September10 , 2026

    Pembinaan Harus dari Hilir ke Hulu

    Related

    Kabut Asap Makin Pekat? Ini Tips Aman Berkendara dari Honda

    UNDAS.ID - Kabut asap Samarinda akibat kebakaran hutan dan...

    Honda Kasih Diskon 20 Persen untuk Service Motor di AHASS

    UNDAS.ID - Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) tidak hanya dirayakan...

    Hari Pelanggan Nasional: Honda Libatkan 1.600 Dealer untuk Manjakan Konsumen

    UNDAS.ID – Hari Pelanggan Nasional alias Harpelnas tahun ini...

    Salat Istisqa PWI Kaltim di Tengah Kemarau dan Ancaman Karhutla

    UNDAS.ID – Kemarau di Kalimantan Timur belum menunjukkan tanda-tanda...

    ARRC Sepang 2026: Rheza Danica Kejar 26 Pebalap hingga Podium

    UNDAS.ID – Asia Road Racing Championship (ARRC) Sepang menghadirkan...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Eksistensi atlet di masing-masing cabor butuh sokongan lebih. Selain pemerintah, dukungan dari perusahaan juga diperlukan. Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menjelaskan pembinaan atlet dan cabor oleh perusahaan cukup eksis dilakukan beberapa tahun lalu.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    PKT menjadi salah satu perusahaan yang konsisten melakukannya. Khususnya di cabor tenis meja. Sayangnya, hal ini tidak diikuti seluruh perusahaan yang beroperasi di Benua Etam. “Kami ingin perusahaan-perusahaan besar di Kaltim jadi bapak asuh. Artinya bukan sekadar pembinaan, tapi benar-benar dibina dari hilir sampai hulu,” katanya.

    “Masa sudah mengeruk (Sumber Daya Alam, Red.) di sini tidak ada kontribusi untuk masyarakat olahraga,” sambung Rasman.

     

    Baginya, ada sejumlah benefit yang didapatkan perusahaan yang melakukan pembinaan atlet dan cabor. Misalnya memasyarakatkan olahraga itu sendiri, dan prestasi. “Jika ada kejuaraan, nama perusahaan yang membina juga akan terangkat di dunia olahraga,” sebutnya.

    Rasman menyatakan, pembinaan yang dimaksud tak ubahnya yang dilakukan PKT maupun PT Djarum di Kudus, Jateng. Dimana pembinaan dimulai dari pembibitan, pemusatan, hingga pendidikan. “Kalau sekolah mereka bisa dititipkan di luar Kaltim. Karena di sana kompetisinya jalan. Kalau di sini cukup mahal,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img