Beranda blog Halaman 49

    Peran Guru Olahraga Penting

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menyatakan peran guru olahraga di sekolah sangat penting dalam mencari dan mengembangkan bakat atlet usia dini. Itu sebabnya, pihak terkait diimbau melakukan pendataan atlet muda.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. “Guru olahraga akan diberikan pelatihan khusus untuk mendeteksi dan mengembangkan atlet berpotensi,” katanya.

    Rasman Rading mencontohkan, negara-negara maju seperti Tiongkok hingga Korea Selatan, sukses melakukan pembinaan atlet berprestasi sejak usia dini. “Negara-negara maju dalam bidang olahraga mencetak atlet muda melalui latihan keras sejak usia 6 tahun. Hasilnya baru terlihat 10 hingga 20 tahun ke depan,” ujarnya.

    Makanya, Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga berkomitmen untuk menemukan atlet berbakat usia dini dan membimbing mereka menuju kesuksesan. Dengan visi ini, mereka berharap bahwa pada 2045, setidaknya ada beberapa atlet yang mampu meraih prestasi dan medali di Olimpiade. “Langkah-langkah strategis seperti ini adalah langkah cerdas dalam menjadikan olahraga sebagai faktor penting dalam perkembangan daerah,” katanya.

    Disamping itu, Rasman menerangkan, pembagian tugas antara Dispora Kaltim dan KONI Kaltim telah ditetapkan. Dispora Kaltim akan mencetak atlet usia dini yang berprestasi, dan kemudian KONI akan mengikutsertakan mereka dalam kejuaraan tingkat nasional untuk mewakili Indonesia di panggung internasional.

    “Kerja sama ini akan menjadi pondasi kuat dalam mengembangkan olahraga di Kaltim dan juga membela nama bangsa di kancah dunia,” tukasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Lengkapi Ekosistem, Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Usulkan PPLM

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, mengusulkan pendirian Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM). Alasannya, saat ini ekosistem pembinaan olahraga usia dini hanya ada di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLD), Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), dan Sekolah Olahraga Khusus Internasional (SKOI).

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “PPLM diperlukan untuk memberikan jenjang berkelanjutan bagi atlet setelah mereka lulus SMA (Sekolah Menengah Atas, Red.),” tegasnya.

    Menurut Rasman, dengan adanya PPLM, diharapkan para atlet dapat meningkatkan kemampuan dan bersiap untuk tingkat kompetisi yang lebih tinggi. “Kami ingin mendorong atlet provinsi untuk ikut kejuaraan nasional dan internasional, sehingga mereka dapat mengetahui potensi dan area yang perlu ditingkatkan,” bebernya.

    Bagi Rasman, pembinaa atlet sejak usia dini dilakukan untuk menciptakan generasi atlet berkualitas di kancah internasional. Tujuannya tak lain menciptakan bibit atlet yang siap bersaing di pelbagai kompetisi olahraga.

    “Pembinaan berkelanjutan adalah kunci keberhasilan. Ini mencakup talent scouting dan pelatihan yang serius untuk mengikuti kejuaraan di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    UU Nomor 40 Tahun 2009 Jadi Acuan Bidang Pengembangan Pemuda

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, menyatakan UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menjadi salah satu dasar sejumlah program yang dilaksanakan pihaknya. Dalam Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 Ayat 7 disebutkan, pengembangan kepemimpinan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi keteladanan, keberpengaruhan, serta penggerakan pemuda.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Di Ayat 8 kemudian tertulis, pengembangan kewirausahaan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi keterampilam dan kemandirian berusaha.

    Terakhir di Ayat 9, disebutkan jika pengembangan kepeloporan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi dalam merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan, dan memberikan jalan keluar atas pelbagai masalah.

    Makanya, ujar Mardareta, pelaksanaan kepemudaan itu dilakukan dengan tiga tahap. Yakni penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan. “Penyadaran itu maksudnya kami sadarkan dulu bahwa seseorang itu adalah pemuda. Setelah itu diberdayakanlah mereka. Makanya ada Bidang Pemberdayaan di sini. Pemberdayaan itu mereka yang punya aktivitas tertentu diberdayakan,” ujarnya.

    Bagi Mardareta, setelah diberdayakan dan diberi pemahaman fungsi sebagai pemuda, mereka lalu dikembangkan. “Pengembangan itu benar-benar ke pengembangan diri. Contohnya Pelatihan Kecakapan Hidup,” ucapnya.

