Maret25 , 2026

    Pelatihan Numerasi Kontekstual di Banjarmasin, Deep Learning Jadi Strategi Baru Guru Matematika

    Related

    Dari Desa untuk Negeri: 30 Kader Kesehatan Sukamukti ‘Dibekingi’ AHM

    UNDAS.ID, Bekasi - Di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Jawa...

    8 Tips Mudik Motor Aman Jelang Lebaran, Nomor 4 Sering Diabaikan!

    UNDAS.ID, Samarinda - Menjelang Hari Raya Idulfitri, menjadi perhatian...

    Ngabuburit Seru! 90 Peserta Ramaikan Honda AT Family Day Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Event Honda AT Family Day Samarinda,...

    Astra Motor Kaltim 2 Pererat Silaturahmi Media Lewat Bukber di Samarinda

    UNDAS.ID, Samarinda - Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi...

    Share

    UNDAS.ID, Banjarmasin – Sebanyak 68 guru anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA/MA Kota Banjarmasin ikuti pelatihan bertajuk “Mengontruksi Masalah dalam Implementasi Pendekatan Deep Learning dengan Konteks Lingkungan Lahan Basah untuk Mendukung Kemampuan Numerasi Peserta Didik SMA”. Kegiatan berlangsung di MAN 1 Banjarmasin, Jalan Kampung Melayu Darat Nomor 31, pada 4 hingga 11 September 2025.

    Pelatihan yang digagas Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama MGMP Matematika SMA/MA Kota Banjarmasin ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan soal-soal numerasi kontekstual berbasis lokal. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan deep learning, numerasi, dan konteks lingkungan lahan basah agar pembelajaran matematika lebih bermakna.

    Ketua Tim Pelatihan, Kamaliyah, M.Pd., menegaskan bahwa program ini menjadi agenda tahunan dengan tema yang disesuaikan isu aktual pendidikan. Selain itu, Dosen mata kuliah Telaah Kurikulum Matematika dan mata kuliah Pendidikan Matematika Realistik Konteks Lahan Basah ini mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan merupakan kewajiban dosen sebagai salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.

    “Guru perlu menguasai keterampilan menyusun soal numerasi kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa di Banjarmasin. Dengan pendekatan deep learning, diharapkan numerasi siswa semakin kuat dan pembelajaran matematika lebih relevan,” ujarnya.

    Pelatihan yang dibuka pada Kamis, 4 September 2025 pukul 09.30–12.00 Wita lalu itu, dilanjutkan dengan penugasan terbimbing hingga 11 September 2025. Melalui rangkaian kegiatan ini, guru tidak hanya mendapatkan pemantapan teori, tetapi juga praktik menyusun soal numerasi berbasis konteks lokal yang bisa langsung diterapkan di kelas.

    Selain Kamaliyah, Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc., Taufiq Hidayanto, M.Pd., Martin Suhendra, M.Pd., serta mahasiswa M. Fadilah dan ‘Ali Ridho. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan guru diharapkan memperkuat jejaring kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan MGMP.

    “Diharapkan guru mampu menghasilkan soal-soal numerasi inovatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di Banjarmasin, siswa memiliki peningkatan kemampuan bernalar, serta terbangun jejaring kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan MGMP,” ujar Kamaliyah menjelaskan.

    Dengan dukungan pendanaan skema pengabdian, pelatihan ini bukan hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi guru, tetapi juga wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan pembelajaran matematika di era kurikulum baru. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img