Beranda blog Halaman 61

    60 UMKM Ramaikan Pekan Raya Pemuda Kaltim 2024

    0
    Sejumlah stand telah disiapkan Dispora Kaltim di halaman parkir Kompleks Stadion Gelora Kadrie Oening sebagai bagian dari Pekan Raya Pemuda Kaltim 2024. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Pekan Raya Pemuda Kaltim 2024 bakal meriah. Selain dirangkaian dengan sejumlah lomba, kegiatan ini juga menghadirkan 60 UMKM milik para pemuda se-Kaltim. Analis Kebijakan Ahli Muda, Bidang Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Rusmuliadi, menyatakan Pekan Raya Pemuda Kaltim 2024 akan dipusatkan di Kompleks Gelora Kadrie Oening.

    “Pemprov Kaltim akan menghadirkan 60 UMKM yang dibangun para pemuda se-Kaltim,” katanya. “Nanti mereka datang ke sini, seluruh biaya ditanggung pemerintah,” sambung Rusmuliadi.

    Menariknya, lanjut Rusmuliadi, mereka akan mengisi tenant-tenant yang telah disiapkan secara gratis. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang kepada pemuda se-Kaltim yang berwirausaha untuk memamerkan dan menjual produk mereka.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rusmuliadi mengungkapkan, rangkaian acara tersebut yang dimulai sejak Jumat 25 Oktober 2024 hingga Senin 28 Oktober 2024. “Acara berlangsung dari 25 sampai 28 (Oktober, Red.),” jelasnya.

    Bagi Rusmuliadi, langkah ini diambil Dispora Kaltim agar pemuda Kaltim termotivasi sehingga kedepannya dapat berkontribusi pada daerah. “Kami ingin pemuda-pemuda Kaltim terus berkembang dan berkontribusi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” bebernya.

    Selain itu dia menyatakan, Pekan Raya Pemuda Kaltim 2024 juga akan menghadirkan pentas pemuda. “Ada 25 pemuda nanti yang akan tampil,” bebernya.

    Sementara, untuk acara puncak, digelar upacara bersama memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dalam rangkaiannya nanti, sejumlah Pemuda Pelopor Kaltim akan mendapatkan penghargaan di momen tersebut. “Ada penyerahan penghargaan kepada Pemuda Pelopor,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Seleksi Jadi Tahapan Penting di Pemilihan Pemuda Pelopor

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Etam cukup memberi warna di Pemilihan Pemuda Pelopor tingkat nasional dalam beberapa tahun terakhir. Makanya, seleksi menjadi tahapan paling penting. Tujuannya, untuk memetakan pemuda pelopor di masing-masing wilayah dalam perannya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kemudian untuk memberi penghargaan atas semangat pemuda yang selama ini mempelopori kegiatan di masyarakat maupun lingkungan mereka.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Dari seleksi ini ditemukan sejumlah pemuda yang berkemampuan merintis sesuai bidang yang dijalani, melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan ke luar atas berbagai masalah yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

    “Dari seleksi ini pula tentu akan ditemukan kepeloporan dalam bidang-bidang yang telah ditetapkan,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi.

    Dia menjelaskan, kepeloporan yang dimaksud adalah pemuda yang memiliki karya nyata dan berkualitas di bidang kepeloporan didasarkan pada kecerdasan, kreatif, kepribadian, jiwa kegotongroyongan, kemandirian, serta meningkatnya potensi kepeloporan pemuda dalam berbagai bidang.

    Makanya, syarat peserta yang mengikuti seleksi ini adalah usia 16-30 tahun. Pun, bukan ASN. Selanjutnya, belum pernah memperoleh penghargaan kepeloporan tingkat nasional, diusulkan dari organisasi perangkat daerah kepemudaan di kabupaten/kota.

    “Kepeloporan sudah dirintis minimal satu tahun terakhir, kepeloporan telah terbukti memberi dampak positif dan nilai sosial serta ekonomi secara signifikan di tengah masyarakat yang beragam,” ujar Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Dimensi SDI Jadi Indikator RPJM

    0
    Suriani, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Sembilan dimensi SDI jadi indikator dalam RPJMN oleh Bapenas. Kebijakan itu membuat SDI sejajar dengan IPP di mata negara. Hal ini tertuang dalam laporan SDI 2023 yang dirilis Kemenpora.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, mengatakan SDI merupakan strategi mendasar bagi pengambilan kebijakan keolahragaan yang berbasis data. “Makanya, tanpa pengukuran yang valid dan akuntabel, Dispora Kaltim tidak pernah sampai pada tujuan pembangunan olahraga,” jelasnya.

