Oktober11 , 2026

    Achmad Junaidi, Si Lamak Jadi Semangat Baru Perfilman Kaltim

    Related

    Bintang Pranata Raih Podium Kedua Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026 di Mandalika

    UNDAS.ID - Bintang Pranata berhasil mengamankan podium kedua pada...

    Siswa Samarinda Raih Juara 2 Nasional Cari Aman Academy 2026

    UNDAS.ID - Cari Aman Academy 2026 mengantarkan Geraldo Tristan...

    6 Pebalap Indonesia Siap Gaspol di IM4AC Mandalika 2026

    UNDAS.ID - Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 seri...

    2.179 Mahasiswa Ikut Gerakan Donor Darah, 6.345 Kantong Terkumpul

    UNDAS.ID - Donor darah mahasiswa menjadi bagian dari gerakan...

    Serunya Rolling City HBD 2026, 560 Riders Jelajah Kota Tepian

    UNDAS.ID - 560 riders menyusuri sejumlah ruas Kota Samarinda...

    Share

    UNDAS.ID, Samarinda – Film lokal Kalimantan Timur berjudul Si Lamak: Karamat di Kampung Tuha berhasil menarik perhatian publik sejak penayangan perdananya pada 8 Mei 2025 di Wisma Citra Cinema. Minat penonton yang tinggi membuat film ini resmi diperpanjang masa tayangnya hingga 13 Mei 2025. Antusiasme ini menjadi angin segar bagi sineas Kaltim, termasuk pengelola Temindung Creative Hub, yang turut memfasilitasi pemutaran film tersebut.

    Kata kunci seperti Film Si Lamak, penayangan diperpanjang, Wisma Citra Cinema, sineas Kaltim, Temindung Creative Hub menandai kebangkitan gairah industri perfilman daerah yang selama ini minim ruang tayang.

    Produser dan pemeran utama, Achmad Junaidi, mengaku bersyukur atas respon hangat masyarakat.

    “Alhamdulillah, sudah dua hari berjalan lancar. Kita menargetkan 1000 penonton dan ternyata minatnya tinggi, jadi kita tambah dua hari lagi sampai tanggal 13 Mei 2025,” ujarnya di sela kegiatan di Wisma Citra Cinema.

    Film yang mengangkat kearifan lokal ini menjadi bukti bahwa karya sineas daerah bisa bersaing dan diapresiasi publik. Terlebih, pemutaran dilakukan secara mandiri melalui sinergi antara pelaku industri kreatif dan Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, khususnya bidang ekonomi kreatif.

    “Dengan fasilitas yang ada, kami berharap ke depan bisa semakin lengkap. Ini jadi pembelajaran dan semangat untuk terus berkembang,” tambah Junaidi. Ia menekankan pentingnya distribusi yang inklusif agar film daerah tidak hanya berhenti di tahap produksi.

    Lebih dari sekadar hiburan, Si Lamak disebut Junaidi sebagai pemicu semangat sineas lokal lainnya.

    “Ini bukti bahwa karya kita layak diapresiasi. Kalau ingin memasyarakatkan film, maka harus ada ruang dan dukungan agar bisa diterima lebih luas,” pungkasnya. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img