Mei21 , 2026

    Dispora Kaltim Hadirkan Narasumber Kompeten di Pelatihan Kecakapan Hidup

    Related

    Bukan Cuma Gowes, Komunitas Pancal Bike Samarinda Dapat Edukasi Safety Riding

    UNDAS.ID, Samarinda – Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara kembali...

    Padatnya Jalanan Samarinda Bikin Pengendara Harus Makin Waspada, Ini Tipsnya

    UNDAS.ID, Samarinda – Padatnya lalu lintas dan tingginya mobilitas...

    Inspiratif! Perempuan Indonesia Didorong Berani Pimpin dan Ciptakan Perubahan

    UNDAS.ID, Jakarta - Langkah besar menuju lingkungan kerja yang...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Narasumber di setiap Pelatihan Kecakapan Hidup (lifeskill) yang digagas Dispora Kaltim, bukan sosok sembarangan. Salah satunya adalah Sayoko Prasetyo, Chef Bogasari. Dia pernah didapuk untuk mengajarkan keterampilan membuat kuliner di Kutim, tahun lalu.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Sejumlah keterampilan yang ditularkan koki ke peserta,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi.

    Keterampilan yang dimaksud, urai Rusmuliadi, diantaranya meracik bumbu ayam, kaldu mi ayam, minyak ayam, membuat kulit pangsit, hingga penyajian mi ayam. Hari berikutnya, peserta dilatih membuat kue karamel, vienuse cookies, pizza, roti taiwan, roti gulung abon, donat, dan bolu gulung borneo.

    Dari banyaknya keterampilan dan motivasi yang diberikan oleh narasumber dan Bidang Pengembangan Pemuda tentang semangat berwirausaha, Rusmuliadi berharap kepada peserta menjadi termotivasi dan terinspirasi untuk membuka lapangan kerja baru.

    “Semua kecakapan hidup yang telah ditularkan narasumber, diterima dengan baik oleh peserta dan rata-rata peserta juga terampil, sehingga selain mereka siap diterima di pasar kerja juga siap membuka lapangan kerja,” ujarnya.

    Rusmuliadi mengaku percaya dengan keterampilan yang akan dimiliki oleh calon peserta pelatihan. Sebab, para narasumber yang didatangkan merupakan orang ahli, terampil dan memang selama ini berkecimpung di bidang keterampilan yang dilatihkan. “Para peserta pelatihan kecakapan hidup layak membuka usaha atau berwirausaha,” ungkap Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img