Juli22 , 2026

    Ini Alasan Dispora Kaltim Kerap Gelar Program Pelatihan

    Related

    Wakili Astra Motor Kaltim 2, Hefrin dan Bagus Tantang Teknisi Terbaik Honda se-Indonesia

    UNDAS.ID, Samarinda - Komitmen meningkatkan kualitas layanan purna jual...

    Noor Hikmah Masuk Top 6 Kontes Layanan Honda Nasional 2026

    UNDAS.ID, Samarinda - Komitmen menghadirkan layanan Honda yang semakin...

    Rayakan HUT ke-56, Astra Motor Gelar Donor Darah Serentak di 12 Provinsi

    UNDAS.ID, Semarang - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56,...

    Usia 56 Tahun, Astra Motor Perkuat Komitmen Hijau dengan Solar PV 40 kWp

    UNDAS.ID, Semarang - Komitmen menghadirkan energi terbarukan terus diperkuat...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Sejumlah pelatihan yang kerap dilaksanakan di berbagai kabupaten/kota oleh Dispora Kaltim, punya tujuan positif. Salah satunya meningkatkan daya saing.

    Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim, Bahri, mengatakan Dispora Kaltim ingin peran aktif pemuda sebagai agen perubahan bisa menghadapi persaingan yang pasti makin tinggi.

    Pelatihan Kecakapan Hidup, misalnya, mendorong para pemuda di Benua Etam agar mampu menumbuhkan minat yang bisa menghasilkan secara ekonomi. “Pelatihan ini biasanya tidak dipungut biaya. Para peserta yang disasar adalah pemuda dengan usia 16-30 tahun. Peserta yang diutamakan adalah mereka yang berdomisili di daerah pelatihan,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Contoh lainnya, lanjut Bahri, adalah Pelatihan Kepemimpinan. Selain itu ada pula Pelatihan Fasilitasi Usaha, dan berbagai pelatihan lain. “Pelatihan seperti ini bukan hanya digelar di satu kabupaten/kota saja. Tetapi seluruh kabupaten/kota secara bertahap,” ujarnya.

    Menurut Bahri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dispora Kaltim menginginkan ouput dari program pelatihan ini benar-benar terwujud. “Jangan hanya sekadar mengikuti tanpa ada hasil,” ucapnya.

    Secara global, Indonesia memiliki tingkat kewirausahaan yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asean seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Rendahnya jumlah kewirausahaan di Indonesia berbanding lurus dengan masih tingginya tingkat pengangguran terbuka.

    Hal ini bisa dipahami karena dengan rendahnya tingak kewirausahaan akan berdampak pada terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia untuk dapat menampung angkatan kerja.

    “Makanya salah satu upaya untuk meningkatkan minat angkatan kerja untuk berwirausaha, maka pemerintah perlu penyelenggarakan berbagai program pendidkan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja dalam mencari peluang penciptakan dan pengembangkan usaha melalui program pelatihan kecakapatan hidup,” tutup Bahri. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img