Mei10 , 2026

    Akhmed Reza Fachlevi Ungkap Dampak Jalan Rusak di Kaltim: Ekonomi Lumpuh, Keselamatan Terancam

    Related

    APITU Berbagi Siap Ramaikan Banjarbaru

    UNDAS.ID, Banjarbaru –Banjarbaru bersiap menjadi pusat berkumpulnya ratusan praktisi...

    Modal Podium di Sepang, Pebalap Indonesia Makin Percaya Diri di ARRC Thailand

    UNDAS.ID, Thailand - Semangat persaingan kembali membara di lintasan...

    Dari Bengkel Sekolah ke Dunia Industri, Siswa SMKN 19 Samarinda Unjuk Skill

    UNDAS.ID, Samarinda – Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di...

    Living Museum Banjarbaru Menguat, Cempaka Bisa Jadi Ikon Baru yang Bikin Bangga

    UNDAS.ID, Banjarbaru — Living Museum Banjarbaru dinilai berpotensi menjadi...

    Share

    UNDAS.ID, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, mendorong pemerintah provinsi dan pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki jalan yang mengalami longsor dan ambles di ruas Muara Jawa – Sanga-Sanga serta Kota Bangun – Melak, Kutai Barat. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.

    “Kondisi jalan yang rusak menjadi keluhan utama masyarakat. Kami meminta percepatan perbaikan agar akses warga tidak terganggu dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujar Reza Fachlevi.

    Jalan Rusak, Warga Terkendala Mobilitas

    Ruas jalan Muara Jawa – Sanga-Sanga selama ini sering mengalami kerusakan parah akibat longsor, yang menyebabkan beberapa bagian jalan patah dan amblas. Sayangnya, hingga kini, perbaikan belum dilakukan secara maksimal, sehingga semakin menyulitkan aktivitas masyarakat, termasuk distribusi barang dan jasa.

    Sementara itu, di ruas Kota Bangun – Melak, Desa Kedang Murung menjadi titik yang cukup kritis. Jalan nasional di desa ini mengalami ambles dengan diameter sekitar satu meter, mengancam keselamatan pengguna jalan. Mengingat statusnya sebagai jalan nasional, perbaikannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    “Kami meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih pada jalan nasional di Kaltim, terutama di ruas Kota Bangun – Melak. Akses ini sangat vital bagi masyarakat pedalaman dan Kutai Barat, sehingga harus segera diperbaiki,” tegas Reza Fachlevi.

    Industri Harus Ikut Bertanggung Jawab

    Tak hanya menyoroti peran pemerintah, Reza Fachlevi juga menekankan pentingnya kontribusi sektor usaha, khususnya industri pertambangan dan perkebunan, dalam pemeliharaan infrastruktur. Menurutnya, jika aktivitas industri turut menyebabkan kerusakan jalan, maka perusahaan harus bertanggung jawab atas pemeliharaannya.

    “Perusahaan yang memanfaatkan jalan untuk operasionalnya harus berkontribusi dalam perawatannya. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban akibat rusaknya infrastruktur,” ujarnya.

    DPRD Kaltim Kawal Percepatan Perbaikan

    Sebagai bentuk keseriusan, DPRD Kaltim melalui Komisi III akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk memastikan percepatan perbaikan jalan ini. DPRD juga berkomitmen mengawal anggaran yang dialokasikan agar permasalahan infrastruktur ini tidak berlarut-larut.

    “Kami akan terus mengawal hingga ada solusi nyata di lapangan. Jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga kunci pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Reza Fachlevi.

    Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, serta sektor usaha, perbaikan infrastruktur ini bisa segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur. “Kami ingin memastikan bahwa perbaikan jalan ini menjadi prioritas, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tandas Reza. (Red)

    Facebook Comments Box
    spot_img