April19 , 2026

    Program Titian Lestari, Upaya Nyata Selamatkan Owa Jawa yang Terancam Punah

    Related

    Akhir Pekan Seru! Honda Premium Matic Day Hadir di Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Honda Premium Matic Day (HPMD) Samarinda...

    Jangan Asal Duduk! 5 Posisi Berkendara Ini Bikin Kamu Lebih Aman dan Nyaman

    UNDAS.ID, Samarinda - Sering dianggap sepele, kelelahan saat berkendara...

    Rheza dan Herjun Bersinar! AHRT Sabet Podium di ARRC 2026

    UNDAS.ID, Sepang – Astra Honda Racing Team (AHRT) mencatatkan...

    Debut Adenanta di ASB1000, Indonesia Siap Dominasi ARRC

    UNDAS.ID, Sepang – Astra Honda Racing Team (AHRT) siap...

    Share

    UNDAS.ID, Pekalongan – Program konservasi Owa Jawa kembali diperkuat melalui inisiatif Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) yang menggandeng komunitas pemerhati primata dalam meluncurkan program Titian Lestari di kawasan Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Program yang sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs) ini menegaskan peran Yayasan AHM dalam menjaga keberlanjutan flora dan fauna endemik.

    Peluncuran program pada Sabtu (29/11) itu turut menghadirkan Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Jawa Tengah, serta jajaran pemerintah daerah. Melalui kolaborasi bersama masyarakat sekitar hutan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat skema pentahelix dalam upaya pelestarian lingkungan berkelanjutan.

    Kawasan Petungkriyono dan Lebakbarang dikenal sebagai habitat penting bagi lima spesies primata, termasuk Owa Jawa (Hylobates moloch) yang berstatus Endangered menurut daftar merah IUCN. Meski berada di luar kawasan konservasi resmi, wilayah ini menghadapi ancaman serius seperti fragmentasi habitat, perambahan, hingga perburuan satwa liar.

    Program Titian Lestari mengintegrasikan pemulihan ekosistem melalui produksi dan penanaman bibit lokal, perawatan area tanam, edukasi lingkungan untuk generasi muda, serta pemasangan sarana informasi konservasi. Selain menjaga keberlanjutan alam, program ini juga mendorong ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk hasil hutan bukan kayu bersama Kelompok Wanita Tani (KWT).

    Memperingati Hari Penanaman Pohon Indonesia, Yayasan AHM menanam 8.000 pohon berbagai jenis seperti Kayu Sapi, Kayu Babi, Kepayang, dan Aren. Jenis-jenis tanaman ini dipilih untuk memperkuat struktur hutan sekaligus menyediakan pakan alami bagi Owa Jawa yang mengandalkan konektivitas tajuk dalam aktivitas hidupnya.

    Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan komitmen lembaga dalam pelestarian satwa endemik.

    “Kami hadir mengajak masyarakat luas dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia dan keseimbangan ekosistem hutan. Konservasi tidak hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang menguatkan peran masyarakat agar dapat tumbuh dan sejahtera secara berkelanjutan bersama lingkungannya,” ujar Muhib.

    Program ini turut didukung oleh PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img