    Dalam Pelatihan Kecakapan Hidup, mereka yang sebelumnya sekadar pemuda dan peserta, dibekali dengan skill. Misalnya, pelatihan skill infografis, videografi, fotografi,hingga barbershop. Rata-rata pemuda yang mengikuti Pelatihan Kecakapan Hidup ini dibekali selama 5 hari.

    “Nanti dapat setifikat,” ungkapnya. “Minimal mereka punya skill. Kalau bisa mereka berwirausaha dari skill yang mereka punya. Harapannya seperti itu,” ulas Mardareta. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Partisipasi Laki-Laki Tinggi di Olahraga

    0
    Sejumlah masyarakat saat berolahraga di sekitar Kompleks Gelora Kadrie Oening. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, Suriani, mengungkapkan tingkat partisipasi aktif laki-laki di olahraga mencapai 32 persen. Tak hanya berlaku untuk anak, tetapi juga remaja dan dewasa.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Laporan SDI 2023 Kemenpora menyatakan demikian. Sementara perempuan hanya 18,7 persen. Ada selisih angka partisipasi sebesar 13,3 persen antara laki-laki an perempuan,” tuturnya.

    Bagi Suriani, partisipasi perempuan ke ranah publik termasuk dalam olahraga perlu terus ditingkatkan. Selain alasan keadilan dan kesetaraan, partisipasi perempuan dalam olahraga berdampak positif bagi kualitas kehidupannya.

    Sebab, sudah banyak bukti empirik yang menunjukkan bahwa partisipasi dalam olahraga berdampak positip bagi kesehatan fisik dan kesejahteraan psikis. Namun begitu, masih saja tingkat partisipasi perempuan dalam olahraga tergolong rendah.

    “Artinya, perlu ada intervensi kebijakan yang lebih afirmatif guna mengurangi kesenjangan tersebut,” sebut Suriani.

    Rendahnya tingkat partisipasi pada gilirannya berdampak pada rendahnya kebugaran jasmani. Laporan SDI 2023 menyebut tingkat kebugaran jasmani usia 10-60 tahun yang masuk kategori baik/lebih sebesar 4,18 persen, menurun 1,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Tentu hal tersebut berkaitan erat dengan rendahnya aktivitas fisik masyarakat. Semakin rendah tingkat aktivitas fisik, maka semakin rendah pula kebugaran jasmani masyarakat,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Izin Sewa Diluar Kegiatan Olahraga Bakal Dicabut di GOR Serbaguna Kompleks Kadrie Oening

    0
    GOR Serbaguna saat digunakan untuk event futsal antar SMA, belum lama ini. (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Izin sewa untuk menggelar resepsi pernikahan di Gelanggang Olahraga (GOR) Serbaguna, Kompleks Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie Oening, Kota Samarinda, bakal dicabut. Hal ini menyusul serangkaian salah eknis yang terjadi Ketika di waktu yang bersamaan ada kegiatan olahraga.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Keinginan saya, kembali ke tupoksi (tugas, pokok dan fungsi, Red.) saja, yang wedding tidak perlu lagi diizinkan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Prasarana Olahraga (PPO), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Junaedi.

    Dia menjelaskan, kebijakan ini dimaksudkan untuk mengembalikan Tupoksi UPTD PPO. Yaitu pelayanan terhadap sarana dan prasarana olahraga. “Kami ingin mengembalikan tupoksi kami. Jadi yang diutamakan pasti itu dulu, kegiatan olahraga,” jelas Junaedi.

    Di momen-momen tertentu, lanjut Junaedi, tempat untuk menggelar resepsi pernikahan penuh di mana-mana. Hal ini juga diakuinya membuat UPTD PPO menjadi dilematis. “Ini memang agak sulit. Tapi sekali lagi, jika kembali ke tupoksi, ada skala prioritas,” terangnya.

    Junaedi menyatakan, prioritas pertama di GOR Serbaguna tentu adalah kegiatan olahraga. Lalu yang kedua adalah pemerintahan, dimana kegiatan yang digelar berupa acara seemonial an lain-lain. “Yang terakhir baru di luar hal itu,” bebernya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Menang di Tingkat Nasional, Pemuda Pelopor Diminta Jadi Pembicara

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Seleksi pemilihan Pemuda Pelopor untuk tingkat nasional telah dilakukan Dispora Kaltim. Prosesnya dilaksanakan sejak Mei lalu. Ada 59 peserta yang lolos dari tingkat kabupaten/kota. Setelah di seleksi, terpilih 5 peserta terbaik.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Mereka adalah Sudirman asal Kukar dengan Bidang Kepeloporan Pangan. Ardis Christian asal Balikpapan dengan Bidang Kepeloporan Pengelolaan SDA, Lingkungan dan Pariwisata.

