Beranda blog Halaman 21

    Jadwal Lengkap ARRC Mandalika 2025, AHRT Targetkan Podium

    0
    Jadwal Lengkap ARRC Mandalika 2025, AHRT Targetkan Podium
    Squad pebalap binaan AHM siap berlaga pada putaran keempat ARRC 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan ini. (AHM)

    UNDAS.ID, Jakarta – Astra Honda Racing Team (AHRT) akan tampil dengan kekuatan penuh pada putaran keempat Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan ini (30–31/8). Dengan kembalinya Andi Farid Izdihar di kelas Asia Superbike (ASB) 1000 dan performa solid para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), tim ini siap menjaga dominasi CBR Series di depan publik Indonesia.

    Adenanta Unggul di Klasemen SS600, Siap Amankan Poin Penuh di Mandalika

    Hingga seri ketiga di Motegi, Jepang, M. Adenanta Putra menguasai puncak klasemen kelas SS600 dengan 108 poin. Performa apik ia tunjukkan dengan podium ketiga di race pertama dan kemenangan dominan di race kedua.

    “Seri Mandalika memiliki arti penting bagi saya. Persaingan ketat di klasemen menjadi motivasi tambahan untuk tampil maksimal di hadapan publik Indonesia,” ujar Adenanta.

    Di kelas SS600, AHRT juga menurunkan Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens. Herjun kini menempati posisi ke-10 klasemen dengan 40 poin, sementara Rheza berada di posisi ke-16 dengan 13 poin.

    Fadillah Arbi Pimpin AP250, Davino Siap Tampil Lebih Agresif

    Di kelas AP250, pebalap muda Fadillah Arbi Aditama masih memimpin klasemen dengan 104 poin. Setelah tampil konsisten di Motegi dengan finis kelima dan keenam, Arbi bertekad mempertahankan jarak poin dari rivalnya.

    “Seri Mandalika menjadi momen spesial bagi saya. Pengalaman di Moto3 jadi bekal berharga, dan saya bertekad tampil maksimal untuk menjaga peluang juara Asia,” kata Arbi.

    Sementara rekan setimnya, Davino Britani, yang kini berada di posisi kesembilan dengan 35 poin, optimis bisa menunjukkan progres signifikan.

    Comeback Andi Farid Izdihar di ASB1000, Targetkan Hasil Terbaik di Tanah Air

    Setelah absen di putaran Motegi akibat cedera, Andi Farid Izdihar kembali ke lintasan Mandalika dengan semangat tinggi.

    “Saya sangat antusias menghadapi seri Mandalika. Setelah pemulihan, saya siap memberikan hasil terbaik untuk publik Indonesia,” ungkapnya.

    Jadwal ARRC 2025 Mandalika

    • AP250: 13.00 WIB
    • SS600: 13.50 WIB
    • ASB1000: 14.45 WIB

    Seluruh balapan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Asia Road Racing Championship. (red)

    Facebook Comments Box

    IKN dan Komunitas Sepaku Hidupkan Lagi Kopi Liberika

    0
    IKN dan Komunitas Sepaku Hidupkan Lagi Kopi Liberika
    IKN bersama Komunitas Sepaku menggelar Gerakan Tanam Kopi Liberika. (Ist)

    UNDAS.ID, Sepaku, IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku menggelar Gerakan Tanam Kopi Liberika di Pendopo Kopi, Desa Tengin Baru, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal mengembalikan jenis kopi ini sebagai produk unggulan daerah.

    Puluhan peserta terlibat menanam 23 bibit yang menjadi simbol dimulainya upaya pelestarian varietas kopi istimewa ini. Mengusung tema “Melestarikan kopi Liberika sebagai produk unggulan daerah”, program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaannya di Sepaku.

    Ketua Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Sugiman, menyebutkan kopi jenis ini memiliki keunggulan tersendiri.

