Mei16 , 2026

    Ini Tujuan Pelatihan Bagi Para Pelatih

    Related

    Inspiratif! Perempuan Indonesia Didorong Berani Pimpin dan Ciptakan Perubahan

    UNDAS.ID, Jakarta - Langkah besar menuju lingkungan kerja yang...

    APITU Berbagi Siap Ramaikan Banjarbaru

    UNDAS.ID, Banjarbaru –Banjarbaru bersiap menjadi pusat berkumpulnya ratusan praktisi...

    Modal Podium di Sepang, Pebalap Indonesia Makin Percaya Diri di ARRC Thailand

    UNDAS.ID, Thailand - Semangat persaingan kembali membara di lintasan...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Pelatihan bagi para pelatih cabor menjadi salah satu program unggulan Dispora Kaltim. Selain meningkatkan kualitas, pelatihan ini juga mengajarkan kepada para pelatih bagaimana merancang program pelatihan bagi atlet. “Output dari pelatihhan ini tentu saja prestasi. Baik bagi atlet, pelatih, dan cabornya,” kata Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Lewat pelatihan seperti ini, kata Rasman, para pelatih juga membantu KONI Kaltim secara tidak langsung. Sebab, mereka bisa melakukan validasi terhadap program Latihan yang akan dilaksanakan atlet. “Pelatih punya pengetahuan lebih kuat terhadap cabor yang ditanganinya. Pengetahuan inilah yang menjadi sistem yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

    Rasman menyatakan, pasca pelatihan, para pelatih diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang profesional. Pun, mampu menciptakan industri olahraga yang bisa dikomersilkan. “Kalau sudah begitu, PAD juga akan ikut naik, dan mereka punya kontribusi besar terhadap itu,” ucapnya.

    Di lain sisi, lanjut Rasman, jika prestasi berhasil dicapai, kebanggan tak hanya dirasakan Kaltim. Tetapi juga bangsa dan negara jika berlaga di level internasional. Tugas pelatih itu berat, selain harus dapat mengibarkan bendera Ruhui Rahayu, juga mengibarkan bendera Merah Putih,” papar Rasman.

    Dia berpesan agar seluruh pelatih di masing-masing cabor tidak tunduk terhadap tekanan dari pihak mana pun saat melatih. Sebab, mereka juga harus memilih secara objektif kualitas atlet yang akan diterjunkan dalam sebuah kejuaraan tanpa pilih kasih.

    “Pelatih jangan sampai diintervensi. Lebih baik mundur dari pada mendapat intervensi dari pemimpin atau ketua cabor. Dan jangan ada sistem kasih sayang atau anak emas karena akan berbahaya untuk tim,” tukas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img