Agustus28 , 2026

    DBON Kaltim Ubah Pola Pembinaan

    Related

    Jangan Abaikan, Filter Udara Kotor Bisa Bikin Motor Boros dan Loyo

    UNDAS.ID – Filter udara motor kotor menjadi salah satu...

    AHASS Setya Tama Motor Resmi Dibuka, Layanan Honda Bengalon Makin Dekat

    UNDAS.ID – Astra Honda Authorized Service Station atau AHASS...

    Honda Independence 2026: DP Mulai Rp900 Ribu, Hemat hingga Rp8 Juta

    UNDAS.ID – Promo Honda Agustus 2026 bertajuk Honda Independence...

    Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Pengendara Motor Wajib Tahu 9 Tips Ini

    UNDAS.ID – Kabut asap di Kalimantan Timur (Kaltim) akibat...

    Convoy Merdeka 2026: 40 Riders Keliling Samarinda Rayakan HUT RI

    UNDAS.ID – Convoy Merdeka 2026 menjadi cara lebih dari...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Kepala Pelaksana Sekretariat Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kalimantan Timur (Kaltim), Zairin Zain, menyatakan tahun ini seluruh cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan pihaknya belum mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON). Alasannya, DBON Kaltim masih fokus mempersiapkan atlet-atlet usia dini yang diharapkan mampu mengukir prestasi bagi Benua Etam pasca lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Mereka yang berprestasi inilah nanti yang akan direkrut oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia, Red.) untuk mewakili Kaltim di pelbagai kejuaraan,” katanya, belum lama ini.

    Zairin Zain menjelaskan, upaya DBON Kaltim mencari bibit atlet usia dini memang dimulai dari nol. Tujuannya, agar atlet yang dibina sejak kecil itu menjadi atlet negara yang dibiayai pemerintah. Hal ini tentu memberikan tantangan tersendiri dan berbeda dengan program lain.

    Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) misalnya, memiliki atlet yang sudah memiliki prestasi. Namun atlet-atlet tersebut tidak dibina sedari dini. Dari titik itu, menurut Zairin Zain, atlet yang bersangkutan tidak bisa diukur seluruh kemampuannya. “Sepak bola juga begitu. Selama kita menggunakan anak-anak Indonesia yang tidak dilatih sejak usia dini, maka prestasinya akan menurun,” jelasnya.

    Masih di sepak bola, Zairin Zain menerangkan, tim nasional Indonesia sukses lewat program naturalisasi. Sebab prestasi itu hadir lantaran atlet yang direktur telah mendapatkan pembinaan sejak usia dini di akademi sepak bola. “Ini yang membedakan,” tegasnya. “Inilah yang coba kami ubah melalui pola pembinaan,” timpal Zairin Zain. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img