November6 , 2026

    6 Cara Merawat Motor yang Lama Terparkir agar Tetap Prima

    Related

    Bintang Pranata Bidik Gelar Juara Moto4 Asia Cup 2026 di Qatar

    UNDAS.ID – Empat pebalap muda Indonesia binaan PT Astra...

    6 Cara Merawat Motor yang Lama Terparkir agar Tetap Prima

    UNDAS.ID – Sepeda motor yang jarang digunakan bukan berarti...

    Lima Guru Kaltim Melaju ke Penjurian Regional Guru Inspiratif Astra Honda 2026

    UNDAS.ID – Lima tenaga pendidik dari Kalimantan Timur berhasil...

    AHM Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan Lewat Green Act Fest 2026

    UNDAS.ID – PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak generasi...

    Share

    UNDAS.ID – Sepeda motor yang jarang digunakan bukan berarti terbebas dari risiko kerusakan. Kendaraan yang terlalu lama terparkir tanpa perawatan rutin justru berpotensi mengalami penurunan kondisi pada sejumlah komponen, mulai dari aki, ban, sistem kelistrikan, hingga bagian mesin.

    Karena itu, Astra Motor Kalimantan Timur 2 selaku Main Dealer sepeda motor Honda mengingatkan konsumen agar tetap memperhatikan perawatan kendaraan meskipun tidak digunakan setiap hari.

    Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Nindyatama, menjelaskan bahwa kendaraan yang lama terparkir dapat mengalami penurunan kondisi, terutama pada komponen yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan berkala.

    “Motor yang sering tak digunakan dalam waktu lama, bisa membuat beberapa komponen mengalami penurunan kondisi, terutama aki, ban, sistem kelistrikan, serta komponen yang berkaitan dengan pelumasan,” ungkap Nindyatama.

    Agar sepeda motor tetap dalam kondisi prima dan siap digunakan kembali, ada enam hal yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan.

    1. Periksa kondisi aki

    Aki menjadi salah satu komponen yang rentan mengalami penurunan daya ketika motor tidak digunakan dalam waktu lama. Pada sepeda motor modern, aki tidak hanya berfungsi untuk menghidupkan mesin, tetapi juga menopang berbagai sistem kelistrikan.

    Jika motor akan disimpan dalam waktu lama, pemilik dapat melepas terminal negatif (-) aki untuk membantu mencegah kehilangan daya. Apabila aki kehabisan daya, hindari penggunaan charger baterai tipe otomotif (automobile) yang tidak sesuai karena berpotensi menimbulkan panas berlebih dan kerusakan.

    2. Pastikan tekanan dan kondisi ban

    Sebelum kembali digunakan, periksa tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Jangan hanya melihat kondisi permukaannya, tetapi perhatikan juga kemungkinan adanya retakan, benjolan, atau benda asing yang menancap.

    Ban yang lama menopang beban kendaraan dalam posisi diam juga perlu diperiksa untuk memastikan kondisinya masih layak digunakan.

    3. Ganti oli sesuai jadwal

    Meski motor jarang digunakan, penggantian oli mesin tetap harus mengikuti jadwal perawatan yang ditentukan pabrikan. Astra Motor Kaltim 2 merekomendasikan penggantian oli setiap 4.000 kilometer atau empat bulan, maupun 6.000 kilometer atau enam bulan, sesuai ketentuan yang berlaku pada model kendaraan.

    Artinya, jarak tempuh yang tidak bertambah bukan alasan untuk menunda penggantian oli tanpa batas waktu. Cairan lain, seperti coolant dan minyak rem, juga perlu diperiksa sesuai interval servis yang tercantum dalam Buku Pedoman Pemilik dan Servis Garansi.

    4. Periksa rantai dan komponen berbahan krom

    Bagi sepeda motor yang menggunakan rantai, pastikan kondisi serta tingkat kekencangannya sesuai standar. Bersihkan kotoran yang menempel dan berikan pelumas rantai sesuai kebutuhan.

    Sementara itu, komponen berbahan krom perlu dijaga kebersihannya. Ketika motor akan disimpan dalam waktu lama, perlindungan antikarat dapat diberikan menggunakan produk yang sesuai untuk membantu mencegah korosi.

    5. Periksa sistem pengereman

    Jangan langsung menggunakan motor setelah lama terparkir tanpa memeriksa sistem pengeremannya. Pastikan respons tuas rem normal dan periksa kemungkinan kebocoran minyak rem.

    Jika rem terasa terlalu dalam, muncul bunyi tidak wajar, atau kinerjanya berbeda dari biasanya, sebaiknya kendaraan diperiksa terlebih dahulu sebelum kembali digunakan.

    6. Lakukan pemeriksaan sebelum berkendara

    Sebelum membawa motor keluar dari garasi, lakukan pengecekan sederhana terhadap sejumlah komponen. Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi, rem berfungsi normal, lampu dan lampu sein menyala, serta klakson bekerja dengan baik.

    Periksa pula kemampuan aki untuk menghidupkan mesin, pastikan tidak ada kebocoran cairan, dan amati kondisi fisik ban maupun kabel kendaraan. Pemeriksaan sederhana ini membantu mendeteksi potensi masalah sebelum motor digunakan di jalan.

    Nindyatama mengingatkan bahwa menyalakan mesin sesekali belum cukup untuk memastikan sepeda motor tetap terawat. Pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan agar setiap komponen berada dalam kondisi baik.

    “Perlu diingat bahwa menyalakan motor sesekali bukan berarti tidak merawat motor sama sekali. Sepeda motor yang jarang digunakan pun perlu untuk dicek kondisi dan komponennya agar benar-benar berada dalam kondisi baik. Periksalah motor anda yang sudah lama tidak digunakan dicek dan dirawat dengan tepat di jaringan AHASS kami yang telah tersedia,” tambah Nindyatama.

    Bagi konsumen yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, perawatan sepeda motor dapat dilakukan melalui jaringan bengkel resmi AHASS agar kondisi kendaraan tetap terjaga dan siap mendukung aktivitas sehari-hari.

    (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img