    “Kopi ini tahan banting, tahan penyakit, bahkan bisa tumbuh di lahan gambut. Dulu pernah menjadi primadona dan tulang punggung keluarga kami,” ujarnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

    “Kami membawa enam pendamping untuk mendukung komunitas ini. Harapannya, tahun depan komunitas ini bisa menjadi supplier pertama oleh-oleh kopi khas Nusantara,” ucapnya.

    Myrna juga menjelaskan bahwa tiga spesies kopi Liberika yang ditanam meliputi coffee liberica, coffee dewevrei (excelsa), dan coffee klainei.

    Dalam kegiatan tersebut, Myrna melakukan survei singkat terkait konsumsi kopi peserta. Hasilnya, hanya satu orang yang mengonsumsi kopi dari kebun sendiri, sedangkan sebagian besar masih mengandalkan kopi pabrikan.

    Salah satu warga, Radyo, mengapresiasi langkah ini.

    “Sekarang produk kopi peminatnya banyak dan pemasarannya jelas. Dulu sulit memasarkan, jadi melalui program ini semoga ada penampungan dan arahan yang lebih baik,” tuturnya.

    Gerakan ini menjadi bukti komitmen Otorita IKN untuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal. Harapannya, kopi Liberika dapat menjadi oleh-oleh khas Nusantara pertama dari wilayah Sepaku pada tahun mendatang. (red)

    Facebook Comments Box

    Yayasan AHM Tanam 16.000 Mangrove dan Lepas Tukik di Sumatera Barat

    0
    Yayasan AHM Tanam 16.000 Mangrove dan Lepas Tukik di Sumatera Barat
    Yayasan AHM tanam 16.000 mangrove dan lepas tukik di Sumatera Barat, dukung SDGs, jaga ekosistem pesisir, dan kurangi sampah plastik di laut. (AHM)

    UNDAS.ID, Padang – Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) memperkuat komitmen mitigasi perubahan iklim dan pelestarian satwa laut dengan menanam 16.000 mangrove serta melepas tukik di Pantai Pasir Jambak dan Desa Wisata Teluk Buo, Sumatera Barat, Jumat (22/8). Aksi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

    Mengusung tema “Satu Hati Hijaukan Bumi”, kegiatan ini dilakukan di area konservasi yang telah dipetakan. Acara dihadiri Walikota Padang Fadly Amran, B.B.A, Dato Paduko Malano, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Padang, serta masyarakat setempat. Yayasan AHM juga membangun papan edukasi mangrove untuk meningkatkan literasi lingkungan bagi pengunjung dan warga.

    Selain penanaman mangrove, Yayasan AHM juga melepas tukik ke habitat alaminya di Pantai Pasir Jambak. Pelepasan tukik ini diharapkan mampu meningkatkan peluang hidup dan menjaga keberlangsungan populasi penyu yang dilindungi secara nasional maupun internasional.

    Sejak 2016, Yayasan AHM telah menanam 27.319 pohon mangrove di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir. Program ini dilengkapi dengan aksi bersih pantai melalui Beach Buddy Challenge, melibatkan puluhan pelajar, masyarakat, komunitas lokal Sea Turtle Camp Jambak, dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Teluk Buo untuk mengurangi ancaman sampah plastik di laut.

    Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan ekosistem mangrove yang sehat dapat menjadi benteng alami dari abrasi pantai dan mendukung kehidupan satwa laut.

    “Kami terus berkolaborasi menghadirkan pencapaian SDGs di Indonesia guna keberlanjutan, memberikan manfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan generasi mendatang. Ini adalah investasi jangka panjang untuk bumi yang lebih baik,” ujarnya.

    Bibit mangrove yang ditanam diharapkan mampu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjadi habitat satwa, sekaligus melindungi pesisir dari gelombang laut. (red)

    Facebook Comments Box

    Akhmed Reza Fachlevi Dorong Penyatuan KNPI Kaltim, Harap Dispora Ambil Peran

    0
    Akhmed Reza Dorong Penyatuan KNPI Kaltim, Harap Dispora Ambil Peran
    Akhmed Reza Fachlevi. (red)

    UNDAS.ID, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mengapresiasi dukungan pemuda yang mendorong dirinya maju sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Timur. Ia menegaskan pentingnya soliditas pemuda demi kemajuan daerah.

