Juli15 , 2026

    Pembinaan Harus dari Hilir ke Hulu

    Related

    Enam Wakil Kaltim Siap Bersaing di Kontes Layanan Honda Nasional 2026

    UNDAS.ID, Samarinda - Kontes Layanan Honda Nasional 2026 kembali...

    Universitas Widya Gama Mahakam Wakili Samarinda di Astra Honda SDGs Future Leaders

    UNDAS.ID, Samarinda - Mahasiswa Samarinda kembali menorehkan prestasi di...

    Jelang Hari Pertama Sekolah, Pelajar Diimbau Terapkan Tips Berkendara Aman

    UNDAS.ID, Samarinda - Hari pertama sekolah yang dijadwalkan berlangsung...

    LKSN 2026 Cetak Talenta Otomotif, Kompetensi Pelajar SMK Diuji Berstandar Industri

    UNDAS.ID, Samarinda - Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2026...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Eksistensi atlet di masing-masing cabor butuh sokongan lebih. Selain pemerintah, dukungan dari perusahaan juga diperlukan. Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menjelaskan pembinaan atlet dan cabor oleh perusahaan cukup eksis dilakukan beberapa tahun lalu.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    PKT menjadi salah satu perusahaan yang konsisten melakukannya. Khususnya di cabor tenis meja. Sayangnya, hal ini tidak diikuti seluruh perusahaan yang beroperasi di Benua Etam. “Kami ingin perusahaan-perusahaan besar di Kaltim jadi bapak asuh. Artinya bukan sekadar pembinaan, tapi benar-benar dibina dari hilir sampai hulu,” katanya.

    “Masa sudah mengeruk (Sumber Daya Alam, Red.) di sini tidak ada kontribusi untuk masyarakat olahraga,” sambung Rasman.

     

    Baginya, ada sejumlah benefit yang didapatkan perusahaan yang melakukan pembinaan atlet dan cabor. Misalnya memasyarakatkan olahraga itu sendiri, dan prestasi. “Jika ada kejuaraan, nama perusahaan yang membina juga akan terangkat di dunia olahraga,” sebutnya.

    Rasman menyatakan, pembinaan yang dimaksud tak ubahnya yang dilakukan PKT maupun PT Djarum di Kudus, Jateng. Dimana pembinaan dimulai dari pembibitan, pemusatan, hingga pendidikan. “Kalau sekolah mereka bisa dititipkan di luar Kaltim. Karena di sana kompetisinya jalan. Kalau di sini cukup mahal,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img