UNDAS.ID – Siswa SMK Negeri 16 Samarinda mendapat pembekalan dunia kerja dari Astra Motor Kalimantan Timur 2 sebagai persiapan sebelum menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin). Kegiatan yang berlangsung Jumat (11/9) itu diikuti puluhan siswa dan diisi dengan materi mengenai perkembangan teknologi sepeda motor Honda serta budaya kerja profesional di industri otomotif.
Pembekalan tersebut merupakan bagian dari dukungan Astra Motor Kalimantan Timur 2 selaku Main Dealer sepeda motor Honda sekaligus bagian dari PT Astra International Tbk terhadap pengembangan pendidikan vokasi.
Dalam kegiatan itu, para siswa tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan teknologi sepeda motor Honda. Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai budaya kerja profesional yang diterapkan di lingkungan industri otomotif.
Sesi inspiratif dan diskusi interaktif menjadi bagian dari kegiatan pembekalan. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan sebelum terjun ke dunia kerja.
Pembekalan diberikan sebagai salah satu langkah untuk mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA). Materi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal tambahan bagi siswa ketika menjalani Prakerin.
Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2 Ignatius Nindyatama mengatakan, pembekalan tersebut merupakan bentuk nyata perusahaan dalam membantu mempersiapkan generasi muda sebelum memasuki dunia kerja.
Menurut Nindyatama, kemampuan teknis yang diperoleh siswa perlu diimbangi dengan penguasaan soft skill. Keterampilan tersebut menjadi kompetensi pendukung yang diperlukan agar siswa lebih siap beradaptasi dengan lingkungan profesional.
Melalui pembekalan sebelum Prakerin, siswa SMKN 16 Samarinda diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja.
“Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para siswa dalam meraih cita-cita, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penguasaan soft skill sebagai kompetensi pendukung yang melengkapi kemampuan teknis dalam memasuki dunia kerja,” tandas Nindyatama.