    Tahun ini, menurut Suriani, Dispora Kaltim melakukan pengumpulan data sampling internal di 3 kabupaten/kota. Seperti Balikpapan, Paser, dan Kutim. Jika menilik jumlah, lokasi yang dipilih Dispora lebih sedikit dibanding Kemenpora yang mencapai 5 kabupaten/kota.

    Di Kota Minyak, lanjut Suriani, Dispora Kaltim melakukan pengumpulan data sampling di Balikpapan Utara. Tepatnya di Karang Joang. Di Paser, Tanah Grogot. Sementara di Kutim, Dispora Kaltim melakukan pengumpulan data di 3 kecamatan. Diantaranya Sangatta Utara, Barong Tongkok, dan Waru.

    “Di 3 kecamatan itu, kami fpkus di Teluk Lingga, Simpang Raya, dan Waru,” tandas Suriani. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Escape Road Bakal Dibangun UPTD PPO

    0
    Stadion Gelora Kadrie Oening. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Keberadaan Kompleks Gelora Kadrie Oening di Samarinda dianggap strategis. Terlebih di tempat ini, telah digelar sejumlah event besar bersakala lokal hingga nasional. Salah satunya MTQ Nasional ke 30.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Mengingat hal itu, UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO) di Dispora Kaltim, berencana melakukan pembenahan. Khususnya pada akses keluar-masuk Gelora Kadrie Oening. “Kami berencana akan membangun escape road,” kata Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaedi.

    Menurutnya, escape road yang dimaksud adalah jalan alternatif. Saat ini, akses di sana hanya ada dua. Yakni melalui Jl. K. H. Wahid Hasyim dan Jl. P. M. Noor. “Nantinya rute baru akan dibangun melalui Jl. Perjuangan,” ujarnya.

    Menurutnya, hal ini berkaca dari penyelenggaraan MTQ Nasional ke 30, dimana Kaltim menjadi tuan rumah dan Gelora Kadrie Oening menjadi pusat pelaksanaan. Saat kendaraan melebihi batas tampung, terjadi kemacetan antara kendaraan yang hendak keluar dan masuk. Terutama kendaraan roda empat.

    Padahal, akses jalan keluar dan masuk di sana telah dipisah. Dimana Jl K. H. Wahid Hasyim menjadi akses masuk dan Jl P. M. Noor menjadi akses keluar.

    “Ini jalur tambahan (escape road, Red.) untuk pengamanan,” bebernya. “Kalau di sini (Kompleks Gelora Kadrie Oening, Red.) ada kegiatan, kita kan cuma ada dua akses saja. Banyak menimbulkan kemacetan. Sehingga rencana kedepan adalah menambah jalur lagi ke Jalan Perjuangan,” sambung Junaedi.

    Baginya, setiap ada event bersakala besar, harus ada jalur khusus bagi tamu Very Very Important Person (VVIP). Salah satunya seperti presiden. “Jadi, ada jalur yang tidak boleh dilalui oleh kendaraan lain,” ulasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Di PEPARNAS XVII, Atlet Disabilitas Kaltim Mampu Buktikan Diri

    0
    AA Bagus Surya Saputra, Kabid Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim.(FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabar baik datang dari kontingen Kaltim yang berlaga di PPEPARNAS XVII. Berlangsung di Solo, mereka mampu duduk di peringkat 13 nasional. Kabar ini disampaikan AA Bagus Surya Saputra, Kabid Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim.

    Menurutnya, capaian ini jadi bukti jika atlet penyandang disabilitas di Kaltim bisa berprestasi di tingkat nasional. Baginya, capaian ini juga merupakan bukti hasil kerjasama semua pihak. “Termasuk dalam hal ini dukungan dari Dispora Kaltim,” ujarnya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    AA Bagus Surya Saputra mengungkapkan, Dispora Kaltim telah berupaya dengan baik dari sisi sebelum dan sesudah PEPARNAS XVII. Mulai dari anggaran, pembinaan, dan pengawasan.

    Disamping iitu, AA Bagus Surya Saputra mengaku bangga atas prestasi atlet, pelatih, dan official Paralimpiade yang turut berjuang di PPEPARNAS XVII. “Selain memperebutkan medali, PEPARNAS XVII juga merupakan ajang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya inklusi dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam dunia olahraga,” tegasnya.

