September14 , 2026

    LMP Samarinda Gelar Lomba Domino, 3 Pesan Penting dari Meja Permainan

    Related

    Honda Etam Peduli Karhutla, 11.200 Masker dan 560 Oksigen Disalurkan

    UNDAS.ID - Honda Etam Peduli Karhutla kembali digelar Astra...

    Karya Eco-Briquette Antar Siswa MAN 1 Samarinda ke Seleksi Nasional

    UNDAS.ID - Astra Honda Motor (AHM) Best Student kembali...

    Lewat Film Pendek, Pesan Safety Riding Tembus 1,7 Juta Penonton

    UNDAS.ID - Safety Riding Short Movie Contest (SMC) tahun...

    BIFF Buka Jalan Wastra Kaltim Tembus Pasar Internasional

    UNDAS.ID – Borneo International Fashion Festival (BIFF) tahun 2026...

    Share

    UNDAS.ID – Lomba Domino LMP Samarinda menjadi ruang bagi jajaran, kader, dan simpatisan Laskar Merah Putih (LMP) untuk membangun kedekatan di luar suasana organisasi yang formal.

    Kegiatan yang digelar Sabtu (12/9/2026) tersebut mempertemukan anggota LMP se-Kota Samarinda dalam suasana santai. Mereka duduk bersama di sekitar meja permainan, beradu strategi, bercanda, sekaligus menjalin komunikasi.

    Bagi LMP Markas Cabang Kota Samarinda, permainan domino tidak hanya berkaitan dengan kompetisi. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kekompakan internal organisasi.

    Ketua Markas Cabang LMP Kota Samarinda, Dwi Ferdhian, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada anggota untuk berinteraksi secara lebih cair tanpa dibatasi suasana organisasi yang terlalu formal.

    Ia juga mengapresiasi kehadiran serta dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Menurut Dwi, suasana informal justru dapat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antaranggota.

    “Di atas meja domino, tidak ada sekat status sosial, jabatan, atau latar belakang. Semuanya duduk setara, saling mengobrol, bercanda, dan mempererat tali persaudaraan serta kekompakan sesama kader Laskar Merah Putih,” ujarnya.

    Domino Jadi Ruang Belajar Sportivitas

    Selain menjadi ajang berkumpul, permainan domino juga dinilai memiliki nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan berorganisasi.

    Setiap peserta harus mengikuti aturan permainan, mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang dihadapi, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

    Dalam situasi tersebut, kemenangan maupun kekalahan menjadi bagian dari proses yang harus diterima secara sportif.

    Dwi menilai sikap tersebut penting karena kehidupan organisasi juga membutuhkan kemampuan untuk menghargai perbedaan, menerima hasil dan tetap menjaga hubungan baik antarsesama anggota.

    Permainan domino pun memberikan gambaran bahwa hasil pertandingan tidak semata-mata ditentukan oleh kartu yang diperoleh seorang pemain.

    “Kadang kita mendapat kartu bagus, kadang mendapat kartu yang buruk. Kemenangan tidak melulu ditentukan oleh kartu yang bagus, melainkan bagaimana cara kita memainkannya,” katanya.

    Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang dapat dibawa dari meja permainan ke kehidupan sehari-hari.

    Kondisi yang kurang menguntungkan tidak selalu berujung pada kegagalan. Strategi, ketenangan dalam mengambil keputusan dan kemampuan membaca situasi tetap menentukan langkah berikutnya.

    Setiap Anggota Punya Peran

    Domino juga menunjukkan bahwa sebuah kartu yang terlihat sederhana dapat menentukan jalannya permainan.

    Hal serupa, menurut Dwi, dapat terjadi dalam kehidupan sosial maupun organisasi. Sesuatu atau seseorang yang tidak selalu berada di posisi paling menonjol tetap dapat memberikan kontribusi penting dalam situasi tertentu.

    Karena itu, setiap anggota LMP dinilai memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

    Kontribusi tidak harus selalu datang dari orang yang berada di garis depan. Kekompakan justru terbentuk ketika setiap bagian mampu menjalankan perannya dan saling mendukung.

    Bukan Sekadar Mencari Pemenang

    Atas dasar itu, kegiatan LMP Samarinda tidak hanya diarahkan untuk menentukan peserta yang menjadi juara.

    Interaksi yang muncul selama pertandingan menjadi bagian penting dari kegiatan. Obrolan antarkader, candaan hingga persaingan di meja permainan menciptakan suasana yang lebih dekat di antara peserta.

    Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan soliditas LMP Samarinda dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.

    Dwi berharap kebersamaan yang terbangun selama lomba tidak berhenti setelah pertandingan selesai. Semangat tersebut diharapkan terus terbawa dalam aktivitas organisasi sehari-hari.

    Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Dewan Pembina LMP Macab Samarinda Viktor Yuan, Ketua Penasihat LMP Macab Samarinda Arie Wibowo, serta anggota dan simpatisan LMP se-Kota Samarinda.

    Pada akhirnya, lomba domino tersebut membawa pesan sederhana: seseorang mungkin tidak selalu dapat menentukan kartu yang diterimanya, tetapi tetap memiliki pilihan untuk menentukan strategi dalam memainkannya.

    (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img