Mei10 , 2026

    Partisipasi Laki-Laki Tinggi di Olahraga

    Related

    APITU Berbagi Siap Ramaikan Banjarbaru

    UNDAS.ID, Banjarbaru –Banjarbaru bersiap menjadi pusat berkumpulnya ratusan praktisi...

    Modal Podium di Sepang, Pebalap Indonesia Makin Percaya Diri di ARRC Thailand

    UNDAS.ID, Thailand - Semangat persaingan kembali membara di lintasan...

    Dari Bengkel Sekolah ke Dunia Industri, Siswa SMKN 19 Samarinda Unjuk Skill

    UNDAS.ID, Samarinda – Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di...

    Living Museum Banjarbaru Menguat, Cempaka Bisa Jadi Ikon Baru yang Bikin Bangga

    UNDAS.ID, Banjarbaru — Living Museum Banjarbaru dinilai berpotensi menjadi...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, Suriani, mengungkapkan tingkat partisipasi aktif laki-laki di olahraga mencapai 32 persen. Tak hanya berlaku untuk anak, tetapi juga remaja dan dewasa.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Laporan SDI 2023 Kemenpora menyatakan demikian. Sementara perempuan hanya 18,7 persen. Ada selisih angka partisipasi sebesar 13,3 persen antara laki-laki an perempuan,” tuturnya.

    Bagi Suriani, partisipasi perempuan ke ranah publik termasuk dalam olahraga perlu terus ditingkatkan. Selain alasan keadilan dan kesetaraan, partisipasi perempuan dalam olahraga berdampak positif bagi kualitas kehidupannya.

    Sebab, sudah banyak bukti empirik yang menunjukkan bahwa partisipasi dalam olahraga berdampak positip bagi kesehatan fisik dan kesejahteraan psikis. Namun begitu, masih saja tingkat partisipasi perempuan dalam olahraga tergolong rendah.

    “Artinya, perlu ada intervensi kebijakan yang lebih afirmatif guna mengurangi kesenjangan tersebut,” sebut Suriani.

    Rendahnya tingkat partisipasi pada gilirannya berdampak pada rendahnya kebugaran jasmani. Laporan SDI 2023 menyebut tingkat kebugaran jasmani usia 10-60 tahun yang masuk kategori baik/lebih sebesar 4,18 persen, menurun 1,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Tentu hal tersebut berkaitan erat dengan rendahnya aktivitas fisik masyarakat. Semakin rendah tingkat aktivitas fisik, maka semakin rendah pula kebugaran jasmani masyarakat,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img