    “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas usulan dan dukungan teman-teman pemuda yang meminta saya maju sebagai Ketua KNPI Kaltim,” kata Reza di Samarinda.

    Menurutnya, KNPI merupakan wadah strategis untuk menyatukan pemuda. Karena itu, ia berharap seluruh elemen bisa bersatu dalam satu gerakan.

    “Saya berharap kita semua melaksanakan kebersamaan dan penyatuan dalam rangka solid untuk pemuda di Kalimantan Timur. Saya juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga bisa mengayomi dan mengomandoi kami, mengumpulkan semua pihak untuk rekonsiliasi,” ujarnya.

    Reza yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim menyampaikan, pihaknya menghormati dinamika organisasi KNPI, termasuk perbedaan kepengurusan.

    “Saya menghormati semua teman-teman KNPI, baik yang ada saat ini. Ada lima versi dari pusat dan lima versi juga di Kaltim. Kami menghormati proses bermusda masing-masing,” jelasnya.

    Meski demikian, Reza menekankan pentingnya duduk bersama untuk menyatukan perbedaan demi kepentingan bersama.

    “Kita sudah terlalu lama terpecah belah. Saya berharap Dinas Pemuda dan Olahraga segera mengundang semua pihak, termasuk senior KNPI, untuk mencari solusi dan komitmen bersama. Kita ingin pemuda Kaltim lebih solid dan memberi dampak positif bagi pembangunan,” pungkasnya. (red)

    Facebook Comments Box

    Viral di Instagram, Menantu Usir Mertua di Sulut Gara-Gara Dendam 18 Tahun

    0
    Viral di Instagram, Menantu Usir Mertua di Sulut Gara-Gara Dendam 18 Tahun
    Video menantu usir mertua di Sulut viral di Instagram. Aksi ini dipicu dendam 18 tahun. (FOTO: Tangkapan layar akun IG @feedgramindo)

    UNDAS.ID, Sulawesi Utara – Sebuah video yang memperlihatkan seorang menantu mengusir mertuanya di Sulawesi Utara viral di media sosial. Aksi ini memicu perdebatan warganet karena disebut berkaitan dengan dendam lama yang tersimpan selama 18 tahun.

    Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @feedgramindo, tampak seorang wanita bernama Sherly mengusir mertuanya yang datang ke rumahnya. Ia melontarkan kata-kata keras sambil meminta sang mertua tidak lagi datang.

    “Saya bukan menantumu lagi, jangan pernah datang ke rumah ini!” ujar Sherly dengan nada tinggi, dikutip dari video tersebut.

    Informasi yang beredar menyebutkan konflik bermula pada 2007, ketika Sherly dan suaminya tidak mendapat restu dari pihak keluarga karena alasan ekonomi dan status sosial. Saat itu, pasangan muda tersebut disebut hidup dalam kondisi serba kekurangan dan sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

    Bahkan, mereka pernah diusir dari rumah mertua bersama anak mereka. Sang cucu disebut tidak diakui keberadaannya, yang membuat Sherly merasa sakit hati mendalam.

    Setelah 18 tahun, pasangan ini berhasil mandiri dan hidup mapan. Namun, kedatangan mertua ke rumah mereka pada 2025 justru memicu emosi lama. Sherly pun mengusir mertuanya di depan kamera.

    Sang mertua hanya terdiam dan meninggalkan rumah tanpa perlawanan. Video berdurasi singkat ini menyebar cepat di Instagram dan memicu ribuan komentar.

    Sebagian warganet menilai tindakan Sherly sebagai pelampiasan luka lama yang tak pernah terselesaikan. Namun, ada juga yang menganggap sikapnya berlebihan.

