UNDAS.ID – Filter udara motor kotor menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan pengendara saat musim kemarau. Meningkatnya debu di jalan membuat komponen penyaring udara tersebut bekerja lebih keras sehingga kotoran dapat menumpuk lebih cepat.
Kondisi ini dapat memengaruhi performa kendaraan. Selain membuat tarikan motor terasa kurang responsif, filter udara yang tidak dalam kondisi baik juga berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Musim kemarau dan cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur membuat pengguna sepeda motor perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kendaraan, terutama bagi mereka yang setiap hari beraktivitas di jalan.
Filter udara memiliki fungsi penting dalam sistem pembakaran mesin. Komponen ini bertugas menyaring debu dan berbagai partikel kotoran sebelum udara masuk ke ruang bakar.
Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Ignatius Nindyatama, mengatakan kondisi filter udara yang kotor dapat menghambat pasokan udara yang dibutuhkan mesin.
“Tanpa filter udara yang bersih, aliran udara ke ruang bakar akan terhambat. Hal ini akan mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal,” ungkap Ignatius.
3 Penyebab Filter Udara Motor Cepat Kotor
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat filter udara lebih cepat dipenuhi debu selama musim kemarau.
Pertama, permukaan jalan yang kering membuat debu lebih mudah beterbangan. Partikel tersebut kemudian dapat masuk dan terhisap melalui sistem intake udara kendaraan.
Kedua, pengendara yang sering melintasi kawasan dengan tingkat debu tinggi memiliki risiko lebih besar. Misalnya jalan padat kendaraan, area proyek konstruksi, jalur berpasir, pinggir jalan hingga rute yang banyak dilalui kendaraan besar.
Ketiga, intensitas penggunaan sepeda motor juga menjadi faktor. Semakin sering kendaraan digunakan, semakin besar pula kemungkinan filter udara terpapar debu dan kotoran.
Kenali 4 Tanda Filter Udara Mulai Kotor
Pengendara dapat mengenali sejumlah gejala yang menunjukkan filter udara perlu mendapatkan perhatian.
Salah satunya adalah tarikan motor yang terasa lebih berat dan kurang responsif. Selain itu, konsumsi bahan bakar dapat menjadi lebih boros karena proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal.
Tanda lainnya adalah tenaga mesin yang terasa menurun, terutama ketika motor digunakan untuk menanjak atau membawa penumpang.
Suara mesin yang terdengar lebih kasar juga dapat menjadi salah satu gejala yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Bisa Berdampak pada Performa Mesin
Kondisi filter udara yang terus dibiarkan kotor tidak hanya memengaruhi kenyamanan saat berkendara.
Aliran udara yang terhambat dapat berdampak pada penurunan performa mesin dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat membuat ruang bakar lebih cepat kotor serta berpotensi memengaruhi usia pakai sejumlah komponen mesin.
“Pemeriksaan filter udara secara berkala adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga motor tetap irit, responsif, dan nyaman digunakan,” tambah Nindya.
Ia menyarankan pengguna sepeda motor untuk melakukan pemeriksaan filter udara sesuai jadwal perawatan kendaraan. Namun, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering apabila motor kerap digunakan di lingkungan yang memiliki tingkat debu tinggi.
“Idealnya, pemeriksaan filter udara dilakukan saat servis berkala di AHASS setiap 18.000 kilometer sesuai jadwal perawatan motor Honda. Namun, pada musim kemarau atau jika motor sering digunakan di area berdebu, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering. Teknisi AHASS akan memeriksa kondisi filter udara, membersihkannya jika masih memungkinkan, atau menyarankan penggantian apabila kondisinya sudah tidak layak pakai,” tandasnya.



