Oktober26 , 2026

    Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Menghapus Dosa, Mendekatkan Diri pada Allah

    Related

    Honda Africa Twin Tampil Makin Gagah, Hadir Warna Baru Grand Prix Red

    UNDAS.ID – PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyegaran...

    Modifikator Samarinda Siap Bersaing di Final Battle HMC 2026

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur bersiap menunjukkan kreativitasnya...

    Masih Terngiang! Ribuan Bikers Honda Bikin Samarinda Penuh Persaudaraan

    UNDAS.ID – Honda Bikers Day (HBD) Regional Kalimantan 2026...

    Honda Bikers Day 2026 Sambangi 3 Pulau, Puncak Digelar di Ambarawa

    UNDAS.ID – Honda Bikers Day (HBD) 2026 menyatukan ribuan...

    Share

    UNDAS.ID – Dua hari menjelang Iduladha memiliki keistimewaan luar biasa dalam Islam. Pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah—dua amalan sunnah yang penuh keberkahan dan keutamaan besar.

    Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilaksanakan?
    Puasa Tarwiyah: 8 Dzulhijjah

    Puasa Arafah: 9 Dzulhijjah

    Dua puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Bagi jemaah haji, puasa Arafah hukumnya makruh, karena mereka membutuhkan tenaga untuk menjalani wukuf di Padang Arafah.

    Keutamaan Besar dalam Dua Puasa Ini
    Menurut sabda Rasulullah saw.:

    “Puasa Tarwiyah menghapus dosa setahun. Sedangkan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.”
    (HR Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar dalam Jam’ul Jawami’).

    Imam Nawawi dan Syekh Abdurrauf Al-Munawi menjelaskan dalam kitab Faidul Qadir, bahwa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana juga ditegaskan dalam Syarah Muslim.

    Selain penghapusan dosa, keutamaan lain puasa Arafah adalah pembebasan dari siksa neraka. Rasulullah bersabda:

    “Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibanding hari Arafah.”
    (HR Muslim)

    Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
    Waktu niat puasa sunnah sama seperti puasa pada umumnya: sejak terbenam matahari hingga terbit fajar. Namun, bagi yang lupa, niat masih boleh dilakukan di pagi hari (selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa).

    Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
    Malam hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Siang hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
    Malam hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Siang hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah kesempatan emas untuk menghapus dosa, mendekatkan diri kepada Allah, dan menyambut Iduladha dengan hati yang bersih. Mari niatkan ibadah ini dengan ikhlas dan istiqamah, semoga kita termasuk hamba yang mendapat rahmat-Nya. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img