    Perdebatan di media sosial membuat kasus ini menjadi salah satu konten viral yang ramai diperbincangkan, sekaligus mengingatkan tentang dampak dendam masa lalu yang tidak pernah diselesaikan. (*)

    Facebook Comments Box

    Arsenio Algifari Raih Double Podium di Kejurnas Motocross 2025 Wonosobo

    0
    Arsenio Algifari Raih Double Podium di Kejurnas Motocross 2025 Wonosobo
    Arsenio Algifari raih double podium di Kejurnas Motocross 2025 Wonosobo, perkuat posisi di klasemen MX2 bersama Astra Honda Racing Team. (AHM)

    UNDAS.ID, Wonosobo – Crosser muda Astra Honda Racing Team (AHRT), Arsenio Algifari, kembali mencatat prestasi gemilang dengan meraih double podium pada seri kelima Kejurnas Motocross Indonesia 2025 kelas MX2. Balapan yang digelar di Sirkuit MX Akarmas Sumbing Mountain, Wonosobo, Jawa Tengah, 23–24 Agustus 2025, menjadi bukti konsistensi Arsenio bersama motor andalannya, Honda CRF250R.

    Pada race pertama, Arsenio melakukan start impresif dengan memimpin di tikungan awal. Persaingan ketat membuat posisinya sempat bergeser, hingga insiden solo crash di lap terakhir nyaris menggagalkan peluang podium. Namun, semangat juang tinggi membuat Arsenio tetap finis di posisi kedua.

    Di race kedua, pembalap asal Jakarta ini tampil lebih tenang dengan strategi konsisten. Perubahan kecil pada setelan motor memberikan hasil positif, sehingga Arsenio kembali finis di podium kedua dan mengamankan double podium pada seri ini.

    “Race pertama jadi tantangan karena saya sempat terpeleset di lap terakhir, tapi bersyukur masih bisa finis di podium dua. Di race kedua kami melakukan sedikit perubahan pada setelan motor yang terasa positif. Saya berusaha menjaga ritme balap hingga akhir, dan kembali meraih podium dua,” ujar Arsenio.

    General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor (AHM), Andy Wijaya, turut memberikan apresiasi.

    “Podium yang diraih Arsenio ini membuktikan pembinaan Astra Honda tidak hanya di arena road race saja, tetapi juga kencang di arena Motocross. Semoga hal menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih mimpinya di arena balap bersama Honda,” ujar Andy.

    Dengan tambahan dua podium ini, Arsenio mengokohkan posisi di papan atas klasemen sementara Kejurnas MX2 dengan 220 poin, menjadi modal penting untuk perebutan gelar juara nasional musim ini. (red)

    Facebook Comments Box

    Konvoi, Game, dan Lomba 17an Warnai BeAT and Battle di Samarinda

    0
    Konvoi, Game, dan Lomba 17an Warnai BeAT and Battle di Samarinda
    Astra Motor Kaltim 2 sukses gelar BeAT and Battle bersama komunitas Honda di Samarinda. (Esti)

    UNDAS.ID, Samarinda – Astra Motor Kaltim 2 bersama komunitas pecinta Honda BeAT dan All Community Plat KT sukses menggelar kegiatan bertajuk “BeAT and Battle” pada Minggu (24/8). Acara ini menggabungkan konvoi, kompetisi, dan hiburan santai yang diikuti puluhan riders dari Samarinda dan sekitarnya.

    Menurut Fajrin Nur Huda, Safety Riding Officer & Community Development Astra Motor Kalimantan Timur 2, BeAT and Battle ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi dengan komunitas Honda sekaligus memeriahkan momentum Kemerdekaan di bulan Agustus.

    “Kegiatan ini merupakan kegiatan terbaru, dimana para bikers diajak untuk rolling city kota Samarinda, lalu gathering bersama di TCo Coffee dan melakukan battle kompetisi Games Magic Chess Mobile Legend dan lomba-lomba 17an. Para bikers terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan,” ujar Fajrin.

