UNDAS.ID, Samarinda – Hotel Horison Samarinda tampak lebih hidup dari biasanya pada Senin malam itu. Di sebuah ruangan yang disulap bak balai pelatihan profesional, puluhan guru dan praktisi SMK dari berbagai penjuru Kalimantan Timur berkumpul dengan satu semangat yang sama: memperkuat pelatihan asesor kompetensi demi masa depan pendidikan vokasi di Bumi Etam.
Langkah ini digagas oleh LSP SMKN 1 Samarinda, lembaga yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi salah satu motor penggerak sertifikasi kompetensi SMK di Kaltim. Kegiatan berlangsung 24–29 November 2025, namun atmosfernya terasa seperti membuka babak baru bagi lahirnya asesor-asesor muda yang lebih terlatih, lebih siap, dan lebih berdaya saing.
Ketua LSP SMKN 1 Samarinda, Suleha, menegaskan bahwa keberadaan asesor bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan “jantung” dari proses sertifikasi kompetensi.
“Pelaksanaan uji kompetensi mensyaratkan tersedianya asesor kompetensi sebagai komponen utama dalam menjamin mutu asesmen,” kata Suleha.
Ungkapan itu menyiratkan sesuatu yang sederhana namun penting yaitu tanpa asesor tidak ada standar, tanpa standar tidak ada kualitas.
Kaltim Punya 881 Asesor, Tapi…
Kalimantan Timur sejatinya sudah memiliki 32 LSP dengan sekitar 881 asesor aktif. Namun, ibarat kain tenun Melayu yang belum sempurna, pola distribusi asesor di daerah ini masih timpang. Ada skema yang kelebihan asesor, namun tak sedikit pula yang kekurangan.
Suleha menyebut beberapa sekolah bahkan tidak dapat melaksanakan uji kompetensi dengan optimal karena minimnya asesor di bidang tertentu.
Karena itu ia menegaskan perlunya penguatan LSP, pemberdayaan asesor, hingga penambahan jumlah asesor baru.
“Oleh sebab itu, diperlukan penguatan kelembagaan, pemberdayaan LSP, serta penambahan asesor melalui pelatihan dan sertifikasi asesor kompetensi agar asesmen berjalan kredibel dan sesuai standar nasional,” ungkapnya.
Pelatihan yang digelar LSP SMKN 1 Samarinda juga menjadi bagian dari program besar Pemprov Kaltim yang dalam tiga tahun terakhir mendukung lebih dari 23.000 siswa SMK mengikuti uji kompetensi setiap tahun.
48 Peserta Berasal dari Berbagai Penjuru Kaltim
Total ada 48 peserta (asesi) yang ikut serta, dibagi menjadi dua kelas. Mereka datang dari sekolah-sekolah negeri dan swasta, mulai SMKN 1 Samarinda hingga SMK TI Airlangga, bahkan dari wilayah jauh seperti Penajam Paser Utara dan Kaliorang.
Pelatihan dipandu empat instruktur dan penguji dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memperkuat kesan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya serius membentuk asesor yang masak di uji, matang di lapangan.
Apresiasi Pemprov: LSP SMKN 1 Samarinda Jadi Inspirasi
Pelatihan ini dibuka oleh Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, melalui Kabid Pembinaan SMK, Surasa.
Dalam sambutannya, Surasa menyampaikan apresiasi yang cukup tajam namun penuh harapan.
“Dalam tiga tahun terakhir ini menjadi pembelajaran berharga. Langkah LSP SMKN 1 Samarinda belum menginspirasi 31 LSP lainnya,” ujar Surasa.
Ia menambahkan bahwa meski asesor di Kaltim cukup banyak secara jumlah, distribusinya belum merata antar skema dan wilayah.
“Jika dilihat dari sebaran wilayah dan skema, kita masih membutuhkan asesor pada bidang-bidang tertentu,” tandasnya.
Dihadiri BNSP dan Forum LSP Kaltim
Acara pembukaan dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, Forum LSP SMK Kaltim, Master Asesor BNSP, serta jajaran pengurus LSP SMKN 1 Samarinda.
Atmosfer kebersamaan terasa kuat. Ada rasa optimisme yang mengalir, seakan peserta tahu bahwa apa yang mereka pelajari beberapa hari ini akan menjadi pondasi besar bagi masa depan anak-anak SMK yang kelak akan bersaing di dunia industri. (red)



