Beranda blog Halaman 72

    Putri Junjung Buih dan Kain Sasirangan

    0
    Putri Junjung Buih
    foto: istimewa

    undas.id – Cerita bermula pada abad ke-12 di Kalimantan Selatan, seorang Patih Negara Dipa yaitu Lambung Mangkurat balampah–bahasa Banjar (bertapa: red) selama 40 hari 40 malam di atas rakit Balarut Banyu–mengikuti arus air, hingga menjelang akhir pertapaannya, rakit yang ditumpangi tiba di daerah Rantau, kota Bagantung.

    Disini Lambung Mangkurat mendengar suara perempuan yang keluar dari segumpal buih, konon asal suara itu tak lain adalah dari Putri Junjung Buih. Nah untuk melihat wujud dari Putri tersebut sang Patih harus mengabulkan permintaannya, yakni sebuah istana Batung dan selembar kain yang ditenun dan dicalap (warnai : red) dan kedua permintaan itu harus selesai dalam satu hari.

    Selembar kain yang ditenun dan dicalap tadi disebut kain Langgundi, dibuat oleh 40 orang wanita yang masih perawan dengan motif padiwaringin, motif ini menurut cerita merupakan motif pertama kain Sasirangan. Kabarnya Putri junjung Buih menginginkan kain Langgundi berwarna kuning.

    Kemudian pada hari yang disepakati, naiklah sang Putri ke alam manusia meninggalkan tempat persemayamannya yang terletak didasar sungai Tabalong.

    Konon dengan menggunakan kain Langgundi berwarna kuning, Putri Junjung Buih dilihat nampak anggun oleh warga Kerajaan Negara Dipa saat itu. Kain Langgundi inilah kemudian dikenal dengan kain Sasirangan hingga saat ini.

    Seperti itulah cerita turun temurun tentang asal muasal kain Sasirangan.

    Kain Sasirangan merupakan kain tradisional berasal dari Kalimantan Selatan yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari 33 kain tradisional warisan budaya tak benda di Indonesia.

     

    Editor: Abe

    Facebook Comments Box

    Sejarah Ritual Pembuatan Kain Langgundi, Sekarang Dikenal dengan Sasirangan

    0
    Kain langgundi
    foto: istimewa

    undas.id – Kain yang dibuat dengan teknik tusuk jelujur, lalu diikat dengan benang atau tali selanjutnya dicelupkan ke pewarna pakaian, teknik inilah yang menamai kain khas urang Banjar. Sasirangan.

    Berasal dari padanan kata “sa” artinya satu dan “sirang” berarti jelujur.

    Konon dahulu kala ketika sekitar abad ke-7, menurut Hikayat Banjar kain ini bernama kain Langgundi.

    Kain yang dipercaya memiliki kekuatan magis, dipergunakan untuk pengobatan atau batatamba–bahasa Banjar, untuk mengusir bahkan melindungi diri dari gangguan roh jahat.

    Nah, untuk membuatnya pun tergantung tujuan atau pesanan (pamintaan : bahasa Banjar), sehingga kain ini populer juga sebagai kain pamintaan.

    Kain Langgundi tak bisa dibuat secara sembarangan karena ada persyaratan khusus berupa upacara selamatan. Pemberian corak warna disesuaikan dengan niatannya.

    Seumpama warna kuning bertujuan untuk menyembuhkan penyakit kuning, begitu pula warna merah untuk menyembuhkan sakit kepala atau insonia.

    Warna hijau untuk sakit lumpuh atau stroke. Hitam untuk demam dan gatal-gatal. Ungu untuk sakit perut dan coklat untuk penyakit kejiwaan atau stress.

    Tak cuma warna, tapi bentuk dan cara pakainya pun disesuaikan pula dengan tujuannya. Misalkan bentuk sarung (tapih–bahasa Banjar) biasanya untuk mengobati demam atau gatal-gatal. Bentuk kemben (udat–bahas Banjar) untuk menyembuhkan diare, disentri, kolera dan penyakit perut. Bentuk kerudung (kakamban–bahasa Banjar) dililitkan pada kepala atau disampirkan sebagai penutup kepala untuk mengatasi migran dan bentuk ikat kepala (laung–bahasa Banjar) untuk penyakit yang ada di kepala seperti pusing, kepala berdenyut.

