UNDAS.ID, Samarinda — Pengukuhan Kerukunan Keluarga Bumi Senyiur (KKBS) menjadi momentum penting yang menandai kebangkitan solidaritas warga Senyiur dalam halal bihalal hangat di Ballroom Hotel Five Premiere, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momen emosional bagi ribuan warga asal Senyiur yang selama ini tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Samarinda hingga Tenggarong. Tidak sekadar seremoni, acara tersebut menjadi ruang temu yang mempererat kembali hubungan kekeluargaan yang sempat terputus oleh jarak dan waktu.
Ketua KKBS, Kaspul Anwar, menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi titik balik penting bagi sekitar 4.000 kepala keluarga asal Senyiur. Ia mengakui, selama ini masih banyak anggota keluarga yang belum saling mengenal meski berasal dari garis keturunan yang sama.
“Melalui momen ini, kita bisa tahu siapa dari keluarga mana. Dari yang tidak saling kenal, hari ini kita mulai menyatu. Karena kalau kita menyatu, kita kuat,” ujarnya.
Menurut Kaspul, kekuatan sebuah komunitas tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggotanya, tetapi juga oleh rasa kebersamaan dan solidaritas yang terbangun di dalamnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan KKBS bukan hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga memiliki misi strategis dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Senyiur, khususnya di tengah pesatnya aktivitas industri di wilayah tersebut.
Tercatat, terdapat sekitar 31 perusahaan yang beroperasi di kawasan Senyiur. Namun, masyarakat lokal dinilai belum sepenuhnya merasakan dampak positif, bahkan cenderung hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
KKBS diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan perusahaan, termasuk dalam hal rekomendasi tenaga kerja agar generasi muda Senyiur memiliki peluang lebih luas untuk bekerja.
“Ini tujuan kami. Anak-anak kita harus punya kesempatan. Jangan sampai hanya jadi penonton,” tegasnya.
Selain itu, Kaspul juga mengingatkan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi sosial masyarakat Senyiur. Ia menilai, tanpa komunikasi yang baik, dinamika kehadiran industri berpotensi memicu konflik sosial.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yuriansyah T, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan KKBS. Ia menilai organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persatuan dan pembangunan daerah.
“Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi kekuatan sosial untuk memperkokoh persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Ia juga menilai tema kegiatan, “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah Menuju Keluarga Besar yang Harmonis”, sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Saya juga berharap Kerukunan Keluarga Bumi Senyiur dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Kutai Timur yang lebih maju, inklusif, dan harmonis,” tandasnya. (red)











