Juli16 , 2026

    Transformasi SMK Kaltim Berhasil! Teaching Factory Dongkrak Serapan Tenaga Kerja

    Related

    Resky dan Abim Sumbang Dua Podium Indonesia di IHTTC 2026 Putaran Sepang

    UNDAS.ID, Malaysia - Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC)...

    Big Bike New Rebel 1100 Hadir Lebih Elegan, Intip Fitur dan Harga Terbarunya

    UNDAS.ID, Samarinda - New Rebel 1100 kembali mendapat penyegaran...

    Kupas Tuntas New Honda Vario Evo 160, Skutik Premium dengan Fitur Makin Lengkap

    UNDAS.ID, Samarinda - Hadir sebagai generasi terbaru skutik premium...

    Enam Wakil Kaltim Siap Bersaing di Kontes Layanan Honda Nasional 2026

    UNDAS.ID, Samarinda - Kontes Layanan Honda Nasional 2026 kembali...

    Share

    UNDAS.ID, Samarinda – Kinerja Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan hasil positif. Tiga komponen utama pembelajaran, yakni edukasi, teaching factory, dan inovasi vokasi, terbukti mampu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK hingga 6,77 persen pada tahun 2025 — angka terendah sepanjang sejarah pendidikan vokasi di provinsi ini.

    “Lulusan SMK Kaltim di tahun 2025 itu (tingkat pengangguran terbuka) sudah menurun di angka 6,77 persen,” kata Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa, dalam kegiatan Transformasi Tata Kelola SMK di Samarinda.

    Ia menilai, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan — mulai dari pemerintah provinsi, dunia usaha dan industri, hingga pihak sekolah — dalam memperkuat pendidikan vokasi berbasis praktik dan inovasi.

    Surasa menjelaskan, pendidikan vokasi kini diarahkan agar dapat menjadi replika industri, dengan empat fungsi utama: produk, sumber daya manusia (SDM), keuangan, dan pemasaran.
    “Bagaimana bapak ibu guru yang sudah di-reskilling, upskilling, termasuk juga peserta didik itu menjadi bagian dari sumber daya manusia,” ujarnya.

    Untuk mendukung fungsi keuangan, Surasa menyebut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi dapat dijadikan modal bagi sekolah dalam mengembangkan model pembelajaran Teaching Factory (TFA).
    Sementara aspek pemasaran didorong melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang kini telah berdiri di sekitar 160 SMK di Kaltim dan terdaftar di Dinas Tenaga Kerja.

    Ia menekankan pentingnya digitalisasi portofolio peserta didik melalui BKK agar hasil pelatihan dan mikro kredensial dapat dipasarkan langsung ke industri pasangan.
    “Ini mungkin salah satu indikator peningkatan serapan kerja,” tegasnya.

    Surasa juga mengapresiasi inovasi produk dari SMK Negeri 10 Samarinda yang berhasil mengembangkan prototipe mobil listrik. Ia menyebut karya tersebut sebagai contoh nyata kontribusi SMK terhadap pengembangan pekerjaan hijau (green jobs) di Kaltim, yang ditetapkan Bappenas sebagai salah satu dari tiga provinsi piloting program tersebut.

    Langkah-langkah ini diharapkan semakin memperkuat posisi SMK sebagai pusat inovasi dan penyedia tenaga kerja terampil, sejalan dengan arah kebijakan energi terbarukan nasional dan agenda pembangunan hijau daerah.

    “Inovasi tidak harus selalu mobil listrik, tetapi bisa dimulai dari alat-alat pertanian sederhana,” tambahnya. (red)

    Facebook Comments Box
    spot_img