    Rolling City hingga Battle Game Online

    Acara diawali dengan titik kumpul di Astra Motor M. Yamin. Sebelum konvoi dimulai, para riders mendapatkan safety briefing tentang teknik berkendara aman melalui kampanye #Cari_Aman. Setelah itu, peserta melakukan rolling city mengelilingi kota Samarinda dengan motor Honda kesayangan.

    Di lokasi akhir, TCo Coffee Samarinda, para peserta melanjutkan keseruan dengan kompetisi Magic Chess Mobile Legend dan berbagai lomba bertema Kemerdekaan. Suasana semakin meriah karena para riders menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap perlombaan yang penuh keceriaan. (red)

    Facebook Comments Box

    Bintang Pranata Sukma Raih Dua Podium di TTC, Pebalap Muda Harumkan Indonesia

    0
    Bintang Pranata Sukma Raih Dua Podium di TTC, Pebalap Muda Harumkan Indonesia
    Bintang Pranata Sukma (No 13) raih dua podium di Thailand Talent Cup 2025.(AHM)

    UNDAS.ID, Buriram, Thailand – Pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Bintang Pranata Sukma, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di ajang internasional. Siswa Astra Honda Racing School (AHRS) itu sukses meraih dua podium kedua pada Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (TTC) 2025 Round 3 yang berlangsung di Chang International Circuit, Sabtu–Minggu (23–24/8).

    Pada race pertama, Sabtu (23/8), Bintang yang start dari posisi kelima tampil impresif dan finis hanya terpaut 0,162 detik dari juara pertama. Sementara di race kedua, Minggu (24/8), pebalap 14 tahun asal Tangerang itu kembali konsisten, bahkan sempat memimpin di lap terakhir sebelum akhirnya finis kedua dengan selisih tipis 0,091 detik.

    Hasil tersebut menambah koleksi podium Bintang, setelah sebelumnya ia meraih podium ketiga pada seri ke-2 TTC 2025.

    ”Ini adalah hasil kerja keras dan pengalaman berharga bagi saya. Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Bintang usai balapan.

    Debut Positif Abimanyu

    Selain Bintang, pebalap binaan AHM lainnya, Abimanyu Bintang Fermadi, juga tampil menjanjikan di debutnya pada ajang TTC. Menggantikan Ziven Rosul Abiy Salim yang tengah pemulihan pasca operasi, Abimanyu menunjukkan progres signifikan.

    Start dari posisi ke-14 pada race pertama, pebalap 13 tahun asal Sleman itu finis ke-11. Pada race kedua, ia naik ke grid 9 dan berhasil finis di 7 besar, mengamankan poin penting di dua balapan perdananya.

    Sementara itu, Ziven yang absen di seri ketiga sebelumnya konsisten meraih poin di dua seri awal TTC 2025. Hal ini menegaskan kualitas pebalap binaan AHM yang mampu bersaing di level internasional.

    ”Kami bangga dengan perkembangan pebalap muda binaan AHM di Thailand Talent Cup. Konsistensi Bintang yang kembali meraih podium, ketangguhan Ziven di dua seri awal, hingga debut positif Abimanyu di seri ini menjadi bukti nyata, generasi baru pebalap Indonesia terus melesat di ajang internasional,” ujar Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM.

    Menuju Road to MotoGP

    Thailand Talent Cup merupakan ajang pembibitan pebalap muda Asia dalam program “Road to MotoGP”. Hingga seri ketiga ini, Bintang berada di posisi keempat klasemen dengan 74 poin, hanya terpaut 18,5 poin dari pemimpin klasemen. Ziven menempati posisi ke-10 dengan 29,5 poin, sementara Abimanyu langsung mengantongi 14 poin di debutnya dan menempati posisi ke-16.