    Al Ali Murrabbaniah asal Kukar dengan Bdang Kepeloporan Pendidikan. Ary Febrian Masis asal PPU dengan Bidang Kepeloporan Seni Budaya. Dan terakhir Choliq Hidayah asal Bontang dengan Bidang Kepeloporan Inovasi Teknologi.

    Kata Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, pemilihan Pemuda Pelopor yang dilaksanakan tiap tahun memiliki benefit bagi para peserta. Terutama para pemenang di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

    “Makanya, banyak para pemenang Pemuda Pelopor tingkat nasional dari Kaltim kini merasakan benefitnya. Salah satunya adalah dipercaya menjadi pembicara bagi pemuda lain,” ujarnya.

    Menariknya, tawaran seperti ini tidak hanya mereka dapatkan di Kaltim. Tetapi juga di pelbagai provinsi lain di Indonesia. “Pemuda Pelopor adalah event pemerintah. Jadi sudah pasti jika ada kaitannya dengan kepemudaan, mereka yang menjadi pemenang akan diundang dalam event-event penting untuk menjadi pembicara,” ucapnya.

    Kata Mardareta, Dispora Kaltim secara umum hanya membuka jalan bagi peserta yang mengikuti program ini. “Jadi kalau ada yang tidak ikut namun sudah memiliki karya, ya tidak apa,” katanya.

    “Meski hanya membuka jalan, peran Dispora Kaltim justru ingin memperkenalkan karya para peserta terpilih ke tingkat yang lebih tinggi,” timpal Mardareta. (tim/adv)

     

    Facebook Comments Box

    Aktivitas Fisik Anak dan Pemuda Masih Rendah

    0
    Suriani, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kondisi kebugaran anak dan pemuda tidak dapat dilepaskan dari pola aktivitas fisik yang dilakukan. Kebugaran jasmani pada dasarnya merupakan resultante dari aktivitas fisik yang dilakukan oleh seseorang.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Aktivitas fisik yang dilakukan secara regular dengan memenuhi frekuensi, durasi, dan intensitas tentu akan berdampak positip bagi kebugaran jasmani individu,” ujar Suriani, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim.

    Menurut sampling SDI yang dilakukan Kemenpora pada 2023 terhadap anak usia 10-15 tahun dan pemuda usia 16-30 tahun, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan olahraga atau aktivitas fisik 3 kali/minggu atau lebih hanya 34 persen pada anak. Sementara 35,7 persen dilakukan pemuda.

    “Artinya, masih ada sekitar 65 persen di antara anak dan pemuda Indonesia yang secara frekuensi aktitivitas fisiknya masih tergolong rendah atau belum memenuhi prinsip kecukupan gerak,” ucap Suriani.

    Ia menyatakan, dari aspek durasi, anak-anak yang melakukan olahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit/lebih sebanyak 39,3 persen. Sementara itu, pemuda yang melakukan olahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit/lebih sebesar 37,7 persen.

    Durasi merujuk pada seberapa lama seseorang melakukan aktivitas fisik dalam setiap kali latihan. Sejatinya tidak ada ukuran yang pasti terkait dengan durasi, tergantung pada tingkat kebugaran dan jenisl latihan yang dilakukan.

    “Pada jenis latihan kardio, durasi yang disarankan adalah 30-60 menit,” ulas Suriani. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    UPTD PPO Soroti Truk yang Parkir di Sekitar Jalan Stadion Utama Kaltim

    0
    Sebuah truk kontainer saat berada di sekitar depan Stadion Utama Palaran. (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Keberadaan truk kontainer yang parkir di sekitar Jalan Stadion Utama Kaltim, ternyata menjadi perhatian UPTD PPO Dispora Kaltim. Apalagi, masalah ini diakui pernah dibahas dalam sejumlah rapat dengan Dishub.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaedi, mengakui jika wilayah kerja dan tanggung jawabnya ada di Stadion Utama Palaran. Namun dalam ejumlah rapat, pihaknya juga kerap dilibatkan oleh Dishub untuk mencari solusi. “Wilayah saya di dalam. Kami dan Dishub sudah kerjasama dan beberapa kali rapat,” ucapnya.