    Editor: Abe

    Facebook Comments Box

    Pengen Jadi Penulis, Coba Aplikasi Ini

    0
    Jadi penulis

    BANJARBARU, undas.id – Bagi Sobat Undas senang menumpahkan kata maupun kalimat hingga menjadi sebuah naskah tulisan, sedangkan ketika kita menulis terkadang tidak langsung menyelesaikan naskah tersebut sehingga kita harus menyimpannya.

    Sekarang ada cara mudah alias tidak ribet dalam menyimpan naskah tulisan itu, ada beberapa aplikasi yang mungkin bisa Sobat Undas gunakan hanya sekedar untuk hobi menulis maupun yang berkeinginan jadi penulis, ini diantaranya:

    1. Wattpad

    Aplikasi yang dirilis sejak 2006 lalu oleh Allen Lau dan Ivan Yuen merupakan aplikasi untuk membaca maupun bisa untuk mengirim karya tulisan seperti artikel, cerita pendek, puisi, novel dan lainnya.

    Dari aplikasi pula lahir penulis yang cukup populer dan menghasilkan karya terbilang best seller, sebut saja Almira Bastari dengan karyanya Resign! dan Valerie Patkar sukses dengan Claires.

    Jadi Penulis

    Aplikasi ini terdapat di android dan IOS, Sobat Undas bisa mendownload kemudian registrasi dengan menggunakan akun facebook atau Google setelahnya ikuti petunjuk selanjutnya.

    1. JotterPad

    Aplikasi yang kedua, Sobat Undas bisa menggunakan JotterPad, dengan desain yang user-friendly cocok digunakan untuk menulis puisi, lirik lagu, novel bahkan artikel.

    Format tulisannya pun bervariasi, mulai txt, pdf, markdown dan docx.

    Jadi Penulis

    1. Steller

    Steller sendiri kepanjangan dari storyteller atau bisa diartikan penutur cerita atau pendongeng.

    Di aplikasi ini tak cuma elemen tulisan, Sobat Undas pun menggunakan teks, foto dan video, sehingga tulisan yang dibuat bisa menjadi lebih menarik dan interaktif.

    Jadi Penulis

    1. Storial.co

    Storial.co telah memiliki komunitas menulis, tak heran baru beberapa bulan diluncurkan sudah memiliki lebih dari 500 judul cerita.

    Storial.co sendiri merupakan sebuah laman menulis di Indonesia, dibuat untuk melahirkan penulis baru. Pada aplikasi ini pula para penulis bisa berdiskusi seputar kegiatan menulis.

    Jadi Penulis

    Nah mungkin aplikasi itu yang bisa dicoba, agar kepiawaian menulis Sobat Undas bisa lebih berkembang sehingga bisa menghasilkan karya yang the best tentunya.

     

    Editor: Abe

     

    Facebook Comments Box

    Amalan yang Biasa di Lakukan Ketika Malam Nisfu Syaban

    0
    Nisfu Syaban

    BANJARBARU, undas.id – Ada beberapa malan yang dilakukan umat muslim ketika malam Nisfu Syaban, apa saja itu:

    1. Membaca Yasin

    Membaca Surah Yasin setelah shalat magrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al Buni, dan hal itu bukanlah suatu yang buruk. (Syaik Muhammad bin Darwisy, Asna al-Mathalib, 234).

    “Diantara keistimewaan surah Yasin, sebagaimana menurut sebagian ulama dibaca ketika malam Nisfu Syaban sebanyak 3 kali.

    Membaca pertama diniatkan meminta panjang umur, kedua dengan niat terhindar dari bencana dan ketiga agar tidak bergantung kepada mahluk. (Fathi al-Malik al-Majid 19).

