menuju Banjarmasin dan wilayah Hulu Sungai.

    Dalam dokumen itu ditegaskan, “Semua lajur akan dilakukan satu arah (one way)”. Dengan pengaturan tersebut, pengguna jalan umum yang bergerak berlawanan arah diminta menunggu atau mencari jalur alternatif agar tidak berhadapan dengan arus kepulangan jemaah.

    Masyarakat yang memiliki keperluan melintasi kawasan terdampak diminta mengikuti rekayasa lalu lintas serta arahan relawan dan aparat di lapangan. Pengguna jalan juga dianjurkan menghindari jalur tersebut apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

    Pengaturan lalu lintas ini perlu diperhatikan sejak sebelum keberangkatan hingga kegiatan berakhir. Dengan memahami jalur yang ditetapkan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko tersendatnya perjalanan akibat pertemuan arus kendaraan.

    Jemaah Diminta Mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan

    Imbauan 5 Rajab Sekumpul juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan perlengkapan pribadi. Jemaah dianjurkan membawa perlengkapan darurat, menjaga barang bawaan, serta mengikuti arahan relawan dan aparat selama berada di kawasan kegiatan.

    Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit, seperti gangguan jantung atau kondisi medis lainnya, membawa obat-obatan pribadi menjadi hal yang perlu diperhatikan. Mereka juga disarankan mengetahui lokasi posko kesehatan terdekat untuk mengantisipasi keadaan darurat.

    Dokumen imbauan tersebut mengingatkan, “Jangan memaksakan berangkat ke Sekumpul jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan”. Pesan ini juga relevan bagi jemaah yang kondisi kesehatannya sedang menurun atau tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan panjang.

    Sementara itu, keluarga yang membawa anak-anak maupun lanjut usia dianjurkan menyiapkan tanda pengenal berisi nomor telepon yang dapat dihubungi. Identitas tersebut bisa digantungkan di leher atau disisipkan di saku pakaian untuk membantu relawan apabila jemaah terpisah dari rombongan.

    Jemaah juga diminta menjaga barang bawaan dan memberikan identitas pada tas atau perlengkapan pribadi. Langkah ini diharapkan memudahkan proses pencarian apabila barang tertinggal atau ditemukan oleh relawan.

    Dapur Umum Dilarang Menggalang Dana Terbuka

    Pengelolaan dapur umum menjadi bagian lain yang diatur dalam imbauan. Warga yang ingin menyediakan konsumsi bagi jemaah diminta memastikan ketersediaan lahan, relawan, bahan makanan, serta perlengkapan memasak sebelum hari pelaksanaan.

    Jumlah makanan yang disiapkan harus disesuaikan dengan kemampuan finansial, tenaga, dan kapasitas tempat pembagian. Pengelola juga diminta berkoordinasi dengan Tim Induk Sekumpul, Tim Zona, atau posko terdekat ketika membuka dapur umum.

    Pembagian konsumsi perlu dikoordinasikan antardapur dan relawan jalur agar distribusinya merata. Wilayah sekitar dapur diutamakan, sementara kualitas makanan harus tetap terjaga sehingga layak dikonsumsi saat dibagikan kepada jemaah.

    Salah satu larangan yang tercantum dalam dokumen tersebut berbunyi, “Tidak melakukan open donasi (penggalangan dana secara terbuka), apalagi meminta-minta.”

    Selain itu, dapur umum dilarang mengambil keuntungan dari kegiatan, menjadikan aktivitas memasak sebagai konten di media, menggunakan atribut organisasi atau kelompok ketika bertugas, serta memasang perlengkapan yang bertujuan menyemarakkan kegiatan.

    Kemasan makanan juga tidak diperbolehkan memuat tulisan atau lambang untuk kepentingan promosi maupun politik. Relawan diminta tetap berada di wilayah tugas masing-masing, kecuali terdapat kebutuhan mendesak, dan menjaga kebersihan dapur serta lingkungan sekitarnya.

    Warga Diminta Menjaga Ketertiban dan Kebersihan

    Warga yang tinggal di sekitar kawasan kegiatan diminta membantu kelancaran lalu lintas dengan tidak memasang tenda pada ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai jalur utama jemaah. Koordinasi dengan posko setempat juga diperlukan agar aktivitas warga tidak menghambat pergerakan jemaah.

    Masyarakat yang memiliki halaman rumah diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai tempat jemaah menggelar sajadah, bukan sebagai lokasi berdagang. Warga juga diminta tidak mengizinkan pedagang kaki lima menggunakan jalan atau bahu jalan untuk berjualan.

    Bagi warga yang menyewakan rumah atau tempat usaha, imbauan meminta agar harga tetap wajar dan tidak dinaikkan secara berlebihan demi mengambil keuntungan dari momentum kegiatan. Aktivitas jual beli juga diminta dihentikan selama rangkaian kegiatan di Musholla Arraudhah berlangsung.

    Warga yang menampung keluarga atau menyediakan tempat bermalam bagi jemaah dianjurkan memberikan tanda pengenal kepada tamunya. Sementara itu, pemesanan atau pengantaran makanan dari luar kawasan perlu dikoordinasikan dengan posko-posko yang akan dilalui.

    Dalam hal kebersihan, jemaah dan warga diingatkan untuk menerapkan prinsip “Datang Barasih Bulik Barasih”. Artinya, setiap orang diharapkan menjaga kebersihan saat tiba maupun ketika meninggalkan lokasi kegiatan, dengan membawa sampah pulang atau membuangnya di tempat yang telah disediakan.

    Informasi Resmi Menjadi Acuan

    Tim Induk Sekumpul juga mengimbau masyarakat menyampaikan informasi secara benar dan merujuk pada pengumuman resmi melalui kanal Tim Induk Sekumpul maupun media sosial atau situs Arraudhah Sekumpul.

    Bagi jemaah yang menyewa rumah atau tempat bermalam, komunikasi langsung dengan pemilik atau pengelola perlu dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi. Jemaah juga dianjurkan datang lebih awal karena penutupan jalan dapat membuat perjalanan menuju tempat menginap harus dilanjutkan dengan berjalan kaki.

    Sementara itu, jemaah yang berasal dari Martapura, Banjarbaru, dan wilayah sekitar dianjurkan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor apabila memungkinkan berjalan kaki. Langkah ini diharapkan membantu mengoptimalkan ruang parkir bagi jemaah dari luar daerah.

    Seluruh pihak diminta bekerja sama menjaga ketertiban, keselamatan, kebersihan, dan kekhusyukan kegiatan. Kepatuhan terhadap aturan parkir, rekayasa lalu lintas, serta tata tertib relawan diharapkan dapat membantu kegiatan berlangsung lebih tertib dan mengurangi gangguan bagi masyarakat sekitar.

    (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img