April29 , 2026

    Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Menghapus Dosa, Mendekatkan Diri pada Allah

    Related

    Logo Hardiknas 2026 Resmi Diluncurkan, Ini Makna dan Pesan Kuatnya

    UNDAS.ID, Jakarta - Arah baru pendidikan Indonesia kembali ditegaskan...

    Rolling City Malam Hari, Komunitas Honda Samarinda Tampil Stylish

    UNDAS.ID, Samarinda - Vario Night Ride kembali menjadi magnet...

    Ride with Class! NGASAP Samarinda Pererat Solidaritas Riders

    UNDAS.ID, Samarinda - Ngaspal Sama Bapak (NGASAP) Samarinda menjadi...

    Sapu Bersih! Andi Gilang Borong Podium di MRS 2026 Mandalika

    UNDAS.ID, Mandalika - Hasil Mandalika Racing Series 2026 menjadi...

    Zen on Wheels: Kampanye Safety Riding untuk Kartini Masa Kini

    UNDAS.ID, Jakarta - Di tengah mobilitas yang semakin tinggi,...

    Share

    UNDAS.ID – Dua hari menjelang Iduladha memiliki keistimewaan luar biasa dalam Islam. Pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah—dua amalan sunnah yang penuh keberkahan dan keutamaan besar.

    Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilaksanakan?
    Puasa Tarwiyah: 8 Dzulhijjah

    Puasa Arafah: 9 Dzulhijjah

    Dua puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Bagi jemaah haji, puasa Arafah hukumnya makruh, karena mereka membutuhkan tenaga untuk menjalani wukuf di Padang Arafah.

    Keutamaan Besar dalam Dua Puasa Ini
    Menurut sabda Rasulullah saw.:

    “Puasa Tarwiyah menghapus dosa setahun. Sedangkan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.”
    (HR Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar dalam Jam’ul Jawami’).

    Imam Nawawi dan Syekh Abdurrauf Al-Munawi menjelaskan dalam kitab Faidul Qadir, bahwa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana juga ditegaskan dalam Syarah Muslim.

    Selain penghapusan dosa, keutamaan lain puasa Arafah adalah pembebasan dari siksa neraka. Rasulullah bersabda:

    “Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibanding hari Arafah.”
    (HR Muslim)

    Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
    Waktu niat puasa sunnah sama seperti puasa pada umumnya: sejak terbenam matahari hingga terbit fajar. Namun, bagi yang lupa, niat masih boleh dilakukan di pagi hari (selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa).

    Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
    Malam hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Siang hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
    Malam hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Siang hari:

    نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

    Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah kesempatan emas untuk menghapus dosa, mendekatkan diri kepada Allah, dan menyambut Iduladha dengan hati yang bersih. Mari niatkan ibadah ini dengan ikhlas dan istiqamah, semoga kita termasuk hamba yang mendapat rahmat-Nya. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img