    1. Berdoa

    Ibnu Mas’ud berkata, “Tidak seorang pun berdoa dengan beberapa doa kecuali Allah akan melapangkan hidup baginya: Wahai Dzat pemberi anugerah, maka tak ada yang mampu memberi anugerah pada Mu. Wahai Dzat yang Agung dan Mulia, pemberi anugerah dan nikmat.

    Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Wahai penolong pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi rasa aman bagi yang ketakutan. Jika Engkau menakdirkan aku di Lauh Mahfudz sebagai orang yang celaka maka hapuskanlah. Dan tetapkanlah aku disisi Mu sebagai hamba yang beruntung dan mendapatkan pertolongan pada kebaikan.

    Allah berfirman dalam Al Quran: “039.

    Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh)”. (Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Al-Mushannaf 7/85).

    1. Shalat Sunah

    Melaksanakan shalat sunah secara mutlak djelaskan dalam hadist

    Nabi bersabda : “Shalat adalah sebaik-baik syariat, siapa yang ingin memperbanyak maka perbanyaklah, dan siapa yang ingin melakukan sedikit maka lakukanlah”

    (Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadist ini dinilai sahih oleh Ibnu Hibban. Fath Al-Bari 2/479).

    Hadist inilah yang dijadikan Mufti Mesir dalam melaksanakan shalat mutlak, namun harus menjaga betul dengan niat shalat tersebut agar tidak diniati dengan niat shalat yang tidak ada tuntunannya.

    1. Puasa

    Puasa dipertengahan bulan Syaban atau 15 Syaban ada yang berpendapat bidah, namun demikian ada ulama yang membolehkan karena termasuk hari-hari purnama (tanggal 13, 14, 15 Hijriah) yang dianjurkan berpuasa disetiap bulannya.

    Demikian amalan-amalan malam Nisfu Syaban yang mungkin bisa dikerjakan.

    Wallahu A’lam Bish Showab. (iNews)

     

    Editor: Abe

    Facebook Comments Box

    Kapan sih Nisfu Syaban Dilakukan Pertama Kali

    0
    Nisfu Syaban

    BANJARBARU, undas.id – Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, pada bulan ini ada salah satu hari yang diistimewakan oleh umat muslim yakni malam ke-15 atau biasa disebut malam Nisfu Syaban.

    Tahun ini, 2023 masehi atau 1444 hijriah, awal Syaban berdasarkan Kalender Hijriah IndonEsia tahun 2023 oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia bertepatan 22 Februari.

    Oleh karenanya Nisfu Syaban jatuh pada 8 Maret atau 7 Maret 2023 malam.

    Sedangkan kalau merujuk Kalender Islam Global Tunggal 1444 hijriah yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Syaban 1444 hijriah bertepatan 21 Pebruari 2023. itu berarti Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 7 Maret atau 6 Maret 2023 malam.

    Lalu sejak kapan malam Nisfu Syaban ini dimulai?

    Melansir laman resmi Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdatul Ulama (LTN NU) PWNU Jatim, melalui laman Halaqoh.net terbit 17 Mei 2016 lalu dan laman tribunnews.com tanggal 15 Maret 2022.

    Malam Nisfu Syaban dilakukan pertama kali para tabi’in yakni generasi setelah Sahabat Nabi di Syam Syria, seperti Khalid bin Ma’dan (perawi dalam Bukhari dan Muslim), Makhul (perawi dalam Bukhari dan Muslim), Luqman bin ‘Amir (al-Hafidz Ibnu Hajar menilainya jujur) dan sebagainya, mereka menganggungkannya dan beribadah di malam itu.

    Nah dari mereka ini kemudian orang-orang mengambil keutamaan malam dipertengahan bulan Syaban tersebut. Ketika hal itu mulai populer diberbagai negara, maka para ulama berbeda dalam menyikapinya, ada yang menerima dan ada pula yang tak menerima.

    Wallahu A’lam Bish Showab

     

    Editor : Abe

    Facebook Comments Box