Mei15 , 2026

    Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Lakukan Evaluasi Pasca PON

    Related

    Inspiratif! Perempuan Indonesia Didorong Berani Pimpin dan Ciptakan Perubahan

    UNDAS.ID, Jakarta - Langkah besar menuju lingkungan kerja yang...

    APITU Berbagi Siap Ramaikan Banjarbaru

    UNDAS.ID, Banjarbaru –Banjarbaru bersiap menjadi pusat berkumpulnya ratusan praktisi...

    Modal Podium di Sepang, Pebalap Indonesia Makin Percaya Diri di ARRC Thailand

    UNDAS.ID, Thailand - Semangat persaingan kembali membara di lintasan...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Evaluasi pasca PON XXI/2024 Aceh-Sumut dilakukan. Nenariknya, evaluasi itu dilakukan dari sisi hilirnya terlebih dulu. Yaitu pembinaan secara komperhensif terhadap cabor yang memiliki nomor tanding paling banyak dan perorangan.

    Bagi Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, evaluasi ini harus menjadi perhatian penuh. Terutama Dispora Kaltim sebagai perpanjangan tangan Pemprov Kaltim dan cabor terkait. “Karena kalau kita tidak belajar dari hilirnya, kita tidak bisa menyalahkan begitu saja hulunya,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rasman mengungkapkan, dilihat dari target sejumlah cabor, ada puluhan nomor tanding yang telah menembus babak final. “Jumlah itu sudah masuk target. Tapi mungkin bukan rezekinya saja menang, dan sekali lagi ini juga bukan alasan kita untuk melakukan evaluasi,” ujarnya.

    Menurut Rasman Rading, apapun hasilnya, capaian atlet-atlet Kaltim yang berlaga di PON XXI/2024 layak mendapatkan apresiasi. Dia pun mengucapkan selamat bagi para atlet yang telah meraih medali untuk Benua Etam. “Memang ada yang memenuhi target, ada juga yang tidak, dan ada yang tidak ditarget ternyata meraih medali,” jelasnya.

    Meski tak memenuhi target masuk 5 besar, Dispora Kaltim tetap mengapresiasi upaya yang dilakukan KONI Kaltim serta seluruh cabor. Sebab, peluang Kaltim untuk masuk dalam 5 besar memang kecil terwujud sejak Kamis 19 September 2024. Alasannya, perolehan medali kontingen Jabar, Jakarta, Jatim, Sumut dan Aceh, cukup bersaing ketat di 5 besar.

    “Tapi ini bukan jadi alasan bagi kita untuk tidak melakukan evaluasi,” tukas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img