September27 , 2026

    Biaya Kesehatan Makin Tinggi, Ini Pesan Bidang Pembudayaan Olahraga

    Related

    Ramadhipa Bidik Poin Maksimal di Aragón, Modal 80 Poin

    UNDAS.ID - Ramadhipa bersiap menghadapi putaran keenam FIM Moto3...

    New Honda Stylo 160 Punya 2 Warna Baru, Makin Fashionable

    UNDAS.ID - New Honda Stylo 160 mendapat penyegaran melalui...

    Honda Etam Peduli Bergerak, 11.200 Masker untuk Warga Samarinda

    UNDAS.ID - Honda Etam Peduli kembali bergerak di tengah...

    Honda Modif Contest Samarinda Series Tuntas, Ini Daftar Pemenangnya

    UNDAS.ID - Honda Modif Contest Samarinda Series tahun 2026...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Suriani, menyatakan beban biaya kesehatan yang ditanggung pemerintah tahun lalu cukup tinggi. Biayanya bahkan mencapai 12,14 triliun dengan 15,5 juta kasus di Indonesia hanya untuk satu penyakit, yakni jantung. “Ini sesuai data SDI 2023 milik Kemenpora,” ucapnya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Bagi Suriani, cara terbaik untuk menekan biaya kesehatan adalah dengan memilih langkah promotif dan preventif dalam mewujudkan kesehatan. Memang, segala sesuatu memang memerlukan alokasi anggaran juga. Pengalokasian anggaran yang tepat untuk program kesehatan promotif dan preventif sangat penting dilakukan untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

    “Hal tersebut merupakan langkah untuk meredam laju biaya tinggi kesehatan, terutama karena penyakit tidak menular,” tuturnya.

    Suriani berpesan, masyarakat harus giat berolahraga agar terhindar di pelbagai macam penyakit. Baik yang menular maupun tidak menular. “Kami dari Bidang Pembudayaan Olahraga mengajak masyarakat untuk selalu berolahraga agar bisa menjaga tubuh selalu sehat,” bebernya.

    Suriani menegaskan, hal ini tentu saja menjadi maslaah erius. Sebab produktivitas masyarakat menjadi turun. Bahkan kualitas generasi bangsa juga ikut merosot. “Makanya ini berdampak besar pada beban pemerintah karena penanganan penyakit idak menular membutuhkan biaya besar,” sebutnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img