    Sementara itu, dengan capaian ini, Dispora Kaltim akan berupaya untuk mencari dan merekrut atlet-atlet baru dan membinanya. Mengingat atlet-atlet disabilitas yang ada saat ini didominasi oleh usia-usia yang sudah lanjut.

    “Memang dari sisi umur khusus untuk atlet NPCI tidak ada. Jadi kami ingin mendapatkan dan mencari bibi-bibit baru, sebagaimana bibit baru ini bisa kami kembangkan kapasitasnya sebagai atlet,” tukasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    DBON Kaltim Ubah Pola Pembinaan

    0
    Zairin Zain, Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kepala Pelaksana Sekretariat Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kalimantan Timur (Kaltim), Zairin Zain, menyatakan tahun ini seluruh cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan pihaknya belum mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON). Alasannya, DBON Kaltim masih fokus mempersiapkan atlet-atlet usia dini yang diharapkan mampu mengukir prestasi bagi Benua Etam pasca lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Mereka yang berprestasi inilah nanti yang akan direkrut oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia, Red.) untuk mewakili Kaltim di pelbagai kejuaraan,” katanya, belum lama ini.

    Zairin Zain menjelaskan, upaya DBON Kaltim mencari bibit atlet usia dini memang dimulai dari nol. Tujuannya, agar atlet yang dibina sejak kecil itu menjadi atlet negara yang dibiayai pemerintah. Hal ini tentu memberikan tantangan tersendiri dan berbeda dengan program lain.

    Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) misalnya, memiliki atlet yang sudah memiliki prestasi. Namun atlet-atlet tersebut tidak dibina sedari dini. Dari titik itu, menurut Zairin Zain, atlet yang bersangkutan tidak bisa diukur seluruh kemampuannya. “Sepak bola juga begitu. Selama kita menggunakan anak-anak Indonesia yang tidak dilatih sejak usia dini, maka prestasinya akan menurun,” jelasnya.

    Masih di sepak bola, Zairin Zain menerangkan, tim nasional Indonesia sukses lewat program naturalisasi. Sebab prestasi itu hadir lantaran atlet yang direktur telah mendapatkan pembinaan sejak usia dini di akademi sepak bola. “Ini yang membedakan,” tegasnya. “Inilah yang coba kami ubah melalui pola pembinaan,” timpal Zairin Zain. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ini Konsep Unik UPTD PPO Kelola Pedagang

    0
    Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaedi. (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Menetapkan status pedagang menjadi salah satu terobosan kebijakan yang dilakukan UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO). Mereka yang berdagang di sana, ditentukan untuk berjualan tetap dan berjualan mingguan di Kompleks Gelora Kadrie Oening.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Kebijakan ini untuk mengakomodir seluruh pedagang yang ingin berjualan di sini,” ujar Junaedi, Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim.

    Dia menjelaskan, pedagang tetap adalah mereka yang saban hari berjualan di sana. Sementara pedagang mingguan adalah mereka yang menjajakan dagangannya saat akhir pekan. Khusus untuk pedagang mingguan, UPTD PPO mendorong suasana di Kompleks Gelora Kadrie Oening seperti wisata belanja. “Hampir mirip seperti di CFD (Car Free Day di Jl. Kesuma Bangsa, Red.),” ucap Junaedi.

    Kendati serupa dengan CFD, UPTD PPO memberikan space khusus para pedagang di dalam Kompleks Gelora Kadrie Oening. “Kami di dalam sini (Gelora Kadrie Oening, Red.). Kami saya sediakan tempat seperti carport,” ungkap Junaedi.

    Disamping itu, untuk pedagang tetap, UPTD PPO menggabungkannya dengan salah satu paguyuban pedagang lokal. Kebijakan ini dilakukan agar seluruh pedagang yang terlibat bisa sama-sama melaksanakan ketertiban saat beraktivitas. “Ini tinggal bagaimana mengemasnya saja agar semua tertib,” ulas Junaedi.

    Menurutnya, UPTD PPO pada dasarnya bertujuan untuk melayani seluruh masyarakat. Terutama masyarakat olahraga, dan masyarakat di sekitar Kompleks Gelora Kadrie Oening. Itu sebabbnya, dalam melakukan pelayanan, UPTD PPO juga menekankan pentingnya ketertiban dalam seluruh aspek. “Intinya, dalam pelayanan juga harus tertib. Misalnya kalau ada sampah, ya harus dibersihkan. Ini agar semua merasa nyaman saat berada di sini,” ungkap Junaedi.