    Seri keempat dan kelima TTC 2025 akan digelar di Sepang International Circuit pada 12–14 September dan 7–9 November, sedangkan seri pamungkas kembali ke Buriram pada 20–23 November. Masih banyak poin yang diperebutkan, memberi peluang besar bagi para pebalap muda Indonesia untuk terus memperbaiki posisi dan meraih prestasi lebih tinggi. (red)

    Facebook Comments Box

    Bahaya Abu Rokok dan Asap Vape di Jalan Raya yang Dikeluhkan Warga Samarinda

    0
    Bahaya Abu Rokok dan Asap Vape di Jalan Raya yang Dikeluhkan Warga Samarinda
    Dari kiri, Chintia, Elda, Gina. (FOTO-FOTO: Abe)

    UNDAS.ID, Samarinda – Abu rokok dan asap vapor yang tertiup angin, sering kali mengenai wajah ketika di jalan. Pengalaman ini dikeluhkan oleh sejumlah warga di Kota Samarinda. Mereka menganggap, aktivitas oknum pengemudi motor dan mobil itu justru merugikan pengendara lain.

    Chintia, misalnya. Warga Samarinda ini mengaku, tindakan itu sangat merugikan pengendara motor seperti dirinya. Terlebih saat berada di traffic light. Ia sendiri mengaku pengguna vapor. Namun tidak pernah menghisapnya ketika berkendara. “Ayolah, jangan merokok atau mengisap vapor di jalan raya. Smart lah sebagai pengguna (rokok dan vapor),” ajak Chintia.

    Pendapat serupa juga dikatakan Elda, warga Samarinda yang lain. Ibu Rumah Tangga (IRT) ini memandang, oknum pengendara yang mengisap rokok dan vapor di jalan raya, sangat mengganggu. “Iya, bisa kena mata,” ucap Elda.

    Ibu dua anak ini menyaranakan, mereka yang terbiasa menghisap rokok dan vapor agar bisa menahan diri dan tidak melakukan aktivitas tersebut di jalan. Jika hal tersebut dilakukan oleh orang terdekat, Elda mengaku tak segan untuk menegur. Namun hal berbeda jika tindakan tersebut dilakukan orang lain. “Saya hanya bisa menahan kesal jadinya,” aku Elda.

    Sementara itu, Gina, warga Samarinda lainnya, juga berpendapat serupa. Ia bahkan mengingatkan merokok di jalan bisa berpotensi menimulkan bahaya. Selain asap, abu yang dihasilkan bisa mengganggu penglihatan pengguna jalan raya lain.

    Pun bagi pengguna vapor. Asap tebal yang dihasilkan bisa menghalangi pandangan pengendara lain. “Seharusnya aktivitas itu dilakukan di area yang telah disediakan, bukan di area public,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, menukil Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, merokok di jalan raya, terutama saat mengemudi, dilarang. Hal ini berdasarkan Pasal 106 ayat (1) jo. Pasal 283. Aktivitas tersebut dianggap mengganggu konsentrasi pengemudi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pelanggaran ini dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp750 ribu. (abe/fae)

    Facebook Comments Box

    Fenomena Pod Vape di Kalangan Wanita, Tren Gaya Hidup Perempuan Milenial dan Gen Z?

    0
    Fenomena Pod Vape di Kalangan Wanita, Tren Gaya Hidup Perempuan Milenial dan Gen Z?
    Pod vape mulai populer di kalangan perempuan Samarinda. (Abe/undas.id)

    UNDAS.ID, Samarinda – Ada asap belum tentu ada api. Seorang wanita kisaran umur 30 tahunan hampir sejurus duduk berhadapan pintu masuk, sesekali menghisap pod vape berwarna merah jambu berikutnya menghembuskan asap. Tak ramai saat memasuki satu ruangan di Coffee & Co. Soul, City Centrum Samarinda, dihari Sabtu (16/08) sekitaran enam meja berisi rata-rata antara dua sampai empat orang. Mengambil tempat di sudut kiri, seorang pelayan wanita mengunakan apron merah menghampiri selanjutnya menyodorkan sebuah nomor meja berbarcode supaya bisa mengakses dan memesan daftar hidangan coffee ini.

