UNDAS.ID, Samarinda – Berkendara saat puasa, tips aman berkendara, Astra Motor Kalimantan Timur 2, Safety Riding, #Cari_Aman menjadi perhatian penting memasuki bulan Ramadan. Menahan lapar dan haus bukan hanya soal ibadah, tetapi juga soal menjaga stamina dan konsentrasi—terutama bagi masyarakat yang tetap aktif berkendara setiap hari.
Menjaga fokus di jalan saat tubuh mengalami perubahan pola makan dan istirahat tentu menjadi tantangan tersendiri. Konsentrasi yang menurun dapat meningkatkan risiko di jalan raya. Karena itu, keseimbangan antara kondisi fisik pengendara dan kesiapan kendaraan menjadi faktor utama agar perjalanan tetap aman hingga tujuan.
Arisetya Julkadar selaku Safety Riding Officer Astra Motor Kalimantan Timur 2 menegaskan pentingnya dua aspek tersebut.
“Walaupun sedang berpuasa, tetap saja aktivitas sehari-hari harus dijalankan dengan baik. Untuk memaksimalkannya, jangan lupa untuk terus menerapkan #Cari_Aman disetiap perjalanan serta terus memperhatikan kondisi tubuh kita,” ungkapnya.
Menurutnya, puasa bukan alasan untuk menurunkan standar keselamatan. Justru, kewaspadaan harus ditingkatkan karena tubuh cenderung lebih cepat lelah dan dehidrasi. Berikut lima hal penting yang perlu diperhatikan pengendara selama bulan puasa:
1. Periksa Kondisi Sepeda Motor
Sebelum memulai perjalanan, pastikan sepeda motor dalam kondisi prima. Periksa tekanan dan kondisi ban agar tidak aus atau berubah bentuk. Pastikan sistem suspensi bekerja optimal serta rem dalam kondisi pakem. Kendaraan yang prima membantu mengurangi potensi risiko saat konsentrasi pengendara sedang menurun.
2. Perhatikan Keseimbangan Beban
Distribusi beban yang tidak merata dapat memengaruhi stabilitas sepeda motor. Membawa barang berat di satu sisi atau posisi penumpang yang tidak seimbang bisa menyebabkan motor oleng dan sulit dikendalikan, terlebih saat tubuh tidak dalam kondisi prima.
3. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat memperparah rasa lelah saat berpuasa. Pengendara disarankan memastikan waktu istirahat cukup. Jika dalam perjalanan jarak pendek mulai merasa mengantuk atau kehilangan fokus, luangkan waktu minimal 10 menit untuk berhenti dan beristirahat.
4. Kendalikan Emosi dan Berpikir Positif
Kemacetan menjelang waktu berbuka sering memicu emosi. Padahal, pengendalian diri sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama. Bersikap toleran, sabar, dan tetap berpikir positif membantu menciptakan suasana berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.
5. Waspadai Prediksi Bahaya Menjelang Berbuka
Menjelang waktu magrib, situasi lalu lintas cenderung lebih dinamis. Banyak pengendara tiba-tiba menepi untuk berbuka puasa. Oleh karena itu, jaga jarak aman dan tingkatkan kewaspadaan terhadap perubahan arah kendaraan lain secara mendadak.
Melalui edukasi Safety Riding yang konsisten, Astra Motor Kalimantan Timur 2 terus mengingatkan pentingnya budaya keselamatan berkendara, terutama di momen-momen khusus seperti bulan Ramadan.
Pada akhirnya, perjalanan bukan sekadar soal sampai tujuan, tetapi bagaimana bisa tiba dengan selamat. Puasa tetap lancar, aktivitas tetap produktif, dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama di setiap perjalanan dengan semangat #Cari_Aman. (red)