    UPTD PPO, lanjutnya, selama ini memang berupaya agar seluruh elemen di Kompleks Gelora Kadrie Oening tertata dengan baik. “Memang ruang lingkupnya tidak terlalu besar tempat ini. Tapi tetap kami upayakan di tata baik,” tukas Junaedi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Lakukan Evaluasi Pasca PON

    0
    Ridwansyah-Bernadette Gisele Larasati dan Frengky-Lenny membawa pulang perak dari cabor dance sport PON XXI/2024 Aceh-Sumut. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Evaluasi pasca PON XXI/2024 Aceh-Sumut dilakukan. Nenariknya, evaluasi itu dilakukan dari sisi hilirnya terlebih dulu. Yaitu pembinaan secara komperhensif terhadap cabor yang memiliki nomor tanding paling banyak dan perorangan.

    Bagi Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, evaluasi ini harus menjadi perhatian penuh. Terutama Dispora Kaltim sebagai perpanjangan tangan Pemprov Kaltim dan cabor terkait. “Karena kalau kita tidak belajar dari hilirnya, kita tidak bisa menyalahkan begitu saja hulunya,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rasman mengungkapkan, dilihat dari target sejumlah cabor, ada puluhan nomor tanding yang telah menembus babak final. “Jumlah itu sudah masuk target. Tapi mungkin bukan rezekinya saja menang, dan sekali lagi ini juga bukan alasan kita untuk melakukan evaluasi,” ujarnya.

    Menurut Rasman Rading, apapun hasilnya, capaian atlet-atlet Kaltim yang berlaga di PON XXI/2024 layak mendapatkan apresiasi. Dia pun mengucapkan selamat bagi para atlet yang telah meraih medali untuk Benua Etam. “Memang ada yang memenuhi target, ada juga yang tidak, dan ada yang tidak ditarget ternyata meraih medali,” jelasnya.

    Meski tak memenuhi target masuk 5 besar, Dispora Kaltim tetap mengapresiasi upaya yang dilakukan KONI Kaltim serta seluruh cabor. Sebab, peluang Kaltim untuk masuk dalam 5 besar memang kecil terwujud sejak Kamis 19 September 2024. Alasannya, perolehan medali kontingen Jabar, Jakarta, Jatim, Sumut dan Aceh, cukup bersaing ketat di 5 besar.

    “Tapi ini bukan jadi alasan bagi kita untuk tidak melakukan evaluasi,” tukas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    2.500 Lebih Siswa SMK Terima Edukasi Langsung dari Astra Honda tentang Teknologi Listrik

    0
    Astra Honda
    Sebanyak 2.523 siswa SMK antusias mengikuti program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI) dengan materi utama teknologi sepeda motor listrik. (AHM)

    UNDAS.ID, Jakarta – Dalam upaya mendukung terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui dunia pendidikan, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali memperkaya wawasan generasi muda di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaannya. Melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI), sebanyak 2.523 siswa dari puluhan SMK mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknologi sepeda motor listrik. Program ini menawarkan edukasi yang interaktif dan komprehensif, serta memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengenal inovasi terbaru di dunia otomotif.

    Program AHBI menghadirkan instruktur tersertifikasi sebagai guru tamu dari industri otomotif, yang memberikan pengetahuan secara langsung kepada para siswa. Dengan menggunakan sepeda motor listrik Honda EM1 e: sebagai alat peraga, para siswa diperkenalkan pada berbagai fitur, komponen, dan cara kerja sepeda motor listrik. Mereka juga diajak untuk memahami teknik perawatan sepeda motor listrik melalui sesi kelas yang interaktif, yang dilengkapi dengan simulasi berkendara sepeda motor listrik.

    “Saya sangat senang mengikuti kegiatan Astra Honda Berbagi Ilmu ini. Saya jadi lebih paham tentang teknologi sepeda motor listrik Honda dan cara kerja komponennya,” ungkap Saad Ilyas, siswa SMK Negeri 1 Depok, salah satu dari 12 sekolah yang berpartisipasi dalam program ini.

    Program AHBI digelar di berbagai sekolah di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sepanjang Mei hingga Oktober 2024, dengan SMK Negeri 1 Depok menjadi salah satu tuan rumah. Sekolah lainnya yang ikut serta antara lain SMK IPTEK Jakarta, SMKN 8 Kabupaten Tangerang, SMK Bina Mandiri Bekasi, dan beberapa sekolah lainnya.