    Junaedi menyebut, masalah di lapangan masih saja terjadi meski rapat telah dilakukan. Dia bahkan mencontohkan, jika hari ini truk kontainer ditertibkan, maka keesokan harinya muncul lagi truk kontainer lain. Sebab, truk kontainer yang parkir di sana datang dari pelbagai daerah di Indonesia. “Ini memang sulit, karena semua truk kontainer melintas di sana. Kecuali ada petugas yang setiap hari jaga di sana,” ujarnya.

    Bagi Junaedi, siapapun yang berwenang sebenarnya bisa memfungsikan tempat-tempat yang dianggap layak menampung truk kontainer tersebut. Bahkan jika perlu, ada tertibusi untuk setiap truk kontainer yang parkir. “Kalau berbayar, saya rasa para supir itu mau,” ulasnya.

    Pasalnya, tambah Junaedi, parkir di sekitar Jalan Stadion Utama Palaran dianggap tidak aman. UPTD PPO kadang menerima informasi jika ada aki dan dinamo truk kontainer yang hilang. “Kalau ada tempat yang bisa difungsikan dan ada retribusinya, ini bisa jadi pemasukan bagi PAD,” tukas Junaedi.

    Seperti diketahui, truk kontainer yang parkir di tepi jalan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan maut. Di 2022 adalah contohnya. Dalam sepekdan, ada dua pengendara sepeda motor meninggal dunia karena menabrak truk yang sedang parkir di sana. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Jelang Popnas, Dispora Kaltim Gelar Serangkaian Kejuaraan

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Jelang Popnas Wilayah IV di Kendari, Sultra, Dispora Kaltim menggelar serangkaian kejuaraan. Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, menyatakan kejuaraan tersebut mempertandingkan 8 cabor.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Cabor-cabor itu seperti basket, voli, tenis lapangan, tenis meja, sepak bola, sepak takraw, pencak silat, dan tinju,” ujarnya.

    Tahun lalu, di Popnas XVI/2023 yang diselenggarakan di Sumsel—Babel, Kaltim berhasil membawa pulang 42 medali. Rinciannya 10 medali emas, 9 perak, dan 23 perunggu. Hasil itu mengantarkan atlet pelajar Kaltim menduduki peringkat 7 nasional.

    Di kejuaraan yang digelar ini, ujar Rasman, diikuti ratusan atlet pelajar. Mereka berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim. Dia berharap, lewat kejuaraan yang digelar secara bertahap itu menjadi kesempatan penting bagi atlet untuk mengasah keterampilan.

    “Bagi Dispora Kaltim dan cabor terkait, kejuaraan ini menjadi wadah penjaringan bagi para pemenang,” ucapnya.

    Bagi Rasman, lewat kejuaraan ini pula, talenta atlet usia pelajar khususnya SMA/sederajat bisa dikembangkan. Tujuannya tak lain mempersiapkan atlet-atlet. Lebih jauh, Rasman berharap dari kejuaran antarpelajar semacam ini, nantinya akan muncul atlet-atlet andalan Kaltim yang akan memperkuat daerah di level yang lebih tinggi. Hal ini juga menjadi bagian dari tujuan kejuaraan sebagai wadah pembinaan berkelanjutan.

    “Harapannya dari sini akan ada atlet pelajar yang akan membela Kaltim di PON 2028 nanti,” sebut Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Di PPAN, Kaltim Dapat Kuota Lebih Banyak dari Daerah Lain

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta (kiri). (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Benua Etam punya posisi penting di program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Buktinya, kuota pemuda yang diberangkatkan sebanyak orang. Sementara daerah lain hanya 1 orang.

    Menurut Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, Kaltim cukup beruntung karena memiliki kuota lebih besar dibanding provinsi lain. “Di program PPAN ini Kaltim dipercaya mengirimkan 3 pemuda. Ada daerah yang cuma 1 perwakilannya,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Tahun ini, ada 3 pemuda dari Kaltim yang menjadi delegasi di 3 negara. Diantaranya Singapura, Jepang dan Australia. Sementara 3 pemuda yang lolos seleksi tersebut berasal dari Samarinda 2 orang dan Kukar 1 orang.

    Mardareta menyebut, penambahan kuota peserta PPAN untuk Kaltim tak lepas dari kualitas seleksi yang dilakukan. Rusmuliadi menyebut, Kaltim sangat dipercaya Kemenpora lantaran prosesnya bagus.

    “Kami benar-benar melakukan seleksi, tidak main tunjuk,” ulasnya. “Pemuda yang kami kirim punya TOEFL yang bagus,” sambung Mardareta. (tim/adv)

    Facebook Comments Box