Maret12 , 2026

    Ini Tujuan Pelatihan Bagi Para Pelatih

    Related

    Sahur On The Road Samarinda Bagikan 3.800 Paket Sahur untuk Warga

    UNDAS.ID, Samarinda – Semangat berbagi mewarnai kegiatan Sahur On...

    Rolling City hingga Hijab Class Warnai Hijabers Serenity Ride

    UNDAS.ID, Samarinda – Astra Motor Kalimantan Timur 2 kembali...

    Honda Community Tebar Kebaikan Ramadan di Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk...

    Dramatis! Bintang Pranata Sukma Podium di Moto4 Asia Cup

    UNDAS.ID, Buriram, Thailand - Pebalap muda Indonesia menunjukkan performa...

    Jangan Abaikan! 8 Cara Perawatan Motor Saat Puasa Biar Tak Tekor di Jalan

    UNDAS.ID, Samarinda - Perawatan sepeda motor saat puasa menjadi...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Pelatihan bagi para pelatih cabor menjadi salah satu program unggulan Dispora Kaltim. Selain meningkatkan kualitas, pelatihan ini juga mengajarkan kepada para pelatih bagaimana merancang program pelatihan bagi atlet. “Output dari pelatihhan ini tentu saja prestasi. Baik bagi atlet, pelatih, dan cabornya,” kata Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Lewat pelatihan seperti ini, kata Rasman, para pelatih juga membantu KONI Kaltim secara tidak langsung. Sebab, mereka bisa melakukan validasi terhadap program Latihan yang akan dilaksanakan atlet. “Pelatih punya pengetahuan lebih kuat terhadap cabor yang ditanganinya. Pengetahuan inilah yang menjadi sistem yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

    Rasman menyatakan, pasca pelatihan, para pelatih diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang profesional. Pun, mampu menciptakan industri olahraga yang bisa dikomersilkan. “Kalau sudah begitu, PAD juga akan ikut naik, dan mereka punya kontribusi besar terhadap itu,” ucapnya.

    Di lain sisi, lanjut Rasman, jika prestasi berhasil dicapai, kebanggan tak hanya dirasakan Kaltim. Tetapi juga bangsa dan negara jika berlaga di level internasional. Tugas pelatih itu berat, selain harus dapat mengibarkan bendera Ruhui Rahayu, juga mengibarkan bendera Merah Putih,” papar Rasman.

    Dia berpesan agar seluruh pelatih di masing-masing cabor tidak tunduk terhadap tekanan dari pihak mana pun saat melatih. Sebab, mereka juga harus memilih secara objektif kualitas atlet yang akan diterjunkan dalam sebuah kejuaraan tanpa pilih kasih.

    “Pelatih jangan sampai diintervensi. Lebih baik mundur dari pada mendapat intervensi dari pemimpin atau ketua cabor. Dan jangan ada sistem kasih sayang atau anak emas karena akan berbahaya untuk tim,” tukas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img