    Kolaborasi antara Industri dan Pendidikan

    General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa di bidang vokasi, khususnya di bidang teknologi otomotif roda dua. Melalui program ini, AHM ingin menciptakan sinergi antara dunia industri dan pendidikan, dengan harapan menciptakan SDM yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

    “Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dengan membagikan informasi terbaru tentang perkembangan teknologi sepeda motor listrik. Kami ingin siswa menerima pengetahuan yang cepat, tepat, dan komprehensif,” ujar Muhibbuddin.

    Selain materi tentang sepeda motor listrik, peserta AHBI juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal dunia perkuliahan melalui pengenalan kampus ASTRAtech, serta mempelajari berbagai komponen suku cadang yang disampaikan langsung oleh instruktur dari produsen seperti PT Hitachi Astemo Manufacturing dan PT Musashi Auto Parts Indonesia.

    Pengembangan Fasilitas Uji Kompetensi

    Untuk lebih mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja, AHM juga berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur pendidikan melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) di SMKN 1 Jatirejo, Kabupaten Jombang, dan SMKN 2 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Saat ini, ada 112 SMK mitra AHM yang memiliki TUK dengan standar industri Astra Honda. Sejak diresmikan, sebanyak 15.377 siswa telah mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang diakui setara dengan Technical Training Level (TTL) 1.

    AHM juga terus bersinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengimplementasikan kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda yang berbasis standar industri. Langkah ini diharapkan dapat membantu menciptakan SDM yang kompeten dan siap berkontribusi dalam dunia kerja. (red)

    Facebook Comments Box

    JOTA Digital Indonesia: Hubungkan Dunia Pramuka dengan Teknologi Digital Terbaru

    0
    JOTA Digital Indonesia
    JOTA Digital Indonesia, Satukan Generasi Muda Global. (Ist)

    UNDAS.ID, Jakarta – JOTA Digital Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan dengan menghadirkan solusi komunikasi inovatif bagi generasi muda Pramuka di Indonesia dan dunia. Dalam rangkaian acara JOTAJOTI (Jamboree On The Air – Jamboree On The Internet) yang berlangsung pada 18-20 Oktober 2024, dengan menggunakan aplikasi Zello yang terintegrasi dengan teknologi Digital Radio Mondiale (DRM) untuk menghubungkan ribuan pengguna dari berbagai negara, memperkuat digitalisasi komunikasi yang lebih efisien dan efektif.

    Selama acara berlangsung, JOTA Digital Indonesia mencatat interaksi yang sangat besar. Berdasarkan laporan tim IT, jumlah interaksi mencapai 50.443, dengan 11.678 JID (JOTA Identification), 1.847 JJID (Jamboree JOTI Identification), dan 26.445 pengguna terdaftar dari sebelas saluran komunikasi yang disediakan.

    “Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan. Teknologi komunikasi digital, seperti aplikasi Zello dan DRM, tidak hanya mempermudah interaksi, tetapi juga membuka akses komunikasi global antar generasi muda,” ujar Yamadipati, Chief Control Operation JOTA Digital Indonesia.

    Dengan prinsip “Biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa”, JOTA Digital Indonesia terus berinovasi untuk memberikan pengalaman komunikasi yang lebih transparan, aman, dan terjangkau. Komitmen mereka adalah memperkuat komunikasi global melalui teknologi yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada masa depan.

    Melalui acara ini, juga memperkenalkan teknologi Digital Radio Mondiale (DRM) yang dianggap sebagai masa depan penyiaran radio. Teknologi ini menawarkan kualitas suara superior dan efisiensi spektrum yang lebih tinggi dibandingkan teknologi analog, seperti AM dan FM. DRM dinilai sangat penting di wilayah-wilayah dengan tantangan geografis seperti pegunungan atau daerah dengan kepadatan sinyal tinggi.

    Meski adopsi DRM masih menghadapi tantangan dalam penetrasi perangkat penerima, kesadaran akan keunggulan teknologi ini terus meningkat. Diharapkan, adopsi DRM akan terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya pengguna yang beralih ke teknologi penyiaran digital yang lebih efisien dan berkualitas tinggi.

    JOTA Digital Indonesia optimis bahwa melalui inovasi yang berkelanjutan, generasi muda akan semakin mampu mengadopsi teknologi untuk mempermudah komunikasi dan menjalin kolaborasi antarnegara. (red)

    Facebook Comments Box