November1 , 2026

    IKN, Bahri Ingatkan Daya Saing Pemuda

    Related

    Bikers Honda Samarinda Ramaikan Touring Wong Pusat di Ambarawa

    UNDAS.ID – Semangat persaudaraan komunitas motor Honda dari berbagai...

    1.215 Pelajar Ikut AHM Best Student 2026, Ini Daftar Pemenangnya

    UNDAS.ID – Inovasi deterjen berbahan alami mengantarkan Yazid Alfata...

    Imbauan 5 Rajab Sekumpul, Mobil Wajib Tunggu 2 Jam Saat Pulang

    UNDAS.ID – Imbauan 5 Rajab Sekumpul mengatur sejumlah ketentuan...

    Honda Genio Tampil Makin Kalcer, Warna Baru Bikin Gaya Retro Makin Kece

    UNDAS.ID – Honda Genio mendapat penyegaran tampilan melalui pilihan...

    Modifikator Kaltim Juara Nasional HMC 2026, Scoopy dan Vario 125 Jadi Andalan

    UNDAS.ID – Modifikator asal Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi...

    Share

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim, Bahri, mengajak para pemuda untuk aktif berpartisipasi dalam pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan Dispora Kaltim. Langkah itu diambil sebagai respons terhadap arus masuknya SDM dan investasi ke IKN yang akan menciptakan tantangan sekaligus peluang baru bagi generasi muda di Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Dia menekankan pentingnya pelatihan tersebut sebagai sarana guna meningkatkan keterampilan dan daya saing pemuda. “Ini kesempatan pemuda untuk mandiri. Lulus SMA atau kuliah nantinya bisa membiayai hidup mereka sendiri. Hadirnya IKN akan persaingan hidup akan lebih ketat,” ujarnya.

    Pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan Dispora Kaltim, ungkap Bahri, mencakup berbagai bidang. Mulai dari tata rias kecantikan, tata busana, kayu atau mebel, dan barbershop. “Semua dirancang untuk mempersiapkan pemuda dalam menghadapi tantangan di dunia kerja dan kewirausahaan,” ucapnya.

    Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menciptakan pemuda yang siap bersaing di era yang semakin dinamis. Namun, Bahri mengingatkan, kehadiran IKN membawa potensi lapangan kerja yang luas, sehingga pemuda perlu mengambil langkah proaktif untuk memanfaatkan peluang tersebut. Melalui pelatihan-pelatihan itu, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya siap beradaptasi, tetapi juga berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan daerah.

    “Saya berharap mereka benar-benar menyimak di setiap pelatihan itu. Semua sama, apabila tekun akan berbuah baik. Apapun yang diajarkan oleh narasumber dipahami. Mereka harus bersaing, otak itu sama saja, bedanya hanya diasah atau tidaknya,” tutup Bahri. (tim/adv)

    Facebook Comments Box
    spot_img