Agustus22 , 2026

    Ini Tujuan Pelatihan Bagi Para Pelatih

    Related

    Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Pengendara Motor Wajib Tahu 9 Tips Ini

    UNDAS.ID – Kabut asap di Kalimantan Timur (Kaltim) akibat...

    Convoy Merdeka 2026: 40 Riders Keliling Samarinda Rayakan HUT RI

    UNDAS.ID – Convoy Merdeka 2026 menjadi cara lebih dari...

    86 Riders Komunitas Honda Ramaikan New Honda Vario Evo 160 di Samarinda

    UNDAS.ID – Komunitas Honda Samarinda ikut meramaikan Regional Public...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Pelatihan bagi para pelatih cabor menjadi salah satu program unggulan Dispora Kaltim. Selain meningkatkan kualitas, pelatihan ini juga mengajarkan kepada para pelatih bagaimana merancang program pelatihan bagi atlet. “Output dari pelatihhan ini tentu saja prestasi. Baik bagi atlet, pelatih, dan cabornya,” kata Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Lewat pelatihan seperti ini, kata Rasman, para pelatih juga membantu KONI Kaltim secara tidak langsung. Sebab, mereka bisa melakukan validasi terhadap program Latihan yang akan dilaksanakan atlet. “Pelatih punya pengetahuan lebih kuat terhadap cabor yang ditanganinya. Pengetahuan inilah yang menjadi sistem yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

    Rasman menyatakan, pasca pelatihan, para pelatih diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang profesional. Pun, mampu menciptakan industri olahraga yang bisa dikomersilkan. “Kalau sudah begitu, PAD juga akan ikut naik, dan mereka punya kontribusi besar terhadap itu,” ucapnya.

    Di lain sisi, lanjut Rasman, jika prestasi berhasil dicapai, kebanggan tak hanya dirasakan Kaltim. Tetapi juga bangsa dan negara jika berlaga di level internasional. Tugas pelatih itu berat, selain harus dapat mengibarkan bendera Ruhui Rahayu, juga mengibarkan bendera Merah Putih,” papar Rasman.

    Dia berpesan agar seluruh pelatih di masing-masing cabor tidak tunduk terhadap tekanan dari pihak mana pun saat melatih. Sebab, mereka juga harus memilih secara objektif kualitas atlet yang akan diterjunkan dalam sebuah kejuaraan tanpa pilih kasih.

    “Pelatih jangan sampai diintervensi. Lebih baik mundur dari pada mendapat intervensi dari pemimpin atau ketua cabor. Dan jangan ada sistem kasih sayang atau anak emas karena akan berbahaya untuk tim,” tukas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img