September13 , 2026

    Ini IPP Kaltim dalam 4 Tahun Terakhir

    Related

    Karya Eco-Briquette Antar Siswa MAN 1 Samarinda ke Seleksi Nasional

    UNDAS.ID - Astra Honda Motor (AHM) Best Student kembali...

    Lewat Film Pendek, Pesan Safety Riding Tembus 1,7 Juta Penonton

    UNDAS.ID - Safety Riding Short Movie Contest (SMC) tahun...

    BIFF Buka Jalan Wastra Kaltim Tembus Pasar Internasional

    UNDAS.ID – Borneo International Fashion Festival (BIFF) tahun 2026...

    Kabut Asap Makin Pekat? Ini Tips Aman Berkendara dari Honda

    UNDAS.ID - Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, mengungkap capaian Benua Etam di IPP dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Di 2021, IPP Kaltim berada di angka 52,5. Di 2022, angkanya naik menjadi 56,67. Lalu di 2023, naik kembali menjadi 59,83. Tahun ini, IPP Kaltim ada di angka 59,17. “Meski sedikit turun, tapi Kaltim secara umum ada di peringkat 5 nasional,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rusmuliadi menyatakan, Pemprov Kaltim melalui Dispora Kaltim, berhasil meningkatkan IPP Kaltim melalui berbagai upaya. Tentunya, upaya itu dilakukan melalui ejumlah kegiatan i 5 domain IPP. Seperti Domain Pendidikan, Domain Kesehatan dan Kesejahteraan, Domain Lapangan dan Kesempatan Kerja, Domain Partisipasi dan Kepemimpinan, serta Domain Gender dan Diskriminasi.

    “Peningkatan IPP ini dicapai karena Dispora Kaltim terus melakukan berbagai Langkah. Misalnya menggelar pelatihan kepemimpinan, mendorong pemuda untuk bergabung di organisasi, dan fasilitasi usaha,” ujarnya “Lalu yang tak kalah penting adalah terus menggelar pelatihan kecakapan hidup (life skill) untuk mewujudkan pemuda menjadi mandiri dan memiliki daya saing,” ulas Rusmuliadi.

    Berbagai pelatihan kecakapan hidup yang telah dan akan terus dilakukan di tahun ini seperti pelatihan konten kreator, frozen food, tata rias, barber shop, anyaman rotan dan bambu, budidaya perikanan hingga produk hilir, budidaya pertanian hingga hilir, desain grafis, tata boga, perbengkelan, servis elektronik, dan lainnya.

    “Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan sebagai indikator IPP, sesuai amanah Perpres Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan,” tukas Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img