    Nampak pengguna pod vape pada generasi milenial dan generasi Z cukup populer tak terkecuali bagi kaum hawa saat ini terbilang tak tabu lagi menggunakannya dikhalayak ramai. Pod vape atau Portable on Demand, istilah yang merujuk pada perangkat vaping yang kecil, ringan, dan ringkas sehingga dirancang mudah dibawa kemana pun.

    Hal ini pula yang menjadi satu alasan Gina menggunakan pod vape sejak 2021 silam. Awal mula menggunakan rokok eletrik, wanita yang genap berusia 33 tahun tanggal 25 nanti karena coba-coba selain itu menurutnya lebih hemat ketimbang menghisap rokok biasa (tembakau) dan tidak terlalu berat dibandingkan dengan vape.

    “Tarikkannya (menghisap: red) berat aja,” ucap Gina.

    Selain itu dengan menggunakan pod dirinya mengklaim bisa mengurangi dan akhir memberhentikan ketergantungannya terhadap rokok.

    Perbedaan mencolok antara pod vape dan vape dari segi besaran fisiknya, vape atau vapor lebih besar ketimbang pod vape sehingga berpengaruh terhadap kapasitas baterai dan durasi pemakaian, tak cuma itu perawatan vape pun lebih kompleks.

    Karyawan swasta penyuka rasa mentol dan manis ini memandang penggunaan pod diantara kaum perempuan adalah sesuatu yang biasa-biasa saja namun tidak menampik saat akan menggunakan pod vape tidak disembarang tempat. Semisal ketika bertemu keluarga dari pihak suami, Gina menggunakannya secara sembunyi-sembunyi, berdalih ada perasaan tidak nyaman dan lebih menghargai pasangannya. Walapun penggunaan pod vape ini sudah sepengetahuan Ayah dari anak-anaknya.

    Dirinya pun menyadari bahwa penggunaan rokok elektrik ini berdampak negatif terhadap kesehatan, ibu dua anak ini berkisah sewaktu dirinya mengandung sempat berhenti menggunakannya bahkan pola makan sehat pun diatur sedemikian rupa namun setelah melahirkan kebiasaan itu dilakukan lagi.

    “Saat ini liquid (isi ulang pod vape) bisa dua botol ukuran 30 ml dalam sebulan,” katanya.

    Lain halnya dengan Elda (39) ini pertama kali menggunakan pod vape karena Fear Of Missing Out alias Fomo, perasaan takut ketinggalan dengan kata lain istilah anak gaul sekarang yakni perasaan cemas dan takut yang timbul ketika seseorang merasa tertinggal atau tidak mengikuti suatu tren, acara, atau pengalaman yang sedang terjadi di sekitarnya.

    Kemudian Elda lambat laun merasa aktifitas tersebut membuatnya asik sehingga memutuskan menggunakannya hingga empat tahun terakhir ini. Namun dalam penggunaannya, ibu rumah tangga ini memakai pod vape saat nongrong atau ditempat hiburan saja bersama suami ataupun teman-teman akrabnya.

    “Di rumah tidak!, karena pernah ditegur anak,” ungkap Elda.

    Selain itu penyuka liquid atau perasa mentol (dingin) dan fruity ini pernah diwanti-wanti kalau ingin menggunakan pod vape tidak boleh dihadapan rekan kerja dan rekan bisnis suaminya.

    Untuk efek samping terhadap kesehatan, warga Loa Bakung, Samarinda ini menyadari dirinya pernah kambuh alergi asma karena menurutnya terlalu banyak memakai pod vape sehingga saat ini mulai dibatasi. Disamping itu, Elda pernah ditegur teman ketika lewat saat dirinya nongkrong bahwa hal itu dipandangnya tidak bagus.

    “Bukan teman sepermainan sih, tapi ini sudah dikurangi-kurangi karena pernah kambuh asma,” kata Elda.

