UNDAS.ID, Jawa Barat – Desa Jalatrang di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, perlahan bergerak menuju wajah baru. Bukan sekadar desa agraris, wilayah dengan lebih dari 6.300 penduduk ini kini tengah menata masa depan sebagai desa wisata berkelanjutan melalui Program Desa Sejahtera Astra Honda Jalatrang yang diinisiasi Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM).
Program ini dirancang bukan hanya membangun fisik desa, tetapi menghidupkan peran masyarakat sebagai motor penggerak perubahan. Berbasis empat pilar utama—pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi kewirausahaan, Desa Jalatrang diarahkan menjadi desa mandiri yang mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
Pada sektor lingkungan, Yayasan AHM bersama warga menguatkan implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim). Kegiatan nyata dilakukan mulai dari pengelolaan sampah terpadu, pengembangan bank sampah, hingga kampanye pilah sampah yang berkelanjutan. Upaya ini tidak berhenti pada aspek kebersihan semata, tetapi juga mendorong lahirnya produk olahan sampah bernilai ekonomis sebagai bagian dari praktik ekonomi sirkular di tingkat desa.
Sementara itu, pilar ekonomi kewirausahaan difokuskan pada penguatan UMKM lokal. Warga mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas produksi, pelatihan pemasaran, hingga diversifikasi produk berbasis potensi desa. Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan adalah kebun buah naga, yang diharapkan menjadi daya tarik ekonomi sekaligus wisata Desa Jalatrang.
Tak kalah penting, aspek kesehatan dan pendidikan turut diperkuat melalui edukasi berkelanjutan. Masyarakat dibekali pemahaman tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi keluarga seimbang sesuai piramida makanan, serta penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis lingkungan.
Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, menyambut positif kolaborasi tersebut.
“Kami sangat menyambut baik hadirnya Program Desa Sejahtera Astra Honda di Jalatrang. Dukungan ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang, khususnya dalam penguatan ProKlim, UMKM, dan peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan,” ujar Dadi.
Optimisme serupa disampaikan Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa harus berangkat dari penguatan kapasitas masyarakat.
“Program Desa Sejahtera Astra Honda di Jalatrang bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi membangun kapasitas masyarakatnya untuk naik level. Kami ingin masyarakat tumbuh menjadi komunitas yang mandiri, sehat, kreatif, dan berdaya saing dan siap melakukan pengembangan desa melalui empat pilar program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Muhib.
Program ini melanjutkan rekam jejak Yayasan AHM dalam pemberdayaan komunitas berbasis lingkungan, setelah sebelumnya sukses mengembangkan Kampung Berseri Astra Honda Cidadap di Padalarang, Jawa Barat. Dengan melibatkan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, UMKM, lembaga pendidikan, hingga komunitas lokal, Desa Jalatrang diproyeksikan menjadi model desa berkelanjutan di Jawa Barat.
Lebih dari sekadar program sosial, Desa Sejahtera Astra Honda Jalatrang menjadi bukti bahwa kolaborasi industri dan masyarakat mampu melahirkan perubahan nyata—menguatkan ekonomi lokal, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. (red)



