Oktober28 , 2026

    Program Pelatihan Fardhu Kifayah Bidik Pemuda Usia 16 sampai 30 Tahun

    Related

    Modifikator Kaltim Juara Nasional HMC 2026, Scoopy dan Vario 125 Jadi Andalan

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi...

    Final Battle HMC 2026: Ini Para Jawara Modifikasi Honda

    UNDAS.ID – Honda Modif Contest (HMC) 2026 menetapkan tiga...

    Honda Bikers Day 2026 Kumpulkan 32.214 Bikers, Donasi Rp50 Juta

    UNDAS.ID – Honda Bikers Day (HBD) 2026 berhasil menyatukan...

    Honda Africa Twin Tampil Makin Gagah, Hadir Warna Baru Grand Prix Red

    UNDAS.ID – PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyegaran...

    Modifikator Samarinda Siap Bersaing di Final Battle HMC 2026

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur bersiap menunjukkan kreativitasnya...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Program pelatihan fardhu kifayah atau pengurusan jenazah dalam agama Islam, menargetkan pemuda berusia 16 tahun sampai 30 tahun. Hal ini sesuai dengan UU RI Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

    Bahri, Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim mengatakan, penetapan usia pemuda dari 16 tahun hingga 30 tahun tersebut merupakan aturan yang ada di UU RI Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Dimana, dalam Pasal 1 Ayat 1 disebutkan, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. “Program pelatihan ini telah berjalan 4 tahun terakhir,” katanya.

    Bahri mengaku, meski tidak sempurna, lewat program pelatihan fardhu kifayah ini, para pemuda minimal mengetahui cara pengurusan jenazah. “Kami memberikan pemahaman bahwa hal-hal seperti ini tidak melulu harus orangtua yang melakukan. Mereka juga bisa melakukannya,” jelasnya.

    Disamping itu, ujar Bahri, program pelatihan ini diinisiasi saat masa pandemi COVID-19. “Saat itu kita melihat, begitu banyak jenazah. Kami berpikir, siapa lagi yang mengurus jenazah itu kalau bukan keluarganya. Jika orangua mereka yang wafat, setidaknya anak-anaknya bisa melakukan fardhu kifayah,” urainya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img