Mei25 , 2026

    Achmad Junaidi, Si Lamak Jadi Semangat Baru Perfilman Kaltim

    Related

    Ramadhipa Siap Gaspol di Moto3 Junior World Championship 2026

    UNDAS.ID, Barcelona – Pebalap muda Indonesia binaan PT Astra...

    Keren! Siswa SMK Kini Belajar Langsung Standar Bengkel Resmi Honda

    UNDAS.ID, Riau – Pendidikan vokasi otomotif di Provinsi Riau...

    Bukan Cuma Gowes, Komunitas Pancal Bike Samarinda Dapat Edukasi Safety Riding

    UNDAS.ID, Samarinda – Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara kembali...

    Share

    UNDAS.ID, Samarinda – Film lokal Kalimantan Timur berjudul Si Lamak: Karamat di Kampung Tuha berhasil menarik perhatian publik sejak penayangan perdananya pada 8 Mei 2025 di Wisma Citra Cinema. Minat penonton yang tinggi membuat film ini resmi diperpanjang masa tayangnya hingga 13 Mei 2025. Antusiasme ini menjadi angin segar bagi sineas Kaltim, termasuk pengelola Temindung Creative Hub, yang turut memfasilitasi pemutaran film tersebut.

    Kata kunci seperti Film Si Lamak, penayangan diperpanjang, Wisma Citra Cinema, sineas Kaltim, Temindung Creative Hub menandai kebangkitan gairah industri perfilman daerah yang selama ini minim ruang tayang.

    Produser dan pemeran utama, Achmad Junaidi, mengaku bersyukur atas respon hangat masyarakat.

    “Alhamdulillah, sudah dua hari berjalan lancar. Kita menargetkan 1000 penonton dan ternyata minatnya tinggi, jadi kita tambah dua hari lagi sampai tanggal 13 Mei 2025,” ujarnya di sela kegiatan di Wisma Citra Cinema.

    Film yang mengangkat kearifan lokal ini menjadi bukti bahwa karya sineas daerah bisa bersaing dan diapresiasi publik. Terlebih, pemutaran dilakukan secara mandiri melalui sinergi antara pelaku industri kreatif dan Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, khususnya bidang ekonomi kreatif.

    “Dengan fasilitas yang ada, kami berharap ke depan bisa semakin lengkap. Ini jadi pembelajaran dan semangat untuk terus berkembang,” tambah Junaidi. Ia menekankan pentingnya distribusi yang inklusif agar film daerah tidak hanya berhenti di tahap produksi.

    Lebih dari sekadar hiburan, Si Lamak disebut Junaidi sebagai pemicu semangat sineas lokal lainnya.

    “Ini bukti bahwa karya kita layak diapresiasi. Kalau ingin memasyarakatkan film, maka harus ada ruang dan dukungan agar bisa diterima lebih luas,” pungkasnya. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img