April30 , 2026

    Harapan Marbot Terkabul? BKPRMI Dorong Sosialisasi Program Umrah Gratis di Kaltim

    Related

    Stop Gas + Rem di Tanjakan! Ini Dampak Ngerinya Buat Motor Kamu

    UNDAS.ID, Samarinda – Pengendara sepeda motor di Samarinda dihadapkan...

    Logo Hardiknas 2026 Resmi Diluncurkan, Ini Makna dan Pesan Kuatnya

    UNDAS.ID, Jakarta - Arah baru pendidikan Indonesia kembali ditegaskan...

    Rolling City Malam Hari, Komunitas Honda Samarinda Tampil Stylish

    UNDAS.ID, Samarinda - Vario Night Ride kembali menjadi magnet...

    Ride with Class! NGASAP Samarinda Pererat Solidaritas Riders

    UNDAS.ID, Samarinda - Ngaspal Sama Bapak (NGASAP) Samarinda menjadi...

    Sapu Bersih! Andi Gilang Borong Podium di MRS 2026 Mandalika

    UNDAS.ID, Mandalika - Hasil Mandalika Racing Series 2026 menjadi...

    Share

    UNDAS.ID, Samarinda – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk segera menyosialisasikan secara menyeluruh program umrah gratis bagi para marbot masjid. Program ini dikenal dengan sebutan “Gratispol” dan merupakan salah satu janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

    Ketua Umum DPW BKPRMI Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyampaikan bahwa pentingnya transparansi dan kejelasan dalam pelaksanaan program yang dinilai sangat dinanti oleh masyarakat tersebut.

    “Program Gratispol sangat ditunggu masyarakat, khususnya para marbot yang selama ini mengabdi dalam sunyi. Kami mendorong pemerintah untuk memberikan penjelasan teknis secara rinci, termasuk mekanisme pendaftaran dan pelaksanaannya,” ujar Reza, di Samarinda.

    BKPRMI mengaku telah mendukung penuh sejak peluncuran program yang digelar pada 21 April 2025 lalu. Namun, Reza menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara mengikuti program ini, terutama para penjaga masjid di daerah terpencil.

    Tak hanya soal umrah gratis, Reza juga mengingatkan pemerintah agar tidak melupakan kesejahteraan para guru ngaji. Ia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur juga memperhatikan peningkatan insentif bagi para pendidik agama, termasuk ustadz, ustadzah, dan pengajar di Tempat Pendidikan Alquran (TPA).

    “BKPRMI terus memperjuangkan kesejahteraan guru ngaji. Beberapa daerah sudah memberikan insentif, walau nominalnya berbeda-beda tergantung kemampuan APBD masing-masing. Kami berharap hal ini bisa dijadikan perhatian oleh Pemprov Kaltim,” tegasnya.

    Sejak berdiri pada 1977, BKPRMI berkomitmen mencerdaskan generasi muda dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan syiar Islam melalui masjid. Mereka berharap program keagamaan seperti umrah gratis bukan hanya seremonial, tetapi juga membawa manfaat nyata dan menyentuh mereka yang selama ini bekerja di balik layar keagamaan. (Red)

    Facebook Comments Box
    spot_img