    Cerita lain pun diungkapkan Chintia (25), muasal menggunakan pod vape sejak tahun 2022 awal karena mengikuti mantan pacar lebih dulu memakainya dan merasa nyaman. Selang sebulan berpacaran dirinya dihadiahi pod vape sejak itulah dirinya menjadi pemakai aktif rokok elektrik. Jurnalis di Samarinda ini memandang wanita saat ini menggunakan pod vape sebagai suatu hal biasa saja terutama menurutnya di kota-kota besar seperti Kota Tepian–sebutan Samarinda bukan hal yang tidak baik. Ketika menggunakan pod vape dirinya merasa tidak pernah dinilai tidak baik oleh teman-teman sekumpulannya atau teman nongkrong.

    “Tidak sembunyi-sembunyai, karena teman-teman semua open mind did,” ucap Chintia.

    Kendati demikian, wanita asal Muara Badak, Kutai Kartanegara ini ketika berada di rumah tidak pernah memakainya karena memang menurutnya kebiasaan seperti itu tidak asik kalau dilakukan sendirian.

    “Bagi saya nge-pod sendiri itu tidak asik,” ujar anak bungsu dari empat bersaudara ini.

    Dirinya pun pernah diwanti-wanti Mamanya agar mengurangi pemakaian pod vape karena khawatir dampak kesehatan dikemudian hari. Penyuka perasa atau liquid rasa icy fruity ini biasanya menghabiskan satu botol ukuran 30 ml setiap bulannya belum bisa memutuskan kapan bisa berhenti menggunakan rokok elektrik.

    “Masih menikmati dan stress rilis aja sih,” kata Chintia.

    Begini Pandangan Psikolog

    Persepsi pemakaian pod vape dikalangan perempuan saat ini dinilai Aulia Suhesty, M.Psi seorang psikolog sekaligus Founder of Prima Solutions Samarinda adalah sesuatu yang aman digunakan padahal menurutnya penggunaan rokok eletrik juga memiliki dampak, selain itu kecendrungan pergeseran gaya hidup, ingin diterima dalan pergaulan sosial pun bisa menjadi musababnya.

    “Konformitas, ingin sama gitu ya bisa terhubung dengan teman-temannya itu juga gaya hidup,” kata Aulia saat dijumpai di Kantor Prima Solutions Jalan DI Panjaitan, Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kamis (20/08).

    Peran influencer melalui media sosialnya turut mempengaruhi pemakaian pod vape diantara kaum hawa menurut alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, sebab ketika melihat wanita menggunakan dan terlihat wajar sehingga diterima sebagai hal yang normal saja.

    Disamping itu, tekanan psikologis pun turut andil lantaran stres kerja kemudian faktor kecemasan itu menyebabkan seseorang terdorong untuk menggunakannya, karena menurut Aulia pada pod vape ada mengandung nikotin yang bisa memberikan efek atau dampak high atau perasaan euforia.

    “Dianggap bisa jadi kayak pelarian gitulah untuk cemasnya, bisa rasa tenang sementara gitu,” ucapnya.

    Adapun untuk pemakai, Aulia mengamati banyak digunakan perempuan dengan kocek ekonomi middle up, dan sudah memiliki pekerjaan oleh karenanya kenapa pengguna pod vape itu banyak dikonsumsi lebih banyak oleh rentang umur 25 hingga 35 tahun.

    Terkait pandangan masyarakat terhadap perempuan yang menggunakan pod vape, Aulia mengembalikan hal tersebut kepada persepsi masyarakat karena ada value masing-masing di masyarakat. Kalau memang saat ini ada pergeseran seperti merokok, yang ngepod itu laki-laki dianggap normal kemudian perempuan dianggap tabu memang pandangan masyarakat seperti itu. Pun ketika masyarakat memandang hal itu negatif atau tidak pantas hal itu pun musti bisa diterima.

    Dosen Psikologi Universitas Mulawarman ini berpendapat ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu hendaklah berpikir smart, apapun tindakan prilaku yang akan dipilih hendaknya runut mulai dari menimbang kemudian apa saja resikonya dan ketika memutuskan harus paham konsekuensinya.

    “Sehingga tidak terperangkap dalam sebuah adiksi baru,” tegas Aulia sambil tersenyum. (Abe)

    Facebook Comments Box