April25 , 2026

    Operasi Oboe-2: Pertempuran Balikpapan, Pamungkas Perang Dunia II yang Terlupakan

    Related

    Zen on Wheels: Kampanye Safety Riding untuk Kartini Masa Kini

    UNDAS.ID, Jakarta - Di tengah mobilitas yang semakin tinggi,...

    Zen on Wheels! Cara Baru Rayakan Hari Kartini dengan Safety Riding

    UNDAS.ID, Samarinda - Semangat emansipasi Kartini kini hadir dalam...

    Akhir Pekan Seru! Honda Premium Matic Day Hadir di Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Honda Premium Matic Day (HPMD) Samarinda...

    Share

    UNDAS.ID, Balikpapan – Pertempuran Balikpapan 1945 menjadi babak terakhir dalam operasi darat besar Sekutu pada masa Perang Dunia Kedua. Melalui Operasi Oboe-2, sekitar 33.000 pasukan Australia menyerbu wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur, yang saat itu menjadi markas penting militer Jepang dan pusat kilang minyak utama di Asia Timur. Misi ini menjadi bagian dari strategi Sekutu untuk membebaskan Pulau Borneo dari pendudukan Jepang sejak 1942.

    Pendaratan besar-besaran ini dimulai pada fajar, 1 Juli 1945. Tentara Australia bersama kekuatan laut dan udara Sekutu menggempur pertahanan Jepang di sepanjang pantai selatan Balikpapan. Pertempuran berlangsung sengit melawan sekitar 3.000 tentara Jepang yang bertahan mati-matian di berbagai sektor kota.

    Sebelum pendaratan, wilayah tersebut telah dibombardir oleh armada gabungan dari KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) dan tentara Amerika Serikat. Dukungan ini memungkinkan pasukan Australia menembus pertahanan Jepang hingga sejauh dua kilometer ke arah daratan hanya dalam waktu sehari.

    Meski berhasil menguasai pusat kota keesokan harinya, pertempuran berlanjut hingga dua pekan lebih di sisi utara dan barat Balikpapan. Dua lapangan terbang strategis di pesisir timur baru bisa direbut pada 9 Juli 1945. Di garis depan, pasukan Jepang terus memberi perlawanan sengit dari dalam parit pertahanan mereka.

    Sebuah plakat tembaga berjudul “Balikpapan and Australia 1945” kini berdiri sebagai penanda peristiwa bersejarah ini. Plakat yang dibuat oleh seniman Ross J. Bastian pada 1998 ini ditulis dalam dua bahasa dan didirikan dengan dukungan WMC Limited, menemani tugu peringatan yang ada di lokasi.

    “Dalam penyerbuan melalui laut yang direncanakan dan dikoordinasi dengan baik terhadap Tarakan, Teluk Brunei dan Balikpapan… Pasukan Australia menerjang dan mengalahkan pasukan Jepang yang siap siaga dan gigih bertahan,” dikutip dari plakat tersebut via National Geographic.

    Operasi Oboe-2 ini menandai penutupan rangkaian serangan darat Sekutu selama Perang Dunia II. Perang baru benar-benar usai setelah Jepang menyatakan menyerah pada 14 Agustus 1945.

    “Penyerbuan Balikpapan merupakan operasi sekutu besar-besaran yang terakhir di darat selama Perang Dunia Kedua, dan pertempuran itu baru selesai dengan berakhirnya perang pada tanggal 14 Agustus 1945,” tertulis dalam plakat bersejarah tersebut. (*)

    Facebook Comments Box
    spot_img