UNDAS.ID – LMP Samarinda melalui Markas Anak Cabang (MAC) Laskar Merah Putih Samarinda Ilir bakal menggelar lomba domino pada 12-13 September 2026. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi kader, pertandingan ini juga diarahkan untuk menjaring bibit atlet domino dan membuka peluang lahirnya event berskala nasional.
Lomba Domino Laskar Merah Putih se-Kota Samarinda tersebut merupakan inisiatif MAC LMP Samarinda Ilir dengan dukungan kader LMP lainnya. Pertandingan akan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai di Kantor DPD KNPI Samarinda, Jalan A.W. Syahranie.
Ketua Panitia Lomba Domino LMP, Testia Sendi Radi Tio, mengatakan pertandingan menggunakan format perorangan atau berdikari dengan sistem gugur.
“Rapat sepakat, sistem pertandingan adalah perorangan atau berdikari dengan sistem gugur,” kata Testia.
Dalam setiap pertandingan, peserta akan menggunakan lima kartu domino. Dua pemain terbaik dari setiap meja berhak melanjutkan pertandingan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan panitia.
Menariknya, kompetisi tersebut terbuka bagi kader laki-laki maupun perempuan. Srikandi LMP juga dipersilakan ikut meramaikan pertandingan.
Pendaftaran Lomba Domino Gratis
Pendaftaran peserta dibuka mulai 30 Agustus hingga 11 September 2026. Untuk pelaksanaan perdana ini, peserta merupakan kader LMP se-Kota Samarinda dan diwajibkan mengenakan atribut organisasi.
Panitia tidak memungut biaya pendaftaran alias gratis.
Empat peserta terbaik nantinya akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan, mulai dari juara pertama hingga juara keempat.
Testia menyebut persiapan lomba sejauh ini berjalan lancar. Panitia masih menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan pertandingan dan konsumsi.
Untuk menjaga pertandingan berlangsung tertib dan sportif, panitia juga menyiapkan wasit atau juri dari Porbi/Orado.
“Kami sedang menyiapkan RAB untuk perlengkapan acara dan konsumsi peserta. Terkait sportivitas, kami sudah menyiapkan wasit atau juri dari Porbi/Orado agar pertandingan berlangsung lancar,” ujar pria yang menjabat Ketua MAC Samarnda Ilir ini.
Bagi Testia, kompetisi tersebut tidak hanya mengejar pemenang. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan menjadi ruang bagi kader untuk bertemu dan membangun kekompakan.
“Harapan saya pertandingan ini bukan hanya sekadar lomba, melainkan mempererat tali persaudaraan sesama kader Laskar Merah Putih se-Kota Samarinda,” katanya.
Berawal dari Samarinda Ilir
Ketua Markas Cabang LMP Kota Samarinda, Dwi Ferdian, menjelaskan bahwa lomba domino tersebut berawal dari gagasan MAC LMP Samarinda Ilir.
Dengan demikian, pelaksanaan perdana belum sepenuhnya menjadi agenda organisasi di tingkat kota. Kader dan jajaran LMP lainnya memberikan dukungan terhadap kegiatan yang digagas dari tingkat anak cabang tersebut.
“Ajang silaturahmi saja antara kader agar tetap terjaga kekompakan. Sebenarnya tidak sesamarinda karena ini yang menginisiasi LMP Markas Anak Cabang LMP Samarinda Ilir, jadi sifatnya teman-teman lain hanya mensupport kegiatan tersebut,” ujar Dwi.
Jika pelaksanaan pertama berjalan baik, Dwi membuka kemungkinan kegiatan tersebut dikembangkan menjadi agenda yang lebih besar dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Dorong Kader Aktif dalam Kegiatan Positif
Dwi mengatakan LMP ingin menghadirkan berbagai aktivitas yang dapat mendorong anggotanya menjadi lebih kreatif dan inovatif.
Lomba domino dipilih karena dapat menjadi kegiatan santai sekaligus mempertemukan kader dalam suasana kebersamaan. Pertandingan juga dinilai tidak membutuhkan biaya penyelenggaraan terlalu besar.
“LMP ingin membuat bermacam-macam kegiatan, di antaranya domino ini. Tujuannya agar anggota bisa mengambil pelajaran bahwa kita mesti kreatif dan inovatif agar kita disibukkan dengan kegiatan-kegiatan positif kemasyarakatan,” jelasnya.
Menurut Dwi, kondisi ekonomi juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih kegiatan. Domino dianggap sebagai olahraga atau permainan yang dapat dikemas menjadi kompetisi dengan kebutuhan anggaran relatif sederhana.
Di sisi lain, kegiatan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih serius sebagai olahraga sekaligus wadah pencarian atlet.
“Sebenarnya banyak sekali selain domino, tetapi karena kondisi ekonomi kita yang sangat tidak baik-baik saja, sehingga kita mencari kegiatan yang santai dan tidak terlalu banyak biaya kegiatan. Dan juga siapa tahu LMP bisa mencetak atlet domino,” ungkapnya.
Untuk tahap awal, peserta masih dibatasi pada kader LMP dan pihak yang berada dalam lingkungan organisasi. Pembatasan tersebut dilakukan agar panitia dapat mengevaluasi pelaksanaan perdana sebelum kompetisi dikembangkan lebih luas.
LMP Samarinda Bidik Event Nasional
Dwi berharap lomba domino perdana tersebut berlangsung lancar dan mampu menciptakan suasana kebersamaan bagi seluruh peserta.
Jika mendapatkan respons positif dan konsepnya dapat dikembangkan, ia tidak menutup kemungkinan membawa kegiatan tersebut ke level yang lebih besar.
Bahkan, LMP Samarinda memiliki harapan agar domino tidak hanya menjadi kompetisi internal, tetapi dapat berkembang menjadi event olahraga berskala nasional.
“Harapan berjalan lancar dan bahagia, semoga bisa membuat event nasional untuk olahraga ini,” pungkasnya.



