UNDAS.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menerima penghargaan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan kegiatan penanaman 1.010 pohon liberika dengan peserta terbanyak mencapai 1.486 orang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN beberapa waktu lalu.
Kegiatan bertajuk penanaman kopi liberika ini merupakan hasil kolaborasi lintas pemangku kepentingan antara Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU), Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Universitas Mulawarman, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, SMK Negeri 1 PPU, Tim Aktivis Olahraga Air, serta sejumlah mitra strategis IKN lainnya.
Inisiatif hijau ini turut mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Pupuk Kaltim, Bakoel Bambu, Selera Nikmat Nusantara, dan Kampung Kecil, yang ikut memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan di kawasan IKN.
“Saya memohon kepada penanggung jawab MURI, dicatat betul satu per satu penanamnya. Jadi, ini bukan hanya seremoni bagi kita, ini semangat kita. Semua masyarakat berkumpul, meningkatkan kopi liberika sebagai branding sendiri sekaligus produk unggulan Nusantara,” ujar Basuki Hadimuljono.
Basuki menjelaskan bahwa kopi liberika telah menjadi bagian dari sejarah Sepaku sejak 1981, sehingga penanaman pohon ini memiliki nilai simbolis bagi warga lokal. Meskipun Otorita IKN menjadi penerima penghargaan, Basuki secara langsung menyerahkan piagam rekor MURI kepada Asosiasi Petani Kopi Liberika Sepaku (APKLS) sebagai bentuk penghormatan terhadap peran petani.
“Rekor ini akan saya serahkan kepada ‘profesor kopi liberika Sepaku’, sebagai dorongan dan dukungan penanaman kopi liberika ke depan di Nusantara,” kata Basuki sambil menyerahkan penghargaan kepada Slamet Prayoga, Penasihat APKLS.
Ketua APKLS, Sugiman, menegaskan bahwa kopi liberika memiliki ketahanan tinggi dan nilai ekonomi menjanjikan bagi masyarakat.



