Februari12 , 2026

    IKN dan Komunitas Sepaku Hidupkan Lagi Kopi Liberika

    Related

    Pandji Pragiwaksono Jalani Sanksi Adat Toraja, Wajib Sediakan 5 Ayam dan 1 Babi

    UNDAS.ID, Jakarta - Pandji Pragiwaksono, sanksi adat Toraja, peradilan...

    7 Zona Booth Honda di IIMS 2026, AHM Pamer Inovasi hingga Motor Listrik

    UNDAS.ID, Samarinda - Gaung Indonesia International Motor Show (IIMS)...

    Tanpa Biaya Pendidikan, IKIP PGRI Kaltim Terapkan Gratispol Total Mulai 2026

    UNDAS.ID, Samarinda - Program Gratispol IKIP PGRI Kalimantan Timur...

    Share

    UNDAS.ID, Sepaku, IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku menggelar Gerakan Tanam Kopi Liberika di Pendopo Kopi, Desa Tengin Baru, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal mengembalikan jenis kopi ini sebagai produk unggulan daerah.

    Puluhan peserta terlibat menanam 23 bibit yang menjadi simbol dimulainya upaya pelestarian varietas kopi istimewa ini. Mengusung tema “Melestarikan kopi Liberika sebagai produk unggulan daerah”, program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaannya di Sepaku.

    Ketua Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Sugiman, menyebutkan kopi jenis ini memiliki keunggulan tersendiri.

    “Kopi ini tahan banting, tahan penyakit, bahkan bisa tumbuh di lahan gambut. Dulu pernah menjadi primadona dan tulang punggung keluarga kami,” ujarnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

    “Kami membawa enam pendamping untuk mendukung komunitas ini. Harapannya, tahun depan komunitas ini bisa menjadi supplier pertama oleh-oleh kopi khas Nusantara,” ucapnya.

    Myrna juga menjelaskan bahwa tiga spesies kopi Liberika yang ditanam meliputi coffee liberica, coffee dewevrei (excelsa), dan coffee klainei.

    Dalam kegiatan tersebut, Myrna melakukan survei singkat terkait konsumsi kopi peserta. Hasilnya, hanya satu orang yang mengonsumsi kopi dari kebun sendiri, sedangkan sebagian besar masih mengandalkan kopi pabrikan.

    Salah satu warga, Radyo, mengapresiasi langkah ini.

    “Sekarang produk kopi peminatnya banyak dan pemasarannya jelas. Dulu sulit memasarkan, jadi melalui program ini semoga ada penampungan dan arahan yang lebih baik,” tuturnya.

    Gerakan ini menjadi bukti komitmen Otorita IKN untuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal. Harapannya, kopi Liberika dapat menjadi oleh-oleh khas Nusantara pertama dari wilayah Sepaku pada tahun mendatang. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img