Maret25 , 2026

    Dramatis! Bintang Pranata Sukma Podium di Moto4 Asia Cup

    Related

    Dari Desa untuk Negeri: 30 Kader Kesehatan Sukamukti ‘Dibekingi’ AHM

    UNDAS.ID, Bekasi - Di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Jawa...

    8 Tips Mudik Motor Aman Jelang Lebaran, Nomor 4 Sering Diabaikan!

    UNDAS.ID, Samarinda - Menjelang Hari Raya Idulfitri, menjadi perhatian...

    Ngabuburit Seru! 90 Peserta Ramaikan Honda AT Family Day Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Event Honda AT Family Day Samarinda,...

    Astra Motor Kaltim 2 Pererat Silaturahmi Media Lewat Bukber di Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi...

    Share

    UNDAS.ID, Buriram, Thailand – Pebalap muda Indonesia menunjukkan performa menjanjikan pada balapan pembuka Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 di Chang International Circuit Buriram Thailand Sabtu 28 Februari 2026. Bintang Pranata Sukma berhasil mengamankan podium ketiga setelah melakukan manuver dramatis di tikungan terakhir. Keberhasilan tersebut membuat bendera Merah Putih kembali berkibar di ajang balap Asia.

    Di tengah persaingan sengit lintasan, talenta muda Indonesia berhasil menunjukkan taringnya. Salah satunya adalah Bintang Pranata Sukma, yang secara dramatis mengamankan posisi podium ketiga setelah melakukan manuver berani di tikungan terakhir. Aksi tersebut membuat bendera Merah Putih berkibar di Negeri Gajah Putih.

    Sejak awal balapan, atmosfer kompetisi sudah terasa panas. Empat pebalap muda Indonesia yakni Bintang Pranata Sukma, Resky Yusuf, Maulana Malik, dan Muh Badly Ayatullah tampil penuh motivasi untuk menaklukkan sirkuit Chang yang terkenal teknis dan menuntut konsentrasi tinggi.

    Pada sesi kualifikasi, Bintang memulai balapan dari posisi kelima, disusul Resky di posisi keempat, Badly di posisi ke-11, dan Maulana di posisi ke-14. Ketika lampu start padam, tiga pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yakni Bintang, Resky, dan Badly langsung terlibat dalam persaingan ketat di barisan depan.

    Lima lap pertama berlangsung sangat intens. Posisi para pebalap terus berubah karena masing-masing mencoba mencari celah untuk menyalip. Selain kemampuan mengendalikan motor NSF250R, strategi pengelolaan ban menjadi faktor penting agar tetap kompetitif hingga lap-lap akhir.

    Memasuki lap terakhir, tensi balapan semakin meninggi. Para pebalap meningkatkan ritme untuk memperebutkan posisi terbaik. Bintang dan Resky yang berada di kelompok 10 besar terus memacu motornya, berusaha menyelinap di antara para rival.

    Momen penentuan terjadi di tikungan terakhir. Bintang yang saat itu berada di posisi kelima melihat celah kecil di depan. Dengan pengereman presisi dan teknik cornering yang halus, ia berhasil menyalip dua pebalap sekaligus.

    Manuver itu langsung mengantarkannya ke posisi ketiga, sekaligus memastikan Indonesia naik ke podium di tengah dominasi pebalap Jepang.

    Sementara itu, Resky Yusuf menutup balapan di posisi ke-10, Muh Badly Ayatullah finis di posisi ke-14, dan Maulana Malik di posisi ke-15.

    Setelah balapan, Bintang mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya di race pertama tersebut.

    “Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan podium di race pertama Moto4 Asia Cup. Sepanjang balapan tadi berjalan cukup ketat, beberapa kali hampir kehilangan posisi podium. Saya mencoba mengejar dua pebalap di depan, namun pace saya belum cukup. Besok saya akan mencoba lagi untuk memperebutkan posisi 1. Mohon doanya,” ucap Bintang Pranata Sukma.

    Sementara itu, Muh Badly Ayatullah mengaku sempat menjalankan strategi balapan dengan baik sebelum insiden di lintasan memengaruhi performanya.

    “Awal race berjalan sesuai rencana. Start dari posisi 11, saya langsung memimpin balapan di awal awal lap. Namun saya kehilangan feeling di atas motor setelah insiden di depan yang membuat harus melebar di pertengahan race. Posisi 14 bukanlah posisi yang diharapkan, namun saya akan mencoba lagi besok di race2,” terang Badly Ayatullah.

    Hal senada disampaikan Maulana Malik yang menilai balapan pertama menjadi pengalaman berharga untuk evaluasi.

    “Sepanjang balapan saya mengikuti ritme pebalap lainnya. Saya berada di top 10 di awal lap dan berusaha untuk terus mengejar group depan. Namun sayang saya kehilangan ritme balap di akhir-akhir race sehingga harus turun ke posisi 15. Banyak pelajaran yang diambil dari race pertama ini. Saya akan evaluasi untuk race 2 besok,” ungkap Maulana Malik.

    Sedangkan Resky Yusuf mengakui start kurang baik membuatnya harus berjuang ekstra keras sepanjang balapan.

    “Start cukup buruk di balapan pertama ini. Saya kehilangan 5 posisi di lap pertama, namun tidak patah semangat. Saya mencoba terus mendorong ke depan dan bisa memperebutkan posisi juara di pertengahan balapan. Pada lap ke-9, saya membuat kesalahan dan terjebak di grup ke-2 dan agak kesulitan untuk kembali kedepan. Akhirnya harus puas finish di posisi 10. Apapun hasilnya besok saya akan berjuang kembali,” tandas Resky Yusuf.

    Balapan pertama IM4AC di Buriram ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pembalap muda Indonesia. Meski persaingan di level Asia sangat ketat, keberhasilan Bintang naik podium menunjukkan bahwa talenta Tanah Air mampu bersaing dan membawa harum nama Indonesia di lintasan internasional. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img